Virgine

Virgine
Mengecup bibir Bilah


__ADS_3

Gabrian membaringkan Bilah di kasurnya.


Lalu turun untuk mengambil air mineral dan naik lagi.


“Bilah minum obat mualnya dulu ya,nanti habis ini pasti ga mual lagi.” Dengan telaten Gabrian menuangkan obat ke sendok takar dan menyuapkannya ke Bilah yang berbaring dan meringis menahan rasa mual.


“ Tahan ya jangan dimuntahin. Nanti kalo dimuntahin harus minum lagi. Muntah minum lagi,muntah minum lagi, gitu aja terus sampe kamu berubah jadi jennie black pink.” Lalu Gabrian menutup mulutnya.


‘Kok aku ketularan receh ya kaya dokter tadi.’ Pikirnya konyol.


Ga lama si mbak datang lagi dengan semangkuk bubur panas.


“ ini mas, mumpung masih panas.” Kata si mbak.


Gabrian menerima mangkuk itu dan mulai menyuapi Bilah sedikit demi sedikit.


Si mbaknya berdiri di dekat Gabrian.


“lah mbak ngapain masih disini? Nungguin mangkoknya?” tanya gabrian.


“eh engga mas. Yaudah saya mau nonton drama korea dulu ya mas.” Katanya lalu keluar dari kamar Bilah.


“dih.” Kata Gabrian.


Bilah merasa mualnya mulai reda.


Tak banyak yang dia makan,tapi lumayan daripada tidak sama sekali.


“ Gimana? Masih mual?” tanya Gabrian.


Bilah menatap Gabrian.


‘kenapa cowok ini tingkahnya jadi mirip Romi.’ Pikir Bilah.

__ADS_1


“Bilah.”


“eh. Apa?”


“masih mual gak?”


“udah mendingan kok. Maaf ya ngerepotin.”


Jawab Bilah.


“habis ini minum obat demam ya.” Gabrian tersenyum seraya mengelus pipi Bilah.


Bilah mengangguk. ‘Gabrian,kenapa dia perhatian banget.’


Gabrian lalu mendekat dan mengecup kening Bilah.


“ Jangan sakit, aku ga bisa liat kamu kaya gini.” Gabrian menggenggam tangan Bilah.


Bilah merasa bingung harus bersikap bagaimana.


Gabrian lalu mendekat lagi dan mulai mencium bibir Bilah.


Bilah yang terkejut hanya diam saja untuk beberapa saat. Dan di saat berikutnya Bilah memalingkan wajahnya hingga ciuman Gabrian terlepas dari bibir Bilah.


Gabrian menatap wajah Bilah. Sekali lagi dia mencoba mencium Bilah tapi Bilah menghindarinya.


Gabrian menelan ludah dan kembali duduk tegak di atas kasur Bilah.


“Bilah ga suka ya sama aku?” gabrian terlihat muram.


“Bukan gitu.” Jawab Bilang canggung.


“Apa aku kurang baik buat kamu?”

__ADS_1


“bukan gitu..” Bilah mermas jemarinya sendiri.


“terus kenapa?”


“ Udah sana kamu keluar,aku mau tidur.” Ujar Bilah.


“jawab aku dulu. Kalo kamu ga suka aku, aku bakal tahu diri.” Ucap Gabrian.


“Gabrian,please.” Ucap Bilah.


“Jawab aja, aku akan terima kok setiap kata yang keluar dari bibir kamu.” Gabrian menatap Bilah dengan air muka serius.


“Gabrian, aku ini gak pantes buat kamu. Kamu kan..” ucapan Bilah terhenti.


“Apa?aku apa? Aku kaya sedangkan kamu engga?” Gabrian mulai jengah dengan kata-kata itu.


Bilah menunduk masih meremas jemarinya sendiri.


Gabrian lalu memeluk Bilah.


“ Suatu saat kamu pasti menyadari kalau aku sayang banget sama kamu.” Ucap gabrian seraya membelai kepala Bilah.


“Aku ini bukan cewek yang cocok buat kamu. Kamu baik,kamu lucu, kamu tampan, kamu punya segalanya. Tapi aku engga punya apa-apa buat kamu.” Jawab Bilah yang tenggelam dalam pelukan Gabrian.


“kamu punya senyum di wajah kamu yang selalu bikin aku bahagia.” Gabrian melepaskan pelukannya.


Dia rasanya ingin mengecup bibir Bilah. Tapi dia tak ingin Bilah menolaknya lagi. Itu seperti sakit tak berdarah. Ternyata sakit tak berdarah itu memang ada, akhirnya Gabrian mengecup kening Bilah.


“nanti minum obat ya. Terus tidur. Aku mau mandi sebentar ya.” Gabrian membelai rambut Bilah.


Bilah mulai tersenyum. Dan Mengangguk.


Dia rasanya ingin mengecup bibir Bilah. Tapi dia tak ingin Bilah menolaknya lagi. Itu seperti sakit tak berdarah. Ternyata sakit tak berdarah itu memang ada, akhirnya Gabrian mengecup kening Bilah.

__ADS_1


“nanti minum obat ya. Terus tidur. Aku mau mandi sebentar ya.” Gabrian membelai rambut Bilah.


Bilah mulai tersenyum. Dan Mengangguk.


__ADS_2