Virgine

Virgine
Dosa itu terbuat


__ADS_3

“ah pulang aja ah..” bilah tak mau masuk kerumah romi.


“ett ... mau gue gendong?” tanya Romi seraya mengambil ancang-ancang seolah akan menggendong Bilah.


“udah masuk,,ga bakal ada yang berani ngusir lo Bilah..” ucap Romi mantap.


Bilah agak ragu tapi dia akhirnya mau masuk ke dalam rumah.


Rumah romi sangat sepi.


Mereka masuk dan langsung menuju ruang makan.


Di meja makan sudah tersedia berbagai jenis makanan.


Romi meminta bilah duduk di kursi yang ada di sisi meja dan romi duduk di samping bilah.


“yuk makan dulu..” ucap romi seraya menyendok nasi untuk bilah. Dan lalu menyendok nasi untuk dirinya sendiri.


“banyak banget ini makanan..” ucap Bilah bingung.


“iya,,habisin ya semua biar gembrot” romi terkekeh ketika melihat bilah meringis sebal.


“makan dulu makan,mau gue suapin?” tanya Romi.


“apaan si...” jawab Bilah ketus.


Mereka akhirnya berhasil menghabiskan nasi di piring mereka masing-masing.

__ADS_1


Bilah menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi.


Romi menatap Bilah lekat.


“apa si gaje.” Bilah mencubit paha romi.


“aww...sakit ih.” Romi mengusap pahanya.


“eh mau liat kamar gue gak?yuk.” ajak romi seraya menarik tangan Bilah. Dan mereka berjalan ke lantai atas dimana kamar Romi berada.


“nah...nih kamar gue.” Seru romi seraya membuka pintu.


Bilah masuk dan melihat ke sekeliling kamar.


“beda banget ya rom sama kamar gue?” ucap Bilah seraya duduk di kursi dekat meja belajar.


“lho makanan tadi siapa yang masak?” tanya Bilah.


“gue order hehehe...” jawab romi polos.


“dasar,ngapain order banyak banget kaya gitu.” Bilah menggeleng-gelengkan kepalanya.


Romi tak menjawab.


Dia mendekati bilah dan memeluk bilah yang duduk di kursi. Wajah bilah terbenam di dada romi.


Bilah sangat menikmati pelukan hangat itu.

__ADS_1


Romi membelai kepala bilah sementara bilah memeluk pinggang romi.


Romi lalu melepaskan pelukannya dan memandang wajah Bilah. Bilah menunduk,dia merasa malu,wajahnya pasti sangat kacau.


Romi menyentuh wajah bilah dengan satu tanganya, menyentuh pipi bilah.


Tangan romi yang lain meraih tangan bilah, meminta tubuh bilah agar berdiri sejajar dengannya.


Romi membelai pipi bilah, dan romi mendekatkan wajahnya ke wajah Bilah. Romi lalu dengan cepat mengecup bibir bilah, membuat bilah terkejut luar biasa. Bilah berusaha menolak namun romi menahan kepala bilah dengan tanganya. Romi terus ******* bibir bilah yang lembut dan terasa begitu manis, perlahan bilah mulai menikmati ciuman romi. Perlahan Bilah membuka mulutnya da membalas ciuman romi. Mereka saling ******* hingga rasanya begitu basah. Secara alami aura kejantanan romi mulai aktif.


Dia mulai mencumbui leher bilah yang putih dan wangi,, mengecupnya berkali-kali. Membuat bilah merasakan sensasi yang tak pernah dia rasakan sebelumnya.


Romi lalu melepaskan ciuman pada leher bilah dan mengajak bilah duduk di tepi kasur romi. Dan romi kembali mencumbui bilah. Mencium bibirnya, hidungnya,pipinya,keningnya, menjilati leher bilah.


Tangan romi mulai menjamah seragam sekolah yang masih bilah kenakan. Dia mulai menyentuh kancing atas seragam bilah dan menyibaknya lalu bibir romi turun dari leher bilah ke dada bilah, bilah mengeluarkan suara desahan kecil.


Romi menciumi dada bilah,dan meremas-remas satu sisi yang lain.


Dan romi sampai pada bagian rok bilah, romi menyibakkan rok bilah dan membuka panty bilah perlahan, tak ada penolakan dari Bilah. Romi melanjutkan kembali aksinya. Dia mencumbui bilah hingga ke daerah intim bilah. Dan saat itu juga,rasa yang suda membuncah di antara romi dan bilah, tak ada akal sehat yang bekerja saat itu, romi lalu melakukan hal yang seharusnya tak pantas mereka lakukan.


Desah nafas bilah semakin kencang. Romi sangat menikmati hingga keringat membasahi tubuhnya yang masih terbalut tshirt. Mereka terjebak dalam puncak kenikmatan untuk pertama kalinya dalam hidup mereka.


Mereka mengakhiri segalanya dengan ciuman intim yang sangat lama.


Dan mereka tertidur tanpa merasa canggung atau merasa bersalah.


^

__ADS_1


__ADS_2