
Romi terbangun dari tidurnya, dia terkejut.
“hah jam berapa nih.” Romi mencari-cari ponselnya untuk melihat jam.
“jam 9..haduh kirain udah pagi,kaget.” Ucapnya seorang diri. Kemudian duduk kembali di kasurnya, membelai wajah Bilah.
“bilah...bangun,udah malem nih.” Ucap romi lembut.
Bilah mengerjapkan matanya.
Dan langsung duduk karena kaget.
“jam berapa sekarang?” tanyanya ngeri.
“jam 9” jawab romi.
“hah..pagi?” tanyanya takut.
“malem...” jawab romi seraya tersenyum.
“argh,,kaget gue,,” jawab bilah lega.
Romi menatap wajah bilah lagi.
“apa sih.”
__ADS_1
Romi mengecup bibir bilah.
“gue anter pulang yuk.” Ajak romi.
“ehm,,gue harus pulang ya?” goda bilah.
“eh,,kok nanya gitu?” romi merasa gemas dan mencubit hidung bilah.
“yaudah ayuk,keburu tambah malem.” Ucap bilah.
“yuk,,tapi bentar deh.” Romi lalu mengecup bibir bilah lagi, mengecupnya lagi dan ******* bibir bilah, dan bilah membalas dengan penuh gairah.
Tangan romi mulai menjelajah tubuh bilah lagi.
Mulai mencumbui bilah lagi. Bilah tak kuasa menolak sensasi bibir romi yang sungguh nikmat.
Selesai melakukannya bilah merapikan kembali seragam sekolahnya dan romi membantu merapikan rambut bilah sambil sesekali mengecup bibir bilah.
“ah,,udah,nanti ga jadi pulang kalo kaya gini hehe.” Ucap romi tersenyum manis.
Romi lalu mengantar bilah kerumah, bapak bilah begitu terkejut melihat bilah nampak bahagia dan lupa dengan persoalan tadi pagi.
Bapak bilah menyampaikan rasa terimakasih pada romi ketika romi akan pulang. Terbesit rasa getir di hati romi, dia sudah menodai bilah dan sekarang dia mendengar bapak bilah berterima kasih. Romi menghela nafas dan melaju cepat menembus malam.
Rasanya ingin cepat sampai rumah dan menelpon bilah, belum pernah romi merasa sebahagia ini dalam hidupnya.
__ADS_1
“bilah gue bakalan sukses dan nikahin elo.” Katanya seorang diri di antara angin malam yang menusuk.
^
Bilah memasuki kamarnya seraya terus menerus tersenyum dan menggigit-gigit manja bibirnya sendiri. Dia lalu berganti baju, mengenakkan baju tidur pink dengan karakter hello kitty dan berbaring di ksaur seraya memeluk bantal guling.
“ah,,rasanya gini banget ya,,” bilah tak sabar menunggu esok hari datang sehingga dia bisa sekolah dan bertemu Romi.
Bilah membayangkan apa yang terjadi tadi, ada rasa bersalah di benaknya, namun suka citanya lebih banyak memenuhi alam pikirannya dan juga perasaannya. Hingga bilah mengabaikan hal-hal yang mungkin kelak akan jadi masalah besar bagi hidupnya dan hidup Romi, juga hidup keluarga mereka.
Hari itu belum tiba saatnya hadir rasa menyesal atau bersusah hati akibat dari perbuatan mereka berdua. Hal-hal semacam itu tak patut di lakukan diluar pernikahan terlebih mengingat status mereka yang masih kelas tiga SMA.
Beberapa menit kemudian Bilah mendapati ponselnya yang berada di bawah bantal sejak siang, berbunyi pelan dan singkat.
Pesan whatsapp dari romi
Bilah, udah tidur?
Bilah langsung mengetikkan balasannya.
Belum.
Romi lalu melakukan panggilan video dengan Bilah, bilah awalnya malu dan merasa canggung, tapi dia tidak bisa menahan rindu ingin melihat wajah Romi. Meski baru saja bertemu rasanya sudah rindu.
Mereka berbincang soal apapun hingga hal-hal yang tak penting. Romi yang pandai berkelakar terus menerus membuat Bilah tertawa karena logat betawinya yang kental sekali. Tapi mereka berdua sama sekali tak membicarakan kejadian sore tadi, rasanya sangat canggung bagi mereka membahas hal-hal indah bagi mereka berdua itu.
__ADS_1
Hingga akhirnya Romi memutus panggilan video karena BILah terlihat sudah sangat mengantuk. Dan mereka tertidur bersama mimpi indah tentang indahnya hubungan mereka di hari ini.