
• Enam bulan kemudian.
Bilah berhasil masuk ke fakultas kedokterab di Universita Indonesia.
Dan berkat kerja keras mereka dan bantuan bimbingan belajar dari Bilah, Gabrian dan Gibran bisa masuk ke UI dengan jurusan berbeda.
Bilah tetap tinggal di kediaman si kembar, karena ternyata fisik ibunya juga sudah tak memungkinkan untuk kembali bekerja dirumah si kembar.
Bilah hanya bertugas memasak saja. Sedangkan untuk pekerjaan rumah tangga Lain mommy Bilah memperkerjakan seorang wanita muda kenalan ibu Bilah,
Mbak rumi namanya. Dia baik dan rajin.
Orang tua si kembar membiayai kuliah Bilah, katanya sebagai rasa terimakasih karena Ibu bilah selama ini sangat baik merawat rumah, juga Bapak Bilah yang kemana-mana mengantar daddy tanpa pernah terkena masalah apapun.
Sementara Bilah tetap mendapat uang saku karena tugas memasaknya. Uang yang diberikan kedua orang tua si kembar sudah lebih dari cukup. Bahkan bilah bisa membeli sepeda motor matic untuknya kuliah. Meski dia lebih sering pergi dan pulang bersama gabrian. Atau terkadang bersama gibran.
Hubungan ibu bilah dan abangnya sudah membaik,bahkan kini keluarga kecil abangnya tinggal dirumah, kak Nia-istri abang bilah- sangat baik pada ibu, dia sekarang yang mengurus rumah serta menyiapkan makan setiap hari untuk seisi rumah. Memang selalu ada hikmah disetiap kejadian. Ibu yang mulai renta kini memiliki menantu yang baik hati dan memiliki cucu sebagai hiburan di masa senjanya kelak.
^
Pagi itu Bilah tengah memasak sarapan untuk keluarga si kembar. Saat Gabrian tiba-tiba datang ke dapur dan memeluk Bilah dari belakang.
“ish..” Bilah berusaha melepaskan pelukan gabrian. “lepasin gak?” kata Bilah galak. “aku lepasin,tapi kamu mau ya pacaran sama aku?” ucap gabrian manja.
“ish jangan mimpi ya.” Ucap Bilah seraya masih berusaha melepaskan tubuhnya.
Tiba-tiba Gibran muncul dan memukul kepala Gabrian dengan sendok sayur yang Bilah pegang sejak tadi.
__ADS_1
“tokkk”
“awwww..apa nih apa nih.” Gabrian melepaskan pelukannya.
Bilah tertawa.
“dasar mesum.” Umpat Gibran.
“apa sih, aku tuh udah bilang ke mommy kalo lulus kuliah nanti aku mau ngelamar Bilah.” Ucap Gabrian lucu.
“mending kamu ngelamar jadi sales aja, kamu pinter ngerayu jadi cocok.” Gibran duduk dan mengambil roti tawar dan menaruhnya di piring lalu mengoleskan selai kacang di roti itu.
“kamu gak makan nasi?” tanya Bilah.
“engga deh, aku lagi buru-buru nih ada janji sama asdos.” Kata Gibran setelah menyumpal mulutnya dengan roti.
“hah,,asdos mana nih? Yang bohay itu?” tanya Gabrian.
Gabrian mendekati Bilah lagi mecoba mencium pipinya.
“ettt pisau daging tajem nih,,” kata Bilah menodongkan pisau ke arah wajah Gabrian.
“kamu habisnya bikin gemes terus deh.” Gabrian menoel hidung bilah yang bangir.
“ish.” Bilah menyingkirkan tangan Gabrian.
“aku duluan ya.” Ucap Gibran setelah meneguk segelas air hangat.
__ADS_1
“dah.”
“hati-hati hyung cewek semok biasanya suka bikin kaku.” Kelakar Gabrian.
“apanya yang kaku?” tanya Bilah.
“ada deh urusan cowok hwhwhwhw.” Jawab Gabrian di akhiri dengan tawa anehnya.
Mereka lalu makan bersama, kedua orang tua si kembar selalu berangkat ke kantor lebih pagi dari jadwal kuliah mereka bertiga.
Bilah kini sudah lebih feminim, cara berpakaiannya sangat manis dan rambutnya bahkan sudah panjang dan dia merawatnya dengan baik.
Bilah juga pandai memoles wajahnya agar tampak selalu fresh saat di kampus, biasanya dia pakai korean look untuk daily look nya.
Gabrian menopang dagunya sambil memperhatikan Bilah yang tengah makan. Bibirnya bergerak-gerak manis saat dia menguyah makananya. Membuat Gabrian semakin penasaran bagaimana rasanya mengecup bibir pink itu.
“ga makan?” tanya BILah sambil lalu.
Gabrian menggeleng, menelan ludahnya.
“Bilah aku boleh cium kamu gak?” tanyanya seraya memandang wajah Bilah.
“ish..makin hari makin mesum aja, udah ayolah berangkat. Atau aku naik motor aku sendiri aja.” Ucap Bilah yang lalu menuju ke atas untuk mengambil tas dan memakai sepatunnya.
*Bilah*
__ADS_1
*gibran dan gabrian*