
Sementara itu Gibran yang sudah selesai dengan urusannya nampaknya sibuk dengan ponsenya. Gabrian menghampirinya.
Saat itu sudah menjelang sore.
“hyung, udah urusan sama asdos semoknya.” Tanya Gabrian ketia duduk di depan Gibran.
Mereka berdua sedang menunggu Bilah seraya minum softdrink di kantin kampus mereka yang akan selalu penuh bahkan hingga malam tiba.
Gibran menggaruk-garuk dagunya.
Gabrian memelototi Gibran.
“kayaknya dia ga denger aku ngomong apa. Ehm nyesel aku ngomong.” Kata Gabrian lalu meneguk minumannya.
Gibran masih memandangi ponselnya. Sepertinya dia sedang membahas hal penting dengan seseorang lewat whatsapp.
Gabrian mengubah pandangannya dari Gibran ke arah lain. Dia meliat sekelompok mahasiswi yang cekikikan seraya memperhatikan Gibran dan dirinya.
Gabrian lalu beraksi, dia bertingkah sok cool dan berpura-pura merapikan rambutnya.
Para gadis itu serentak memekik girang karena ulah Gabrian yang bagi mereka sangat menggemaskan.
Gabrian lalu meneguk minumannya dari kalengnya dengan slow motion.
Bilah datang dan melihat Gabrian bertingkah dan lalu menepuk kepala Gabrian hingga minuman Gabrian menyembur ke meja, mengenai ponsel Gibran dan membuat Gibran menyadari bahwa ada Gabrian disana.
“apa sih.” Katanya ketus. Lalu tenggelam di layar ponsel kembali.
Bilah tertawa melihat Gabrian terbatuk-batuk karena tersedak.
Seorang gadis mungil melewati meja mereka bertiga dan kembali lagi laluo menyapa mereka.
__ADS_1
“hai Bilah.” Sapanya ramah dengan senyum malaikatnya.
“eh ivvie,haii.” Bilah yang baru saja akan duduk sontak berdiri kembali dan menyambut sapaan ivvie.
“eh..lagi sama-sama Gabrian ya.” Katanya menatap fokus ke Gabrian yang tengah sibuk dengan batuknya yang belum reda.
Bilah lalu duduk di sampingnya dan menepuk-nepuk pundaknya.
“duh,,lebay bat si kamu.”
Gabrian menoleh dengan manja.
“beliin minum.” Katanya manja pada Bilah.
“lah itu minuman kamu.” Kata Bilah menunjuk kaleng minuman di depan Gabrian.
“habis lah muncrat semua.” Katanya memasang muka menggemaskan.
“eh lagi pada ngumpul ya.” Kata ivvie yang terlupakan.
“eh,,ya ampun sampe lupa ada lo. Sini duduk gabung sama kita.” Ajak Bilah.
“gpp?” tanyanya malu.
“ya ga apa-apa. Kan kamu teman Gabrian juga.” Jawab Bilah.
Gabrian menoleh dengan cepat ke arah ivvie yang duduk di samping Gibran.
“temen aku?” tanyanya bingung karena sama sekali tak mengenal ivvie.
Ivvie tersenyum manis. “kita satu fakultas.”
__ADS_1
“oh.” Kata Gabrian singkat.
Bilah menyikut perut Gabrian.
“kok oh doank si.” Bisik Bilah.
“ ya terus apa? Ih?” Gabrian balik tanya.
“ya apa kek.”
“apa kek apa misalnya?” tanya Gabrian lagi dengan sesekali terbatuk.
“au ah. Eh ivvie lo mau makan?” tanya Bilah.
“ah engga Cuma haus aja nih. Aku jarang makan sih kalo sore atau malem. Makanya badan aku langsing dan mungil gini.” Katanya dengan mata ke arah Gabrian yang tak peduli dengan apapun yang dia ucapkan.
“oh gitu emang ga laper?” tanya Bilah yang kebingungan sebenarnya ivvie sedang bicara dengan dia atau tidak karena dari tadi matanya selalu ke arah gabrian.
Ivvie tak menjawab. Dia menopang dagunya dan menatap Gabrian dengan tersenyum-senyum.
Bilah menggaruk belakang telinganya.
Gabrian lalu berdiri “ Bilah, ayo pulang.”
Katanya tak menghiraukan tatapan genit ivvie.
“pulang? Sekarang? Tumben kamu ngajak pulang pas matahari masih keliatan. Biasanya anteng banget tebar pesona ampe aku jamuran.” Kata Bilah heran.
“udah ah ayoalah, hyung aku balik duluan.” Lalu Gibran menarik tangan Bilah.
“eh,,eh tunggu eh,,, ivvie gue duluan ya.” Bilah melambaikan tangan satunya yang tak di genggam Gabrian.
__ADS_1