
"Eemmm... Ily— "
"Ya?? Mau kan??" Ily menatap wajah Kean dengan semburat merah di pipinya.
"Iya Ily mau."
"Yang bener?? Kamu mau jadi pacar kakak??" Tanya Kean dengan antusiasnya.
"Iyaa kak, tapi nanti kakak bilang kan ke abang sama kak Sean??"
"Iya nanti Kakak bilang... ke mereka."
"Terima kasih karena udah mau jadi pacar kakak." Senyum tak luntur dari bibir keduanya. Walau bisa di yakini, bahwa Willy tersenyum dalam segala kebingungan yang melanda.
"Ayo kita pulang."
Willy pun mengangguk dan mengekor Kean dari belakang. Hal itu jelas membuat Kean terhenti sesaat kemudian menatap ke arah Willy.
"Sini, jalannya di samping kakak."
Senyum indah makin merekah di bibir Kean kala Willy membalas genggaman tangannya. Mereka pun akhirnya pergi menuju mansion Azfary.
Tanpa terasa, mereka telah sampai di tempat tujuan. Jantung Kean berdetak sangat cepat. Dalam hatinya ia terus berdoa agar semua yang ia impikan di lancarkan.
Langkah kaki keduanya terhenti kala seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat muda menyambut mereka dengan senyuman.
"Sore mom."
"Sore tante." Ucap mereka bersamaan.
"Sore sayang, kenapa baru pulang??"
"Loh? Ily kan udah izin sama abang mau kerja kelompok."
"Oh iya, kok mommy bisa lupa sih, hahaha. Eh, ada teman Ily ya? ayo masuk dulu."
"Makasih tante."
"Ayo kak!"
Mereka pun memasuki mansion luas kediaman Azfary. Willy berpamitan untuk mengganti bajunya terlebih dahulu dan meninggalkan Kean.
"Ekhem." Suara deheman seseorang membuat Kean terperanjat kaget.
"Astaga! gila gue kaget." Melihat seseorang di hadapannya saat ini, Kean pun bersikap biasa saja.
"Eh, ada lo Sean."
"Hm, ngapain lo disini?"
"Hah?? Oh enggak, gue habis anter Willy pulang."
Saat hendak membalas ucapan Kean, sang mommy pun datang membuat Sean kembali menutup mulutnya.
"Nak Kean mari sini, ini cemilannya."
"Iya tante, Terima kasih."
"Kalau gitu tante tinggal ya."
"Tunggu tante, ada yang mau Kean sampaikan, bisa minta waktunya sebentar."
"Emm.. iya silahkan."
"Sean, gue mau bicara sama lo dan yang lainnya. Seano mana?"
"Ngomongin apaan?"
__ADS_1
"Panggil aja dulu."
"Ck, awas aja kalo gak penting."
Sean pun pergi ke atas untuk memanggil Seano.
Akhirnya, mereka pun telah berkumpul di ruang tengah, bersamaan dengan datangnya Willy yang mengenakan baju overall nya.
"Halooo semuanya...." Teriak Willy dengan riang.
"Hai sayang, sini duduk." Sean mengarahkan Willy untuk duduk di pangkuannya. Ily?? Ya dia duduk saja sesuai perintah Sean.
"Jadi, mau ngomong apa??" Seano berbicara dengan dinginnya.
"Ekhmm... em– tante maaf sebelumnya, Sean Seano. Saya—"
Kean menghirup nafas dalam-dalam berusaha mengontrol detak jantungnya.
"Saya mau meminta izin untuk pacaran dengan Ily. Dari awal pertama lihat Ily saat dia kelas sepuluh, kami bertemu pertama kali karena tabrakan di koridor sekolah, awalnya saya ingin marah, tapi di urungkan karena melihat Ily."
"Ily yang lembut, baik dan juga cantik. Saya menyukainya tante. Setelah itu saya melihat betapa dekatnya Ily dengan Sean Seano membuat saya cemburu." Wajahnya merona merah karena malu akan prasangka nya dulu pada si kembar. Kean pun melanjutkan ucapannya.
"Hingga sekarang, kami sekelas karena Ily mengikuti kelas akselerasi, dan disitu saya coba mendekati Ily."
"Saya menyayangi Ily, saya juga mencintai Ily, saya disini mau meminta izin untuk menjadi pacar Ily dihadapan kalian semua."
Belum ada jawaban dari ketiganya. Sean dan Seano diam dengan muka merahnya menahan amarah, sedangkan sang mommy sudah tersenyum haru karena melihat ketulusan dimata Kean.
"Tante beri izin, asalkan nak Kean bisa menjaga putri tante seperti Sean Seano menjaganya."
"Saya akan jaga Ily tante, terima kasih karena tante sudah memberi izin." Kemudian ia menatap ke arah Sean Seano meminta jawaban dari keduanya.
"Kalo mom izinin, gue juga, tapi lo masih dalam pengawasan gue!" Kean menganggukkan kepalanya cepat kala mendapat restu juga dari Sean.
"Gue juga setuju aja, awas kalo lo sampe nyakitin adik gue!"
"Ily, besok kakak jemput ya, biar kita berangkat bareng sekolahnya".
"Emm— harus ya kak??"
"Gak juga sih, tapi kakak pengen berangkat sama Ily."
"Eeumm gitu, yaudah coba kakak bilang sama abang sama kakak dulu aja."
Kean menghampiri Sean dan Seano dengan tampang bersahabat.
"Bro, besok Ily gue yang jemput ya."
"Gak bisa, besok jadwalnya Ily berangkat bareng gue!" sergah Sean pada Kean.
"Loh?? Di jadwal??" Sean dan seano hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan Kean.
"Hm ... kalo gitu, gue bisa jemput Ily kapan??"
"Gue senin sama rabu."
"Seano selasa dan kamis."
"Lo jum'at." Kean yang mendengar jawaban dari Sean langsung melancarkan protesnya.
"Kok gue jum'at doang?"
"Ck, sabtu atau minggu kan lo bisa ajak Ily main."
"Oh iya, bener juga! yaudah deh, gue jumat."
"Kalo gitu, gue pamit pulang bro."
__ADS_1
"Hm..." jawab Sean dan Seano berdeham bersama.
Kean kembali lagi ke halaman depan rumah Ily, dimana Ily menunggunya di kursi teras.
"Gimana kak?"
"Kakak, di kasih jadwalnya jemput hari jumat aja, gapapa??"
"Iya gapapa kok,yang penting kan kakak dapat jadwal dari Abang sama Kakak."
"Iya, yaudah kalo gitu kakak pamit pulang yaa sayang, byeee." Kean mengelus kepala Ily dan mencubit hidung nya dengan gemas sebelum ia melambaikan tangan sambil berbalik menuju mobilnya.
"Byee.. kakak, hati-hati yaaa."
Di lain tempat, sebuah perseteruan terjadi antara Gea dengan sang mommy. Hingga, sebuah tamparan keras, Gea dapatkan karena rasa kesal yang terpendam dalam hati wanita paruh baya itu.
"Besok, kamu akan pindah ke London dan bersekolah di sana!"
"Tapi ma, Gea udah kelas tiga."
"Gak akan jadi masalah! Mommy capek kalau disini harus bertemu dengan daddy kamu!"
"Tapi mom—"
"Gak ada tapi-tapian! Sekarang beresin barang yang perlu kamu bawa, jam lima pagi nanti kamu langsung berangkat ke bandara dengan mommy."
"Gea mau pamit—"
"Gak bisa Gea. Kamu mau pergi ke rumahnya cuma izin pergi aja? Chat? Telpon kan bisa."
"Tapi gue gak punya nomor Sean ataupun Seano." Batin Gea bergumam sedih.
"Sekarang kamu packing, terus istirahat. Besok pagi akan mommy bangunkan."
"Ya, mom."
Setelah kepergian sang mommy dari kamarnya, Gea pun hanya bisa duduk meluruh meratapi kisah cinta nya yang bahkan tak bisa ia ungkapkan.
"Sean... Seano. Sebenarnya siapa di antara mereka yang ada di hati gue. Kenapa gue bingung?"
__ADS_1
Hei hei hei... Bertemu lagiiii 😁😁😁 jangan lupa vote comment nya yaaa.