TWIN BROTHERS POSSESSIVE

TWIN BROTHERS POSSESSIVE
Sean 'BETE'


__ADS_3

Willy masuk ke ruangan Sean dengan wajah memerah dan jejak air mata yang masih tersisa di pipi chubby nya. Mata indah itu memancarkan sinar ke khawatiran yang sedari tadi ia rasakan saat pertama kali mendengar kabar bahwa salah satu kakak nya di larikan ke rumah sakit.


Langkahnya dengan perlahan mendekat ke arah Sean yang kini tengah memberikan senyum manis pada Willy.


"Hug, me. Please ..." Tak lama kemudian, "hiksss ... hiksss ... kakak bikin Ily khawatir, Ily gak mau lihat kakak kesakitan kayak gini lagi. Kenapa kakak gak dengerin Ily." Tangis pun pecah saat Willy mulai masuk dalam pelukan Sean.


Kakaknya yang satu ini sungguh sangat menyukai hal-hal yang menantang. Balapan, tawuran, sparring one by one, dan lainnya. Namun, bagaimana pun caranya mencegah Sean, ia akan tetap melanjutkan apa yang jadi kesukaannya. Seorang bad boy sejati, katanya.


Namun jika seperti ini? Willy tak tahu harus bagaimana lagi caranya untuk sekedar memberi tahu kakaknya yang satu ini. Di dalam dekapannya, Sean menghirup aroma vanilla yang begitu menenangkan dari Willy.


Tangannya terangkat dan mengelus surai indah milik Willy. "Kakak baik-baik aja sayang ..." ucap nya berusaha menenangkan.


"Bohong, hiksss ... badan sama muka kakak sudah memar gini hiksss .... Ditambah ini nih, lukanya sampai harus di jahit. Hiksss ... Baik-baik aja dari mananya, Kak?"


Sean hanya terkekeh saat mendengar penuturan adiknya yang menurut ia sangat menggemaskan. Ia pun melepas pelukan nya dan memegang erat kedua tangan Willy yang kini masih menangis sesegukan di hadapannya.


"Dua hari lagi pasti sembuh kok, kamu percaya kan, sama kakak?"


Willy terdiam tanpa suara. Matanya menatap tepat pada manik mata Sean yang kini tengah memancarkan kesungguhan.


"Iya, Ily percaya" Akhirnyaaa ... Batin Sean menjerit senang.


"Nahhh ... gitu dong, sekarang mana senyumnya?" Dengan jahil, Sean mencubit kedua pipi Ily dan membuat sang empu nya meringis kecil dan memperlihatkan gigi kelinci miliknya.


"Uuhhh cute banget siihhh ..."


Keduanya pun tertawa bahagia.


Seano menatap mereka dari luar ruangan. Ia tersenyum bahagia jikalau melihat sang adik yang sedari tadi bersedih kini mulai tertawa kembali.


"Jangan sedih, Ily. Karena abang akan buat semua orang yang menjadi sumber kesedihan kamu itu menghilang."


*****


Satu hari telah berlalu, dan siang ini Darrian beserta beberapa teman sekelasnya datang untuk menjenguk Sean.


Tok tok tok, pintu ruangan Sean pun di ketuk dari luar membuat Seano bangkit untuk membukanya.


Ceklek "Haloo bro!!! Mana kembaran lo? Gue mau liat" Dan tanpa di persilahkan pun, Darrian memasuki ruangan dengan seenaknya.


"Masuk" Ucap Sean dengan nada datar nya.


Akhirnya ketiga teman lainnya ikut memasuki ruangan Sean. Mereka adalah teman sekelas Sean. Aji, Raza dan Indri.


"Sean, gimana keadaan lo?" Tanya Indri yang entah sejak kapan sudah berada di samping Sean.


"Baik"


"Gue khawatir banget sama lo. Kalau besok belum pulih, mending jangan maksain pulang aja."


Sean menatap tajam pada Indri dan membuat gadis itu dengan segera menundukkan kepalanya. Dalam benaknya, Sean berfikir, "memangnya dia siapa? berani banget ngatur-ngatur gue."


"No, bidadari gue mana?" Ucap Darrian mengalihkan kecanggungan yang tadi hinggap di antara semuanya.


"Baru aja pulang"


"Aahhh ... telat dong, gue"


"Hm ..."


Seano menatap ke arah Sean yang kini terlihat risih dengan perlakuan Indri. "Hahaha ternyata laku juga adik gue" batin Seano terkekeh geli saat melihat keresahan adiknya.


Drrtt ... drrrtttt ...


Getaran pada ponsel Seano membuatnya mengalihkan pandangan dari Sean dan Indri.


Princess Rabbit Calling ....


"Hallo, sayang" Suara Seano membuat semua orang yang berada di ruangan ini tertuju padanya. Yang di tatap pun merasa acuh dan tak peduli. Mereka pun dengan tetap terfokus pada panggilannya.


"Hallo, bang. Abang masih di rumah sakit kan? Ily mau kesana sebentar lagi"


"Iya princess, kamu kan baru pulang, masa mau kesini lagi?"


"Princess ... aku disini looohhhh" Teriak Darrian saat mengetahui Willy menelpon Seano.


"Loh, disana ada kak Darrian juga?"


"Iya sayang, ada teman sekelas kakak juga. Lebih baik kamu istirahat aja sana, kalau kamu kecapean dan ikut sakit gimana? Abang gak mau itu terjadi."


"Hmmm ... Iya deh, Ily gak kesana lagi. Kakak sama Abang udah makan belum?"


"Belum nih, paling bentar lagi"


"Yaudah, pokoknya kakak sama abang jangan sampai lupa makan yaaa, abang juga harus istirahat loh, salam juga buat kak Darrian dan lainnya."


"Iya Princess, bawel banget sihhh" Gemas Seano saat mendengar ceramahan sang adik yang lebih mirip dengan mommy mereka.


"Ihhh ... Abang, Ily serius lohhh" rengek Willy saat dirinya malah mendapat ejekan dari Seano.


"Hahaha ... Okey, okey ... I'm so sorry princess."


"Yaudah, Ily tutup ya, Bang."


"Iya, tidur gih."

__ADS_1


"Iya abangku sayaaaaang, i love you"


"I love you too, princess"


Panggilan pun terputus. Seano berbalik dari posisi nya dan berapa terkejutnya ia saat semua teman Sean termasuk Darrian kini berada tepat di hadapan mereka.


"Lo punya pacar?"


"Anak mana nih?"


"Cantik gak?"


"Umurnya berapa tahun?"


Seano yang mendapat pertanyaan pun hanya menatap datar ke arah mereka dan langsung membuat mereka sadar akan keberanian yang dengan seenaknya bertanya pada Seano yang telah di juluki pangeran es di sekolah.


"Jadi, dia mau kesini gak?" Tanya Darrian yang kini masih kekeuh ingin bertemu Willy.


"Sean, kamu mau makan sama apa? Nih aku bawain bekal. Ada sayur bayam loh"


Sean menatap ke arah bekal makan yang kini berada di hadapannya.


"Gue gak suka"


"Aahh... Sorry kalau ternyata lo gak suka sayur. Kalau nugget nya, gimana?"


"Enggak"


Seano semakin senang melihat wajah Sean yang bertambah kesal. "Hahaha salah sendiri bikin orang khawatir, tau di keroyok gitu, kalau gak sanggup kenapa gak pilih kabur aja."


Sean menatap Seano penuh harap. Ya, berharap membantunya untuk terlepas dari Indri yang sedari tadi menempeli nya. Andai saja Indri bukan perempuan, pasti udah Sean ajak sparring.


"FIX, HARI INI GUE BETE!!!" Batin Sean berteriak mengeluarkan kekesalannya.


"Itu balasan karena udah buat Ily nangis, jadi ... selamat menikmati kesengsaraan ini kembaran lku." Seano pun pergi meninggalkan ruang inap Sean dengan senyum yang terukir di bibirnya. Ia akan pulang ke rumah dan memiliki Ily sepenuhnya tanpa harus berbagi dengan Sean.


"Bang!!! Abang!!!! Jangan pergiiiii ..." Teriak Sean saat melihat Seano keluar dari ruangannya.


Sean menatap ke arah samping kanannya dimana sosok wanita yang sedari tadi terus menatapnya tiada henti itu berada.


"Jangan liat gue!" Ucap Sean dengan nada sebal nya.


"Kenapa? Ini mata siapa?"


"Lo liat siapa?"


"Kamu" Ucapnya di tambah dengan nada manja yang membuat Sean jijik.


"Lo buat gue risih"


"Jangan malu gitu, eh, lebih baik kalian pulang aja, biar Sean gue yang jaga."


"JANGAN!!!"


Ketinganya menatap Sean dengan takut karena suara keras juga terdengar mutlak.


"Kalau kalian berdua pergi, bawa juga cewek ini keluar."


"Tapi kan, aku mau sama Se-"


"GAK! LO ... HARUS PERGI DARI SINI!" Ucap Sean dengan penuh penekanan seolah tak ingin di bantah.


Dua orang teman lelakinya saling berpandangan memberi kode.


"Ya udah, kita balik ya. Lekas sembuh" Ucap salah satu dari keduanya.


"Hm ..."


"Kita permisi"


"Ya, thanks"


"Ya, sama-sama"


"Tapi gue mau sama Se ... eeemmh  eemmhhh"


Tanpa menunggu ucapannya selesai, salah satu dari mereka langsung membekap mulut nenek lampir yang begitu nyata bagi Sean.


"Hahhh ... akhirnya dia pergi juga"


******


Seano kini tengah mengendap memasuki kamar seorang gadis cantik yang tengah tertidur dengan lelapnya.


Pipi Chubby nya membuat Seano menahan keinginan nya untuk tidak mencubit pipi itu.


"Abang akan selalu jaga kamu sayang ... Hukum abang bila terjadi sesuatu yang membuat kamu menangis dan merasa kesakitan"


Seano pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Willy. Tangannya dengan perlahan terangkat untuk mengelus surai indah milik adiknya.


"Cantik"


Drrrttt  ... Drrrtttt ...


Getaran pada ponsel Seano membuat ia mengalihkan tatapannya yang sedari tadi tertuju pada Willy dan kini menatap pada ponsel nya.

__ADS_1


Kean


Seano, lo besok harus sekolah, akan ada rapat untuk acara ulang tahun sekolah


Me


Iya, gue sekolah


Kean


Jangan lupa bawa jersey karena sehabis itu kita akan latihan.


Me


Hm...


Dia adalah Kean, Kean Elyas Sragif. Lelaki berwajah tampan, kaya, pintar, jago basket dan merupakan anggota OSIS.


Ia teman Seano dalam berorganisasi. Entah kenapa, untuk memulai pertemanan dengan lelaki ini Seano merasa sangat enggan.


Tapi, mau bagaimana lagi saat organisasi membutuhkan setiap anggotanya saling bahu membahu dan juga berteman layaknya saudara.


"Huffttt ... Besok sekolah dan gue pasti berangkat sendiri" Keduanya saat ia sadar bahwa Sean tak akan pergi bersamanya.


"Ahhh ... gue lupa kalau ada Sam." Dengan cepat, ia mengetikkan pesannya pada Darrian.


Me


Sam, besok lo bawa kendaraan sendiri?


Darrian


Yo'i. Emangnya kenapa?


Me


Lo harus jemput gue. Gue males sendiri


Darrian


Cihh, manja banget sih lo


Me


Ohhh... Jadi gak mau ketemu sama adik gue?


Darrian


MAU ANJAYYYY!!!


Me


Okey, besok jangan sampai telat. Karena gue gak mau kena hukuman.


Darrian


Siap, lo tenang aja, kalau mau gue nginep malam ini pun gue bersedia


Me


Kalau itu, enak di elo nya


Darrian


Susah amat sih di kelabui nya


Me


Gue gak se bodoh lo


Darrian


Sialan Lo!!!


Seano pun mematikan ponsel nya dan kembali mengalihkan pandangannya pada Willy.


Cup, kecupan singkat pada kening Willy yang membuat sang empunya bergerak karena merasa terusik.


"Sssttt ... tidur lagi princess" ucap Seano menenangkan seraya menepuk puncak kepala Willy dengan perlahan.


"Abang ..." Gumam Willy dengan suara serak nya.


"Iya, ini abang, tidur lagi yaaa ... Abang temani"


Willy hanya mengangguk sebagai jawabannya. Kemudian, ia pun memeluk tubuh Seano dengan erat. Kepalanya bersandar pada dada Seano untuk mencari tempat ternyaman nya.


"Nice dream, princess"


******


Haloooo teman-teman... Maaf baru up jam segini, aku belum menyapa teman-teman di rumah juga.


Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang melaksanakan nya.


Semoga di beri kelancaran dan kesehatan pada kita semua. Aamiin.

__ADS_1


Jangan lupa VOTE dan COMMENTnya yaaa....


Aku tunggu komentar kalian, mau itu menyenangkan ataupun tidak. Karena itu akan jadi pembelajaran buatku.


__ADS_2