TWIN BROTHERS POSSESSIVE

TWIN BROTHERS POSSESSIVE
Penuh Cinta


__ADS_3

Kini Azfary International School akan di ramaikan dengan beberapa hiburan juga bazar kelas yang diikuti oleh para siswa AIS.


Seano menatap ke arah gerbang, ia kini tengah menunggu orang penting yang sedari tadi tak memberi nya kabar.


"Hufttt ... kemana sih? Sebentar lagi  acaranya sudah mau di mulai."


"No ..." Panggil Kean pada Seano yang kini masih menatap ke arah gerbang.


"Hm?"


"Gimana? Belum sampai?" Tanya nya yang kini telah berada tepat di samping Seano.


"Belum" Setelah mengucapkan itu, Seano tetap memusatkan pandangannya ke arah gerbang. Namun tak berapa lama, pandangan nya kembali terpusat pada sebelah kirinya.


"Ngapain?" Tanya Seano dengan halis yang terangkat salah satunya.


"Hah? Oh, nungguin pemilik sekolah" Jawab Kean dengan tenangnya.


"Gue aja" Ucap Seano dengan dingin nya membuat Kean menatap ke arah Seano.


"Terserah gue dong" Jawab Kean yang hanya di balas dengan tatapan jengkel dari Seano.


Ddrrtt ... ddrrttt ...


"Hallo, Dad?"


"Bang, sebentar lagi daddy sama mommy sampai, abang sudah di dekat gerbang kan?"


"Sudah, Dad"


"Oh ya, itu, Daddy lihat kamu." Tanpa kata lagi, sambungan terputus dari sebrang sana membuat Seano menggelengkan kepalanya tak percaya.


"Bokap, lo?"


Seano kemudian menatap Kean dengan pandangan bertanya. "Kenapa dia selalu mau tau urusan gue?" Batin Seano sembari memperhatikan Kean.


"Hm"


Seano mengalihkan pandangannya ketika seseorang memanggilnya dengan suara keras.


"Abang!!!!"


"Mom, jangan lari!!!" Peringatan Seano dengan nada khawatir nya membuat sang mommy memelankan laju lari nya.


Sang mommy pun kini berada di hadapan Seano kemudian memeluknya erat.


Greeeppp, "Son, mommy rindu sekali ...."


"Abang juga kangen sama mommy." Seano pun memeluk erat tubuh Kim Lily.


"Hufttt ... Awas aja ya, kalau kamu mencalonkan diri jadi ketua OSIS, mommy potong uang jajan kamu selama kamu menjabat sebagai ketuanya. Dan karena mommy tidak mengizinkan itu."


Satria menatap Kim Lily dengan pandangan bertanya. "Memangnya kenapa, Mom? Abang kan ..."


"Pokoknya mommy gak izinin Abang. Lihat ini, astagaaaa baru jadi anggota saja kamu udah kurus begini, jarang ketemu di mansion, apalagi harus jadi ketua OSIS. POKOKNYA, MOMMY GAK SETUJU!"

__ADS_1


"Gapapa lah Mom, itu kan keinginan abang, jadi kita ikuti saja apa maunya abang. Sebagai orangtua, bukankah seharusnya kita men-support nya?"


Seano mengangguk membenarkan apa yang di katakan oleh William.


"Gimana nanti saja, eh, siapa ini?"


"Saya Kean tante, Kean Elyas Sragif anggota OSIS juga, sama seperti Seano."


"Wow ... Kamu juga OSIS? Tertarik jadi ketua OSIS disini?" Tanya Kim Lily dengan wajah ramahnya.


"Iya, Tante. Saya tertarik, dan saya pasti akan mengalahkan Seano." Ucap Kean dengan percaya diri nya.


Seano menatap datar laki-laki yang kini tengah berada di sampingnya. "Sungguh menyebalkan!"


"Itu lebih baik, sekarang kita masuk dulu, acaranya akan segera dimulai."


Kedua orangtua Seano duduk di kursi khusus pemilik sekolah yang bersamaan dengan tempat duduk kepala sekolah dan wakilnya yang berada di sebelah kiri dan kanan mereka.


Pembukaan acara pun di mulai, beberapa dari petinggi sekolah mulai maju ke depan satu per satu.


"Selamat pagi semuanya, Puji Tuhan, sekolah ini telah berdiri kokoh selama 25 tahun. Masa remaja yang penuh akan warna, kepintaran, bakat,  menatap ke arah sekitar mereka.


Ia mendekat ke arah sang Mommy, "Mom, Ily gak akan kesini?"


"Tidak, sayang. Ily harus temani kakak di rumah sakit."


"Yahhh ... Abang kira, bakalan nyusul"


"Enggak, Bang. Sudah kamu duduk dulu saja disini. Pasti cape kan?" Tanya sang Mommy seraya mengelus puncak kepala anak sulungnya.


"Good boy, tapi ingat pesan mommy tadi, okey?"


"Siap, Ibu negara!" Hormatnya pada Kim Lily yang ikuti tawa kecil darinya membuat siapa saja yang melihat nya terpesona.


Seano tak malu karena di manja oleh Mommy nya, karena bukan cuma dia. Kedua adiknya pun di manja sama seperti dirinya.


"Tante" Panggil seseorang membuat Kim Lily dan Seano menatap ke arah sumber suara.


"Haiii, Sam."


"Pagi, tante ..." Ucap Darrian yang kini menghambur ke pelukan Kim Lily.


"Pagi juga, Sam. Kenapa nih? Seneng banget kayaknya."


"Hehehe ... iya nih tante, Willy nya mana, Tan?"


"Ohh ... Ily gak ikut, katanya mau nunggu Sean aja di rumah sakit."


"Kirain Willy nya ikut juga, Tante heheh ..." Darrian menatap wajah Seano yang kini tengah menahan tawanya.


"Ketawa aja kali, No. Ledek aja gue sepuas lo" Ucap Darrian dengan wajah super bad mood nya. Padahal dalam pikirannya, hari ini ia akan bertemu Willy, bidadari hatinya. Tapi ternyata takdir berkata lain.


"Kasian deh, Lo" Seano kini memeluk Kim Lily lagi seraya berpamitan.


"Mom, abang mau gabung sama panitia lainnya, kalau ada perlu apa-apa langsung telepon abang aja ya."

__ADS_1


"Iya, Sayang. Nanti mommy akan hubungi kamu."


"Kalau gitu, Sam juga pamit ya, Tante."


"Iya, Sam. Salam buat mama dan papa kamu ya..."


"Baik, Tante. Akan Sam sampaikan."


Kedua remaja tampan itu kini kembali ke tempatnya masing-masing. Seano langsung di hampiri oleh Kean yang sedari tadi menatap interaksi ketiganya dengan  pandangan tertarik.


"Willy, siapa dia?" Tanya Kean yang kini tepat berada di sebelahnya. Seano pun menatap ke arah Kean dengan salah satu halisnya yang terangkat.


"Willy, pacar lo?"


"Hm"


Anggap saja jika Seano mengiyakan ucapan Kean karena malas terlibat perbincangan panjang dengannya.


*****


"Kakak, sekarang makan dulu ya"


"Hufftt ... Kakak gak mau, sayang. Makanannya gak ada rasa sama sekali. Gak enak."


"Hmm... Kalau enak ya di restoran bintang lima aja, Kak."


"Hahahaha ... Boleh tuh" Goda Sean pada adik manisnya itu.


"Ya gak boleh dong kak, kakak kan harus sehat dulu ... Makanya, sekarang kakak makan setelah itu minum obat dan istirahat."


"Kok kayak mommy sih dek?"


"Kayak, mommy?" Tanya Willy dengan pandangan bertanya-nya menatap ke arah Sean.


"Iya kayak Mommy, cerewet nya hahahaha ..." Mendengar hal itu lantas saja membuat Willy membe renggut kesal karena di goda oleh sang kakak.


"Sini deh" Sean kembali bersuara seraya melambaikan tangannya pada Willy agar adiknya itu semakin mendekat kepadanya.


Willy mendekat dengan perlahan dan menyimpan alat makan yang sedari tadi berada di tangannya.


"Kenapa kak?"


Sean menggenggam kedua tangan Willy dan menatap mata Willy dengan begitu dalamnya.


"Dek, kamu tau sesuatu gak?"


"Tau apa, Kak?"


"Kakak sangat beruntung punya adik seperti Ily, kakak sangat beruntung karena bisa jadi bagian orang yang berada di samping Ily. Kakak juga beruntung karena Ily terlahir sebagai keluarga Azfary."


"Ily juga , beruntung punya dua orang pangeran yang selalu ada di samping Ily. Dan Ily pun sangat bahagia dengan keadaan keluarganya.


" I love you, my little sis ..."


"I love you too, brother"

__ADS_1


Keduanya pun saling berpelukan dengan senyum yang tercetak jelas di bibir mereka.


__ADS_2