
“oia, yg aku bilang tadi pagi. Aku tarik lagi ya.” Kata Gibran membuat Bilah tak paham dengan maksudnya.
“hah?”
“soal abang kamu itu, aku udah ngmong langsung ke paman.
“oh iya.”
Kemudian tak lama Bapak dan mommy si kembar keluar dari kamar
“gimana mom bibi?” tanya Gibran peduli.
Bilah menoleh ke arah Gibran. ‘bisa peduli juga dia.’
“lemes katanya badannya.”
Mommy lalu duduk di samping Bilah.
“lama ga ketemu makin cantik saja,Bilah.” Sapa mommy si kembar seraya menepuk paha Bilah.
“emh,,makasih tante.” Jawab Bilah tersipu.
“dia emang dulunya jelek mom?” gabrian muncul dari arah kamar Gabrian.
“eh kamu darimana?”
“habis liat-liat kamar cewek cantik yang tadinya jelek.” Dia lalu duduk di sebelah mommynya.
“ehm,terimakasih nyonya sudah repot-repot kesini” ucap Bapak bilah merasa terharu.
Mommy si kembar tersenyum ramah.
“jadi bibi masih lama donk ya kerjanya paman?” tanya Gibran.
“sepertinya begitu mas, soalnya keliatannya lemah sekali.”
__ADS_1
“yah,kita gimana makannya. Kita susah paman kalau ga ada bibi.”jawab Gibran.
“bilah aja tuh suruh tinggal dirumah, dia kan pinter masak mom.” Celetuk Gabrian.
“wah,Bilah pinter masak?”
“engga tante,biasa aja.”
“bohon itu mom, Bilah kan tiap hari masak.”
Bilah melotot ke arah Gabrian.
Mommy si kembar tertawa geli.
“nah Bilah kan pinter masak dan pinter di sekolah. Gimana kalo sementara bibi sakit Bilah bantuin tante di rumah, Bilah ga usah ngapa-ngapain cukup bantuin tante masak dan bantuin si nakal belajar,biar gak main game online terus.”
Bilah menggigit bibirnya,
“Bilah nanti tante gaji seperti guru privat aja gimana?” tanya mommy si kembar.
Bilah lalu menerima tawaran itu tKanpa banyak berpikir. Toh hanya sampai ibu kembali sehat dan lagi pula Bilah bisa dapet uang untuk beli ponsel baru.
Gabrian berkata yes pelan.
Entah mengapa dia rasanya mulai menyukai gadis manis berambut pendek yang mandiri ini.
“yaudah sekarang ikut kita kerumah aja gimana? Kan berangkat sama pulang sekolah nanti bisa barengan aku.” Usul gabrian.
“sekarang?” kata BILah.
“boleh juga kalau Bilahnya gak keberatan.” Ucap mommy setuju.
Bilah lalu bergegas merapikan beberapa baju dan seragam serta buku-bukunya.
Dan pamit kepada Ibunya.
__ADS_1
Lalu Bapaknya mengantar mereka berempat kerumah si kembar sementara Bapaknya kembali pulang membawa mobilnya kerumah.
Sesampainya dirumah bapak menelpon abangnya agar besok mulai bekerja sebagai supir Gibran. Dan Abang Bilah sangat senang mendengar kabar baik itu.
***
Bilah di antar ke kamar tamu oleh Gabrian.
“ini kamar kamu, kamu berani kan tidur sendirian? Apa mau aku temenin?” goda Gabrian.
“apa sih ish,sanah kamu.” Bilah sebenarnya merasa senang berada di sekitar si kembar yang luar biasa tampan. Sampai-sampai dia lupa bahwa Romi belum menghubunginya sama sekali sejak tadi siang.
Bilah meletakkan tas besarnya di lantai dan
Berbaring di atas kasur. Dia kagum pada kasur yang dia tiduri. Begitu empuk dan lembut, tanganyya meraba-raba permukaan sprei dengan takjub.
‘halus banget’ pikirnya.
Dia lalu mengecek ponselnya. Benar-benar tak ada pesan masuk ataupun panggilan dari Romi.
Bilah lalu mengirimkan pesan whatsapp tapi ceklis satu. Bilah melakukan panggilan ke nomor romi tapi tidak aktif.
Bilah mulai gelisah.
‘mungkin terjadi sesuatu dengan ponselnya.’ Bilah hanya harus menunggu hingga esok bertemu dengan Romi di sekolah.
Bilah lalu terlelap terbuai oleh ruangan bersuhu rendah karena adanya pendingin ruangan di dalamnya.
‘nyaman sekali’
^
Bilah terbangun karena merasa begitu dingin, dia hendak menyelimuti dirinya ketika melihat ke arah jam dinding. Waktu menunjukan pukul 4 pagi.
Bilah lalu beranjak bangun “ kenapa disini waktu cepet banget ya kayaknya, perasaan baru tidur sebentar.” Keluh Bilah yang lalu keluar kamar dan menuruni tangga. Semalam mommy si kembar sempat menunjukan ruangan-ruangan dirumah ini dan mempersilahkan untuk menggunakan isi kulkas jika pagi-pagi sekali Bilah ingin memasak.
__ADS_1