Virgine

Virgine
Saya kembar pak :v


__ADS_3

Di dalam ruangan itu ada beberapa satpam yang sedang berbincang-bincang dan tampak oleh Gabrian ruangan sebelah yang kelihatannya ada ruangan cctv karena ketika pintunya terbuka sedikit Gabrian melihat beberapa layar tengah memperlihatkan beberapa sudut lokasi dari mall itu.


Biah menunduk. Gabrian tak banyak bicara. Mereka menunggu sang petugas wanita itu menjelaskan perihal kejadian itu pada pimpinannya.


Tak lama kemudian petugas wanita tadi dan seorang pria muda menghampiri Gabrian dan Bilah. Dia duduk di hadapan Bilah dan Gabrian sementara petugas perempuan tadi berdiri di samping pimpinannya.


“maaf ya adik-adik, perbuatan kalian itu sudah menganggu kenyamanan pengunjung kami. Sebenarnya apa yang kalian lakukan di dalam toilet wanita? Saya ragu kalau ada yang mengatakan kalian mesum disana. Maksud saya kalian masih cukup normal untuk mencari tempat pacaran.” Katanya sambil menatap ke arah Bilah dan Gabrian.


“emh..” gabrian mulai bersuara.


“jadi gini pak. Sebenarnya dia ini adik saya. Tadi saya nunggu dia diluar toilet tapi tiba-tiba saya dengar dia teriak-teriak. Jadi saya kaget dan saya masuk ke dalam tanpa pikir panjang. Saya lihat dia tadi ketakutan banget makanya pas dia lihat saya,dia langsung meluk saya.” Papar Gabrian mencoba menjelaskan.


“memangnya kamu kenapa sampe ketakutan begitu? Habis lihat Hantu?” si pimpinan security itu terkekeh.


Bilah hanya diam tanpa ekspressi.


“masa dia adik kamu? Kayaknnya kalian seumuran? Kamu mau bilang kalau kamu kembar?” tanya si bapak itu pada Gabrian setelah Bilah mengacuhkan pertanyaan hantunya.


“iya pak saya kembar.” Jawab Gabrian.


“hah? Kamu jangan bercanda.” Pak satpam itu jadi kesal.

__ADS_1


“saya memang kembar pak.” Ucap Gabrian lagi.


“ngaco, masa kembar mukanya beda. Tuh mana liat kamu mukanya begini dan dia mukanya begitu.” Kata pak satpam seraya mengetuk-ngetuk meja dan menujuk bergantian ke arah Gabrian dan Bilah.


“lah,saya kembarnya bukan sama dia. Sama kakak saya pak.” Ucap gabrian bingung.


“oh bilang donk dari tadi.”


Bu satpam yang dari tadi diam kini tertawa kecil.


“jadi kalian pacaran?” tanya pak satpam lagi.


“maunya siih gitu pak.” Jawab Gabrian.


“jadi kalian pacaran apa engga.”


“ya kalo saya maunya pacaran pak, tapi dianya ga mau terus.” Jawab gabrian.


“ya ampun. Kalian mau saya bawa ke kantor polisi?” tanya pak satpam tadi tambah kesal.


“lho kok dibawa ke kantor polisi? Emang kita kenapa pak?” tanya Gabrian kaget.

__ADS_1


“ ya kalian mesum di toilet wanita.”


“yah pak kalao mau mesum mah mending dirumah aja yang enak ada kasurnya ada AC, di kamar aja mesum mah, ngapain di toilet yang banyak orang masuk.” Kata gabrian.


“gimana sih maksudnya?” satpam itu malah bingung.


“jadi pak, dia itu tinggal dirumah saya, dia itu anak angkatnya mom sama dad saya. Nih bapak ngmong aja sama mom sayA kalo ga percaya.” Gabrian lalu menguhubungi mommy nya dan menjelaskan semuanya.


Lalu pak satpam tadi bicara via telepon dengan mommy nya Gabrian. Dan akhirnya mereka di perbolehkan pulang.


“lain kali jangan aneh-aneh ya kalo di tempat umu.” Katanya mengakhiri sesi inetrogasinya.


“iya pak. Makasih pak. Salim dulu pak.”


Gabrian mencium tangan pak satpam itu. Bilah hanya diam saja. Dia masih tak mengerti dengan kejadian yang baru saja dia alami. Kenangan itu terus saja muncul mengusik Bilah. Bahkan kini seperti menyiksanya terus menerus.


Gabrian dan Bilah berjalan keluar ruangan security itu dan bu satpam tadi mengejar mereka.


“de, ini belanjaanya ketinggalan di toilet tadi.” Dia mengulurkan dua paperbag besar kepada Gabrian.


“oh iya, makasih bu.” Gabrian lalu menerimanya dan lalu menggandeng Bilah.

__ADS_1


Dia harus cepat membawa Bilah pulang, sepertinya dia sangat lelah. Gabrian menoleh sebentar memperhatikan wajah Bilah. Dan lalu kemudian berjalan cepat.


^


__ADS_2