Tunanganku .... HANTU?

Tunanganku .... HANTU?
9. Tunangan


__ADS_3

Chapter 9


_____________


"Jadi, Felix anaknya Tante Neni, sahabat Mama? Terus, apa yang dilakukan Tante Neni pada Felix, Ma? Kenapa sekarang Felix bukan lagi manusia seperti dulu? Apa Felix meninggal lalu menjadi hantu?"


Bella yang sedari tadi mendengarkan cerita sang Mama dengan seksama mulai melontarkan banyak pertanyaan, gadis itu tampak kaget dan penasaran.


Bu Ika mulai menerawang jauh, ia kembali menceritakan masa lalu itu.


*


Sejak saat Bu Ika menemukan Tante Neni dalam ruangan itu, Bu Ika menaruh kecurigaan pada Tante Neni mengingat perbuatannya yang tidak biasa dan terkesan aneh.


Saat Bu Ika menanyakan lebih lanjut tentang apa yang dilakukan oleh Tante Neni pada Felix, Tante Neni hanya mengatakan itu adalah metode pengobatan yang dilakukan untuk menyembuhkan Felix dari sakit sesak nafas yang dideritanya.


Hingga semakin lama, hal itu semakin terlihat dimata Bu Ika dan Pak Setyo. Orangtua Bella jadi semakin curiga pada Tante Neni karena makin hari Tante Neni selalu melakukan hal serupa, bahkan semakin terang-terangan dihadapan mereka.


Beberapa tahun berlalu, usia Felix semakin bertambah tapi metode pengobatan itu semakin gencar dilakukan oleh Tante Neni.


Felix yang sudah mulai mengerti keadaan pun, perlahan-lahan dijauhkan Tante Neni dari keramaian dan dibuat berjarak dengan keluarga Bella.


Mungkin Tante Neni takut jika Felix akan membuka mulut dan bercerita tentang apa yang dilakukan ibunya.


Pernah suatu hari Bu Ika bertemu Felix secara tidak sengaja dirumah mereka, tapi sikap Felix dingin dan sorot matanya sangat tajam. Usia Felix saat itu sudah remaja, sekitar 15 tahun, tapi Felix seperti menutup diri.


Bu Ika tak memusingkan hal itu, dia menganggap jika Felix mungkin sedang ada masalah di sekolahnya. Felix juga jarang berkomunikasi dengan Bella, sepertinya memang Tante Neni menutup akses untuk pertemuan Felix dengan oranglain. Entahlah.


Sampai suatu ketika, Bella mengatakan bertemu dengan Felix ditempat yang aneh pada sang Mama.


Sejak Bella kecil, Bella memiliki penglihatan yang lebih. Bella bisa melihat makhluk-makhluk gaib atau semacamnya.


Bu Ika tidak mengerti maksud Bella dan menanyakannya lebih lanjut.

__ADS_1


"Felix meminta bantuan Ara, Ma. Tubuh Felix diambil, Ma," ucap Bella kala itu dengan polosnya. Saat itu usia Bella menginjak 10 tahun.


Bu Ika terkejut mendengar penuturan anaknya, ia ingin menanyakan hal ini pada Tante Neni, sahabatnya. Karena, Bella tak mungkin mengada-ngada dan Bella mengatakan bertemu Felix ditempat lain, semacam tempat tinggal makhluk yang bukan manusia, membuat Bu Ika bergidik akibat cerita anaknya itu.


Setelah mendengar itu dari sang putri, Bu Ika memutuskan berkunjung kerumah Tante Neni, ia ingin memperjelas ucapan Bella, karena Bu Ika tahu persis jika Bella memang memiliki penglihatan yang lain, Bella seorang anak indigo, jadi ini bukan hanya mimpi atau halusinasi.


Rupanya, Bu Ika datang disaat yang tidak tepat, ia mendengar Tante Neni yang tengah berbicara dengan orang lain. Tapi Bu Ika tidak tahu siapa lawan bicara Tante Neni.


"Hahahaha..." Suara tawa itu amat menggelegar diruangan yang dulu sering tertutup rapat--tempat dimana Bu Ika pernah menemukan Felix terbaring--yang waktu itu Tante Neni mengatakan jika dia sedang melakukan metode pengobatan.


Mata Bu Ika memicing, ia mencari sosok yang tertawa itu dari bibir pintu, ia mengintip tapi ia meyakini jika apa yang ia lihat tidak salah. Sosok hitam besar dengan mata merah menyala, membuat sekujur tubuh Bu Ika langsung merinding seketika.


Sosok itu meminta agar Tante Neni menyerahkan tubuh Felix seutuhnya untuk dia kuasai, dia tidak mau menguasai tubuh Felix setengah-setengah saja.


Mata Bu Ika terbelalak, ia kaget mendengar hal itu dan akhirnya ia pun mengetahui jika selama ini Tante Neni bukan melakukan metode pengobatan pada Felix, melainkan Tante Neni melakukan semacam sekte sesat, untuk memperkaya diri dan mempertahankan keawet-muda-an.


Bu Ika yang baru mengetahui kenyataan, menggeleng sambil menahan rasa takut dan kegetnya, ia syok dan ia menyadari jika ucapan Bella-- anaknya adalah benar.


"Jadi, jiwa Felix yang asli sudah menemui Ara untuk meminta bantuan?" batin Bu Ika. ia sadar kini, jika yang menemui Bella adalah arwah/jiwa Felix yang sesungguhnya dan yang sering ia lihat dirumah ini dengan sorot mata tajam dan sikap dingin adalah Makhluk gaib yang dipuja Tante Neni, Makhluk itu menguasai tubuh Felix, itu bukan Felix yang asli.


Tentu saja Bella bisa melihat jiwa Felix karena Bella mempunyai penglihatan yang lebih--pikir Bu Ika.


Sejak mengetahui hal itu, Orangtua Bella memutuskan untuk segera pindah rumah dan memutus kontak dengan Tante Neni. Mereka ingin melindungi anak semata wayangnya, Bella.


Tapi ternyata, jiwa Felix tetap mengikuti kemanapun Bella pergi, mungkin karena mereka telah terikat pertunangan sejak kecil atau mungkin jiwa Felix memang tidak tahu hendak kemana.


Bella melupakan semua tentang Felix, saat mata batinnya ditutup oleh seorang yang mengerti hal gaib. Itulah Om Deka, teman Pak Setyo. Ya, mereka memutuskan untuk menutup mata batin Bella agar Bella tidak bisa melihat tentang hal gaib lagi, terutama tentang Felix.


Bu Ika melakukan itu semata-mata karena ia takut membahayakan nyawa Bella. Apalagi Bella sempat mengatakan jika Bella berjanji pada Felix untuk mempertemukan tubuh Felix yang asli dengan jiwanya yang terombang-ambing ketika nanti Bella sudah dewasa.


"Felix, aku akan membantu kamu menemukan ragamu yang hilang. Aku berjanji. Tapi tidak sekarang, aku masih sangat kecil. Bagaimana jika saat umurku 20 tahun? Saat itu aku pasti sudah bisa mencari tahu semuanya."


Itulah janji yang dibuat Bella pada jiwa Felix dan Felix berharap besar pada bantuan Bella karena Felix sendiri tidak mampu menemukan raganya yang entah dimana dan terlebih lagi memang sedang dikuasai sesosok makhluk gaib yang jahat.

__ADS_1


Bu Ika tidak pernah tahu, akibat apa yang akan diderita Bella jika tidak menepati janji itu.


Bu Ika hanya berfikir jika Felix tidak akan menuntut Bella untuk menepati janjinya, karena Bella pun sudah tidak bisa melihat jiwa Felix lagi sekarang.


Dan juga, semenjak mata batin Bella ditutup, efeknya adalah Bella yang tidak bisa mengingat hal apapun lagi yang berkaitan dengan dunia mistis dan roh halus.


Awalnya, Bu Ika merasa semakin tenang semenjak Bella tidak bisa melihat hal-hal semacam itu lagi. Tapi, Bu Ika melupakan satu hal, jika Bella pernah mengucapkan janji pada Felix. Hingga saat inilah Bu Ika kembali teringat janji itu--saat Bella menyinggung perihal Felix dan Bu Ika juga sempat didatangi oleh Felix didalam mimpinya beberapa saat lalu.


*


"Dimana Ara akan menemukan raga asli milik Felix, Ma?"


Bu Ika tersentak kaget mendengar pertanyaan anaknya. Mendadak, wanita setengah baya itu jadi takut akan hal apa yang bisa dilakukan Bella.


"Mama juga tidak tahu, Nak. Maka dari itu tidak usah ikut campur lagi dengan urusan Felix. Itu akan membahayakan kamu," ucap Bu Ika berusaha menghentikan niatan anaknya yang sepertinya ingin menepati janji berbahaya itu.


"Tapi kalau Ara tidak menepati janji itu Ara juga takut, Ma. Kata Felix kita akan menyesal. Apa Felix akan marah, Ma?"


Bu Ika menggeleng, "Mama pusing, Ra. Mama juga takut tapi Mama gak tau. Mama melakukan ini karena Mama sangat takut semua ini akan membahayakan nyawa kamu."


"Ma.. tapi Ara harus menepati janji. Bukan karena takut terjadi sesuatu, tapi Ara tidak bisa membiarkan jiwa Felix terus seperti itu, tanpa raga dan tidak tentu arah. Ini sudah bertahun-tahun, Ma."


"Mama tahu, tapi pasti Felix bisa mencari sendiri raganya."


"Ma, kalau itu bisa, pasti Felix sudah melakukannya dari dulu," sanggah Bella.


"Ra, dengar Mama. Apapun yang akan terjadi, Mama gak mau kamu mencari tahu lebih lanjut dimana raga Felix berada. Kalaupun nanti kamu tidak menepati janji itu, katakan pada Felix untuk membahayakan Mama saja, biar Mama jadi korbannya. Jangan ganggu kamu. Mama akan menyesal jika kamu sampai kenapa-napa." Sang Mama menangis lagi, ia menyesali kenapa dulu sampai terlibat dengan urusan sesat Tante Neni.


Mereka berdua larut dalam perasaan takut, kalut dan gelisah. Bella sendiri juga larut dalam perasaan yang sama, tapi dia juga mempunyai perasaan lain yang sulit dijabarkan. Bella prihatin dan peduli pada nasib Felix selanjutnya. Terlebih lagi, Felix memang benar adalah tunangannya.


"Felix, aku akan membantumu..." batin Bella.


...TBC .......

__ADS_1


__ADS_2