Tunanganku .... HANTU?

Tunanganku .... HANTU?
32. Mengetahui segalanya


__ADS_3

Karena tidak tahan dengan sikap sang Mama yang terus saja menyembunyikan kenyataan. Fredy langsung angkat suara. Menurutnya, semua ini tidak akan tuntas sebelum Neni disadarkan oleh kenyataan yang sudah berantakan karena ulahnya.


"Jadi, mama tidak mau mengizinkan kami untuk tetap berada di rumah ini? Kenapa? Apa Mama takut kami akan bertemu dengan roh jahat itu, ma?"


Ucapan Fredy, membuat langkah Neni terhenti sekaligus membuat mereka semua terkejut. Tidak ada yang menyangka, Fredy akan membuka semuanya secepat ini? Padahal mereka masih mau bermain peran untuk mengelabui Neni. Tapi menurut Fredy, semua itu tidak ada gunanya jika ternyata Neni tetap mengusir keberadaan mereka dari rumah besar ini.


"Frey, apa maksudmu?"


"Aku sudah mengetahui segalanya, Ma. Aku tau mama telah menumbalkan Felix. Aku juga tau mama memuja roh jahat itu. Aku tau mama bersekutu dengannya!" ucap Fredy lantang.


Neni terbelalak, ia kira Fredy memang tidak mengetahui hal ini. Kedatangan Fredy ke kediamannya murni untuk bertemu dengannya dan ingin tahu kabar Felix. Nyatanya, putranya itu mengetahui banyak hal yang tidak pernah ia bayangkan.


"Aku tau semua, Ma! Bahkan aku kesini dan menemui mama itu karena aku mengetahui mengenai Felix. Sampai kapan, ma? Sampai kapan mama mau begini terus?"


Fredy benar-benar lepas kendali. Ia tidak mengerti sampai berapa lama lagi Neni mau melanjutkan aliran sesat yang dijalaninya selama bertahun-tahun.


"Jawab aku, Ma! Kapan mama mau berhenti melakukan tindakan sesat ini? Apa tidak cukup dengan mengorbankan Felix saja?"


"Fredy!" Bella berteriak, ia ingin mengatakan pada Fredy, bahwa jangan sampai pria itu berterus-terang pada Neni bahwa Fredy dapat melihat roh Felix yang juga ada disini, sebab jika Fredy juga mengetakan hal itu, maka Bella takut Neni akan berbuat nekat.


Bukankah orang seperti Neni yang rela menumbalkan putranya berarti adalah orang yang tidak mempunyai hati nurani dan perasaan? Pasti ia akan tega melakukan apa saja, terlebih untuk orang lain seperti Bella dan Om Deka.


Tapi Fredy melirik Bella dan memberikan isyarat bahwa ia tau dan sadar dengan apa yang sedang dia katakan. Fredy seperti mengisyaratkan pada Bella-- bahwa dia tau apa yang harus dan tak harus dia ungkapkan pada Neni.


"Jangan campuri urusan mama, Frey! Kamu tidak tau apa-apa." Neni tertawa sinis di ujung kalimatnya, ia berbalik dan kembali melanjutkan langkah.


"Xeor! Dimana dia?" teriak Fredy lantang. Kali ini suaranya kembali membuat Neni berbalik tak percaya.


"Fredy! Hentikan!" hardik Neni pada sang putra.


"Aku ingin bertemu dengannya, Ma! Ayo, mama tunjukkan dia yang telah menggunakan raga Felix selama bertahun-tahun!"

__ADS_1


Kali ini mata Neni berkaca-kaca. Ia tidak bisa menyangkal ucapan Fredy. Darimana lagi Fredy tau jika sosok itu bernama Xeor? Batinnya.


"Kenapa mama rela menumbalkan Felix, ma? Kenapa?" Lagi-lagi Fredy menuntut jawaban.


"Kamu tidak tau apapun! Berhenti mencampuri urusan mama!"


"Tidak, aku tidak akan berhenti sebelum mama menunjukkan Xeor ke depan wajahku hari ini juga!"


Neni berlalu tanpa menggubris lagi teriakan Fredy.


"Usaha yang sia-sia! Kamu terlalu ambisius!" gerutu Bella pada tindakan Fredy yang tidak menghasilkan apa-apa.


"Aku tidak akan meninggalkan rumah ini, apapun yang dilakukan mama padaku, aku tidak akan pergi dari sini sebelum aku dapat bertemu dengan Xeor."


Bella menggeleng lemah, tapi sejak perdebatan antara Fredy dan Neni tadi, Bella menyadari jika Felix menghilang. Kemana dia? Batin Bella.


Disisi lain, Felix mengikuti Zudh yang memberitahukan sebuah fakta baru kepadanya.


Puluhan tahun yang lalu, tepatnya saat Neni baru menikah dengan Julian, mereka mengalami kecelakaan hingga menyebabkan mobilnya masuk ke dalam jurang.


Kecelakaan nahas itu juga membuat Neni didiagnosa tidak bisa memiliki keturunan. Hingga akhirnya dia kembali membuat pernyataan dan membatinkan dalam dirinya, jika nanti dia beruntung hingga dapat mempunyai anak dari rahimnya sendiri, maka dia akan membagikan kebahagiaan itu untuk siapa saja yang telah membantunya meraih keinginannya tersebut.


"Kau tau, saat dia sekarat diujung jurang, Xeor yang menolongnya tanpa dia sadari. Dan kehamilan pertamanya juga berkat campur tangan Xeor. Hingga Xeor memunculkan diri dihadapan Neni dan mengatakan bahwa berkat dirinya Neni tertolong hingga bisa mengandung, itu memang tampak mustahil setelah Neni didiagnosa tak dapat hamil. Dan Neni mempercayai Xeor sejak saat itu."


"Jadi ...." Felix sampai tidak bisa berkata-kata.


"Ya, Neni menuruti kemauan Xeor sesuai dengan ikrar dan janjinya sendiri. Dan yang Xeor inginkan adalah ragamu, kau adalah salah satu anak kembar yang akhirnya di kandung oleh Neni."


"Kenapa mama membiarkannya begitu saja?"


Zudh tersenyum sinis. "Selain karena janji, Neni juga merasa bahwa memberikan salah satu raga anaknya untuk Xeor itu jauh lebih baik, sebab dia masih punya satu anak yang lain sebagai keturunannya. Itu impas, ketimbang dia tidak akan pernah merasakan memiliki anak sama sekali."

__ADS_1


Felix mendengkus pelan. Ternyata Neni membuat kesepakatan dengan Xeor tanpa disengaja, saat nyawanya menjadi pertaruhan dan hal itu membuatnya terikat dengan Xeor hingga saat ini.


"Kau lihat gadis yang mendatangi Fredy itu ..." Zudh berkata lagi, dan Felix menyadari jika gadis yang dimaksud Zudh adalah Bella.


"Ya, kenapa dengannya?"


"Kabarnya dia sedang mengandung dan itu adalah anak Fredy. Aku yakin Neni sangat takut saat ini, karena anak yang dikandung itu adalah keturunannya yang mungkin menjadi incaran Xeor selanjutnya."


Felix tidak bisa berkata-kata, apalagi soal kehamilan Bella yang hanyalah tipu daya belaka.


"Hanya saja ... aku tidak merasakan adanya detak janin didalam perut gadis itu," kata Zudh kemudian.


"Maksudmu?"


"Apa dia benar-benar hamil? Aku ragu, seharusnya aku bisa merasakannya."


"Entahlah," Felix mengendikkan bahu. Tentu ia tak mau membuka kedok Bella dengan cepat karena Zudh bisa saja mengadukan hal ini pada Neni.


"Apa perasaanmu setelah tau semua ini? Apa kau masih mau menyalahkan Neni karena menumbalkanmu?"


"Aku tidak tau," papar Felix lesu.


"Neni tidak pernah merasakan bahagia didalam hidupnya. Dia hidup dalam dunia yang kelam. Bahkan saat dia dengan senang mau menjaga kedua anaknya, yang satu harus rela ditumbalkan, sedang yang satunya lagi juga pergi dibawa oleh Julian yang akhirnya menuntut perceraian."


Kali ini Felix terkekeh miris. "Apa kau pikir aku akan terharu dan merasa simpati setelah mendengar ceritamu tentang wanita itu?" sinisnya.


"Itu terserahmu, aku hanya menceritakan yang sebenarnya terjadi karena aku terbentuk sejak Neni sering mengurung diri dan merasa sendirian. Dia menciptakanku dengan khayalannya sampai aku tau seluk beluk tentang kehidupannya."


"Ya, kau seperti teman ghaib baginya. Begitu?" tebak Felix.


"Hmm, jadi ku harap kau tidak perlu banyak berusaha. Setiap yang berurusan dengan Xeor tidak akan berakhir baik. Kemarin kau kehilangan ragamu, mungkin besok kau juga akan kehilangan jiwamu lalu kau lenyap selama-lamanya. Atau jika tidak, mungkin kau akan terjebak seperti ini terus tanpa ada akhir yang bahagia."

__ADS_1


Bersamaan dengan itu, Zudh menghilang dari sisi Felix. Membuat Felix berpikir keras, apakah ia harus berhenti berusaha? Karena jalan keluar seolah tidak ditemukan juga.


...TBC .......


__ADS_2