Virgine

Virgine
Toilet wanita.


__ADS_3

Mereka lalu berkeliling melihat-melihat toko-toko baju yang memajang baju-baju yang indah pada manekin-manekin mereka.


Bilah mentap sesaat ke sebuah manekin dengan baju kemeja berwarna sofpink dengan motif kotak-kotak kecil.


Gabrian lalu dengan cepat menyeret Bilah masuk dan mendekati manekin itu.


Pelayan toko itu datang.


Dan gabrian memintanya mengambilkan baju yang ada di tubuh manekin itu.


“eh ga usah,,ayo keluar.” Ucap Bilah tak nyaman karena toko itu sangat mewah dan semua bajunya terlihat indah. Pasti harganya mahal.


“ini ka.” Pelayan itu membawakan mereka baju yang dimaksud oleh Gabrian.


“mau dicobain dulu gak?” tanya Gabrian.


“ga usah, ayo pulang aja.” Jawab Bilah.


“langsung bungkus aja mbak. Ga usah dicoba.” Lalu gabrian mengikuti pelayan itu untuk membayar.


“eh bukan ga usah dicoba,tapi ga usah beli.” Kata Bilah.


“daripada ribet protes mending pilih deh tiga atau empat baju lagi.” Gabrian lalu mengajak Bilah berkeliling toko itu. Dan akhirnya berhasil membujuk Bilah agar mau menerima baju pemberian Gabrian.


“yaudah tapi, lain kali jangan ya.” Kata Bilah akhirnya menyerah karena gabrian terus menerus memohon.


“iya,nah gitu donk.” Gabrian lalu menyentuh lembut hidung bilah dengan telunjuknya.

__ADS_1


Bilah semakin hari semakin menyadari betapa baiknya Gabrian terhadapnya.


Tapi tak ada hal lain yang bisa dia harapkan, karena Gabrian hanyalah Tuan muda baginya, Tuan muda dirumah tempat dia bekerja dan medapatkan hiduo nyaman. Berbeda dengan Gibran, Gabrian selalu menunjukkan dengan jelas bahwa dia begitu peduli dengan Bilah. Tapi sekali lagi, tak akan lebih dari Tuan muda bagi Bilah yang bukan siapa-siapa.


“eh liat tas yuk.” Kata Gabrian ketika mereka sepakat untuk segera pulang.


Bilah mengikuti Gabrian, karena Gabrian kini menggandeng tangan Bilah.


“nah ini bagus nih,coba pake.” Kata Gabrian menyerahkan sebuah handbag berwarna putih kepada Bilah.


Bilah sekali lagi tak mau menerimanya.


“aduh, liat harganya. 800 ribu, mahal banget.” Ucap Bilah merinding melihat angka yang tertulis di barkot tas bermerk elizabeth itu.


“ ga mahal kok. Sesuai sama mutu tasnya. Liatin cocok banget kan sama kamu.” Kata gabrian.


“yah, aku ngambek nih.” Kata gabrian memasang tampang manjanya lagi.


“ish apa sih.” Bilah lalu berjalan keluar toko tas itu dengan kesal.


Gabrian lalu dengan cepat melakukan transaksi dan berlari mencari Bilah.


Bilah bahkan meninggalkan paperbag berisi baju-baju yang Gabrian beli. Gabrian tak menemukan Bilah dimanapun.


Kemudian dia melihat ada petunjuk arah ke toilet.


Mungkin Bilah sedang di toilet. Gabrian lalu menunggu di depan pintu toilet wanita.

__ADS_1


Cukup lama dia berdiri disana ketika samar-samar di dengarnya suara Bilah berteriak dari dalam toilet. Dengan langkah ragu Gabrian mencoba masuk ke dalam toilet wanita. Dia mengendap-endap.


Sekali lagi terdengar suara teriakan Bilah yang terdengar semakin kencang. Gabrian lalu dengan cepat masuk ke dalam dan mendapati Bilah tengah berjongkok di bawah wastafel. Bilah menutupi wajahnya . dan berteriak ketakutan.


“Bilah, Bilah kenapa??” Gabrian panik dan mengahampiri Bilah.


Bilah memeluk gabrian dengan erat. Gabrian bingung harus bagaimana


.


“ Bilah.” Katanya panik.


Bilah memeluk Gabrian dengan erat dan tangisannya semakin kencang.


Gabrian panik melihat kondisi Bilah dan dia lebih panik karena mereka berdua berpelukan di dalam toilet wanita di dalam mall.


Seorang Ibu-ibu masuk ke dalam dan terkejut melihat Gabrian dan Bilah ada di lantai dan dalam posisi berpelukan. Di tambah lagi Bilah menangis.


Ibu tadi berteriak-teriak.


“ Ya Allah, lagi ngapain kalian disini? Mesum?” teriakan ibu itu menyita perhatian pengunjung lain yang kebetulan melintasi toilet. Dan mereka berkerumun di depan pintu toilet. Beberapa wanita masuk untuk melihat apa yang terjadi. Suasana menjadi sangat gaduh. Bilah terperanjat dan sadar dari tangisannya dan melihat sekeliling. Mereka semua menatap ke arah Bilah dan Gabrian.


Gabrian terlihat bingung.


Tak lama kemudian seorang petugas keamanan wanita datang dan dengan sigap membawa bilah dan Gabrian ke kantor keamanan mall itu yang terletak di basement dua.


Bilah bingung dan sangat terkejut dengan kejadian yang baru saja dia alami.

__ADS_1


__ADS_2