TWIN BROTHERS POSSESSIVE

TWIN BROTHERS POSSESSIVE
Pernyataan Cinta


__ADS_3

Kean telah sampai di rumahnya dengan wajah berseri, ia sampai tak sadar melewati sang mama yang kini sedang duduk santai di ruang tamu.


"Kean, kamu gila? Atau kesurupan?"


"Iisshhh mama tuh ya, anak lagi seneng juga." Kean tak jadi ke kamar karena ia melihat sang mama menepuk bangku sebelahnya yang berarti menyuruh Kean duduk di sampingnya.


"Coba, ceritakan, ada apa?"


"Hm—"


"Hm apa??"


"Hm... hmmm—"


"Iisshh apa sih Ke, jangan bikin mama penasaran dong!"


"Sini ma, biar aku bisikin." Saking penasaran nya, sang mama mendekat ke arah Kean, dan Kean pun mendekatkan mulutnya pada telinga sang mama.


"Rahasia!" hahahahaha... dengan segera Kean lari dari mama nya, karena ia yakin telah membangunkan Singa tidur.


"KEAN!!!" Saking membahananya teriakan sang mama, mampu menggetarkan rumah berlantai dua ini dengan guncangan dahsyatnya.


"Ampunn  Maaaaaaa!" jerit Kean dalam kamar yang terdengar sampai bawah.


"Astaga anak itu–"


Sang mama akhirnya pergi juga menuju dapur untuk menyiapkan makan malam.


Dikamar, Kean kini telah terbalut handuk. Dengan percaya dirinya ia menuju kaca besar yang berada di hadapannya saat ini.


"Gue tuh ganteng," sambil mengusap rambutnya, memperlihatkan ototnya pada cermin.


"Dan gue pantasnya sama Ily!"


"Hah— jadi gak sabar nunggu besok." Akhirnya Kean pun mengenakan bajunya kemudian bersiap tidur untuk beristirahat .


〰〰〰〰〰


Senyuman Kean menyambut pagi yang telah tiba. Ia dengan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Setelah selesai, ia akan sarapan dengan cepat. Waktu menunjukkan pukul delapan pagi. Itu artinya 1 jam lagi ia akan bertemu Ily.


"Ma, nanti aku ajak teman kesini."


"Tumben–"


"Hm.."


"Isshh kamu nyebelin banget sih Kean, jawab tuh jangan singkat gitu donggg." Sang mama mulai kesal. Dengan segera Kean pun menghabiskan sarapannya dan segera berpamitan.


"Ma, aku pergi yaaa."


"Okey sayang, hati-hati yaa."


"Iya ma." Kean menggunakan mobilnya, karena ia akan bersama Ily,  ia takut jika Ily nanti kepanasan atau kehujanan maka dari itu Kean memakai mobil.


Ting tong


Ting tong


Ceklekk


Pintu terbuka menampilkan wajah Sean yang kini ada dihadapannya. Kean sudah tak terkejut lagi melihat Duo S berada di dekat Ily, karena mereka kakaknya, jawaban dari Ily membuat hatinya yang selalu cemburu kini telah terasa aman.


"Mau apa lo?"


"Kerkom."


"Hm, tunggu di luar."


"Sialan nih Sean, bukannya di suruh masuk malah suruh tunggu di luar." Batin Kean mendengus kesal.


Tak lama kemudian Ily muncul dengan setelan yang membuat Kean pangling.

__ADS_1


"


Hai kak Kean."


"Eh.. ha-hai Ily—"


"Kakak kenapa?? Kok mukanya merah gitu?"


"Ah.. oh... ini ?? Gapapa kok." Kean cengengesan karena terciduk tengah merona.


"Yaudah , ayo kak, kita berangkat."


"Ayo!"


"Kita mau kerjain dimana kak tugasnya??"


"Eumm... di rumah kakak gimana?? Ada taman di belakang rumah kakak."


"Okey kalo gitu, ayo kak." Secara refleks tangan Ily menggenggam tangan Kean dan menariknya menuju mobil Kean.


Mereka mampir ke mini market untuk membeli cemilan.


Ily dengan cepat membeli beberapa camilan, permen dan ice cream, sebenarnya Ily ingin membeli coklat, namun ia sedang dilarang memakan coklat oleh sang mommy karena saat kemarin malam Ily menghabiskan lima bungkus coklat.


"Sudah??"


"Udah kak, ayo kita ke kasir."


Mereka melakukan pembayaran, yang pastinya di bayar oleh Kean.


〰〰〰〰〰


Sesampainya di rumah Kean, Willy dengan wajah berseri mengikuti langkah Kean. Perlengkapan melukisnya??? Ada di rumah Kean, karena sebelumnya ia menitipkan alat alat nya pada Kean.


"Ma..."


"Mama...."


"Ma!"


"Eh.. Ke,loh.  Ini siapaa??? Aaaaa... lucu banget sih..." mama Kean dengan cepat mencubit pipi Ily gemas, Ily yang diperlakukan seperti itu menyengir memperlihat kan gigi kelincinya, dan segera menyalami mama Kean.


"Halo tante, aku Ily, teman sekelas kak Kean, kita mau kerja kelompok tante."


"Uuhhh imut banget sih kamu, boleh boleh, mau ngerjain dimana??"


"Taman belakang ma."


"Oh.. boleh– boleh, nanti mama bawain cemilan buat kalian."


"Eh.. gak usah tante, kita udah beli kok.. nihhhh bayak kannnn..." ucap Ily sambil memperlihatkan belanjaannya.


"Wihh.. mau dong ice cream nya satu." Pinta mama Kean tanpa rasa sungkan.


"Boleh, tante mau rasa apa??"


"Rainbow deh."


"Okey tante... 4ribu ya tante."


"Ehh.. bayar??" Mama kean terkejut bukan main.


"Engga dongggg... hehhe." Ily pun hanya terkikik geli karena berhasil mengerjai mama Kean.


Kean yang melihat keduanya akrab begitu merasa senang.


"Ayo Ily."


"Ayo, Tante Ily pamit yaa...."


"Iya.. makasih ya ice cream nya." Ily hanya mengangguk sambil tersenyum membalasnya.


Mereka akhirnya sampai di taman belakang rumah Kean.

__ADS_1


Taman yang hijau begitu asri, membuat suasana begitu sejuk dan juga alami. Ily suka ini.


"Kita duduk disini aja ya."


"Ia kak."


Ternyata peralatan telah disiapkan oleh Kean.


..."...


Kita mulai!!!"


Mereka memulai kegiatan melukis wajah mereka.


Sesekali Kean melirik wajah Ily yang begitu manis dan bertambah imut saat mukanya serius.


"Ekhmm!"


"Eh..  kenapa kak?? Kakak haus??"


"Eh.. en– engga kok."


"Ohh gitu–"


"Ily??" Panggil Kean pada Ily yang kini telah menyelesaikan tugasnya.


"Iya kak?"


"Eemm... Ily, coba lihat kakak dulu?" Willy melihat ke arah Kean, seketika Ily menjerit histeris karena melihat boneka Minion yang Kean pegang.


"Miniiiii...." Ily merentangkan tangannya , namun dengan cepat Kean menghindarkan bonekanya agar tak tertangkap ily, Ily hanya cemberut karena tak mendapatkan boneka nya..


"Ily, kakak mau bilang sesuatu sama Ily." Willy melihat Kean dengan tatapan polos nya kemudian mengangguk pelan.


"Emm.. Ily tau gak?? Kalo Ily tuh spesial buat kakak." Ily menggeleng sebagai jawaban.


"Ily tau gak kalo jangtung kakak sering berdetak cepat kalo lagi sama Ily atau pikirin Ily?" Ily menggeleng lagi.


"Mau bukti??" Ily menatap kean ragu, namun setelah itu ia mengangguk.


Kean mendekat dan memeluk Ily, tangan Ily diarahkan pada jantung Kean.


Deg deg deg deg deg


Jantung Kean berdetak dengan cepat. "Itulah buktinya."


"Kok bisa kak?"


"Karena kakak sayang Ily."


"Kakak cinta sama Ily."


"Sayang?? Cinta ??? Seperti apa??"


"Kekasih , Kakak mau Ily jadi pacar kakak, karena kakak sayang dan Cinta sama Ily."


"Tapi kata kakak sama Abang, Ily gak boleh pacaran."


"Nanti kakak akan izin sama mereka, jadi bagaimana?? Ily sayang kakak??"


"Sayang."


"Cinta??"


"Cinta itu apa??" Kean menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Aduhh.... Bingung juga gue jelasinnya" Batin Kean merasa bingung sendiri.


"Eumm itu deh pokoknya, jadi.... Jawabannya??"


"Eemmm... Ily—"


〰〰〰〰〰

__ADS_1


__ADS_2