TWIN BROTHERS POSSESSIVE

TWIN BROTHERS POSSESSIVE
Kembali Sekolah


__ADS_3

Setelah keluar dari cafe, Sean dan Seano tak kuasa lagi menahan tawanya. Mereka tertawa terbahak-bahak karena perempuan yang menurutnya sangat konyol itu. Willy yang tak mengerti akan apa yang kedua kakaknya tertawakan pun hanya menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal.


"Kakak sama abang kenapa ketawa?"


"Hah? Ahh... gapapa sayang." Ucap Sean seraya mempoutkan pipinya menahan tawa membuat Willy tak percaya akan ucapan sang kakak. Ia memiringkan kepalanya menatap intens pada Sean.


"Bohong. Kasih tau Ily dong, Ily kan pengen ketawa juga."


"Hmm... gapapa sayang, lebih baik sekarang kita pulang aja ya."


"Ihhh... kok gitu sih? Ily juga kan pengen tau."


"Ssttt... udah, kamu jangan terlalu kepo, nanti otak kamu rusak kalau ingat-ingat lagi. Rusak karena ngingat cewek gatel itu lagi." Terus Seano dalam hati.


"Hah?"


"Engga, ayo kita pulang."


Akhirnya Willy pun menyerah karena tak bisa mengorek informasi lebih dalam lagi.


"Sayang, gimana hari ini?" Tanya Seano yang masih fokus pada jalan di hadapannya.


"Seneng!!! Ily seneng banget bisa jalan-jalan sama abang sama kakak hari ini."


"Abang juga seneng bisa main sama Ily." Kali ini Seano berbalik menatap ke arah kursi penumpang sekilas dimana adiknya tengah tersenyum menatap ke arahnya.


Willy mencondongkan tubuhnya untuk memberi kecupan pada Sean dan Seano. "Makasih abang, kakak udah ngajak Ily jalan-jalan."


"Sama-sama sayang." Sean pun menyentuh pipi Willy dan mendekatkan nya pada Sean untuk di kecup nya.


Willy pun memeluk Sean dari samping membuat Sean tersenyum senang.


Tanpa terasa, mereka pun telah sampai di mansion dengan beberapa bingkisan untuk di berikan pada mommy nya.


Ternyata Nyonya Kim tengah berdiri di depan teras menunggu kedatangan mereka. Dengan cepat Willy keluar dan berlari menghambur dalam pelukannya.


"Gimana mainnya, seru sayang?"


"Seru mom... Ily seneng banget bisa main lagi kesana."


"Syukurlah, tapi ga ada apa-apa kan?"


"Ga ada kok, Mom." Willy semakin mengeratkan pelukannya pada Kim membuat perempuan paruh baya itu tersenyum seraya mengelus kepala Willy dengan sayang.



Suasana pagi yang begitu menyegarkan, membuat putra putri Azfary itu tersenyum senang. Kabar bahwa sang daddy telah pulang dari perjalanan bisnisnya membuat mereka berteriak senang terlebih lagi Willy.



Dan, saat ketukan pintu pada kamar Willy terdengar. Hal itu membuat sang empunya kamar membuka pintu itu dengan senyum terukir indah di wajahnya.



"Selamat pagi tuan putri."



"Daddy...." Willy langsung masuk dalam pelukan sangat daddy. Ia memeluknya begitu erat untuk mencurahkan rasa rindunya.



"Baru semalam daddy gak pulang udah manja gini."



"Ily kangen daddy, biasanya kan Ily selalu liat daddy."



"Hmm... Daddy juga kangen sama princess daddy ini." Kecupan berulang kali William labuhkan pada kening Willy sebagai tanda rindunya.



"Udah selesai siap-siapnya?"



Willy melepas pelukan sang daddy, ia menatap lagi tampilan yang ia kenakan kemudian mengambil tas pink yang tersimpan di meja belajar miliknya.



"Udah siap, Dad." Ujar nya seraya mendekat dan memeluk kembali pinggang sang daddy.



"Kalau begitu, ayo kita turun, mommy udah siapin sarapan spesial buat kita."

__ADS_1



"Okey daddy."



Akhirnya William dan Willy turun menggunakan lift. Ia akan egois saat ini. Karena, jika dua putra kembarnya itu sudah datang mengganggu waktunya bersama Willy, mereka pasti akan lupa pada sekitarnya.



Sama halnya dengan William dan Kim. Karena apa? Karena William pun sama, ia tak ingin kalah dari kedua putranya dan hanya ingin memiliki waktu dengan Willy berdua dengan istrinya.



Sarapan telah tersedia di meja makan. Willy pun duduk di samping Kim setelah mengecup kedua pipi mommy nya.



"Asikkkk pancake!!!" Serunya berteriak dengan riang.



"It's for you, princess." Ucap Kim seraya mencubit gemas hidung mancung Willy.



"Thank you mommy... I love you."



"I love you too, sweetie."



"Daddy?" Tanya sang daddy kalau dirinya tak mendapat vitamin dari sang putri.



"I love you daddy."



"I love you too, princess." William tersenyum bahagia melihat tawa di kedua bibir wanita cantik yang kini berada di hadapannya. Dan... ditambah lagi dengan senyum yang mereka miliki. Sean dan Seano.




"Hello boy's..." William bangkit kemudian merentangkan kedua tangannya.



Si kembar pun langsung memeluk sang daddy dengan erat.



"Wow... Woo... Santai boy's."



"Abang kangen sama daddy."



"Hm... Kakak juga kangen." William yang mendapat ucapan seperti itu pun merasa ada sesuatu hal tersembunyi dan pastinya hanya William yang bisa mengabulkan itu.



"Wahhh... Ada maunya nih." Ungkap William yang kini di balas dengan binar mata dari kedua putranya.



"Dad... Abang mau—"



"Sarapan dulu sayang, kalian bisa minta apapun ke daddy setelah pulang sekolah nanti." Putus sang mommy yang akhirnya membuat Sean dan Seano mengangguk setuju.



William mengelus dadanya merasa lega. Ia menatap sang istri dengan tatapan menggodanya dan memberikan flying kiss pada istri tercinta.



Sarapan di mulai, tak ada suara lain selain ketukan sendok dan garpu. Mereka semua sarapan dengan tenang.


__ADS_1


Dan tak membutuhkan waktu lama, mereka pun selesai. Willy akan berangkat bersama Seano, sedangkan Sean akan menaiki motor sport nya seperti biasa.



Ketiganya pun berpamitan untuk pergi bersekolah.



Ya, kembali bersekolah membuat Willy sangat bersemangat. Tak hentinya bibir mungil tipis itu terus tersenyum lebar menampakkan gigi putihnya.



"Bang, kalau nanti Ily ikut eskul boleh kan?"



"Ily tau eskul darimana?"



"Dari Sasya."



"Sasya?"



"Iya, teman baru Ily. Sasya duduk di depan Ily loh bang."



"Oh iya? Bagus dong. Selamat yaaaa udah punya temen baru."



"Ada satu lagi, namanya Qwezia."



"Susah banget namanya."



"Makanya Ily panggil dia, Qwe."



"Ohhh... unik juga ya namanya."



"Iyaaa... Qwe sama Sasya baik banget sama Ily."



"Selamat sayang, karena sudah punya teman baru."



"Makasih abang...."



Willy memperlihatkan cengiran khas bulan sabit yang selalu menjadi favorit Azfary. Dan, karena seorang teman untuk Willy, adalah sesuatu hal yang baru untuknya. Itulah yang menjadikan gadis cantik ini semakin bahagia.



Mobil sport merah itu kini memasuki halaman sekolah membuat beberapa pasang mata menatap penuh penantian pada sosok yang akan muncul.



"Tunggu disini."



Willy menatap abangnya penuh penasaran. Dan ternyata, pintu mobil Willy di buka kan oleh Seano. Dengan penuh perhatian, Seano mengulurkan satu tangannya untuk di genggam oleh Willy, dan satunya lagi untuk melindungi kepala Willy agar tidak terkantuk.



"Terima kasih abang."



"Sama-sama sayang." Setelah itu, Seano merangkul kan tangan nya pada bahu Willy membuat semua perhatian semakin tertuju ke arah mereka.


__ADS_1


__ADS_2