Virgine

Virgine
Cinta atau lainnya?


__ADS_3

Mereka lalu berjalan ke parkiran dan bergegas menaiki sepeda motornya. Karena mereka berdua benar-benar tak menyukai suasana di parkiran kampus yang hiruk pikuk dan pusing melihat ratusan kendaraan berjajar disana dan disini.


Gabrian ternyata membawa Bilah ke mall yang letaknya tak jauh dari rumah gabrian.


Bilah yang tertidur seraya memeluk Gabrian dalam perjalanan dibuat terkejut ketika sampai di tempat tujuan.


Bilah mendapati dirinya kembali ke sebuah parkiran.


“lah,, kamu dari tadi belum jalan? Ko masih di parkiran aja?” tanya Bilah seraya menguap.


“dih..” gabrian lalu turun dari motornya dan melepaskan helmnya.


Lalu Gabrian membuka helm Bilah yang kelihatanya masih belum sepenuhnya sadar dari tidurnya.


“heran deh aku. Kamu di motor aja bisa ya tidur sampe pules gitu. Sampe ga sadar dibawa kemana-mana.” Gabrian gemas dan menyentuh dagu Bilah.


“eh? Emang ini dimana?” tanya Bilah.


“udah masuk yuk. Kita makan dulu habis itu nyari baju-baju buat kamu pakai ke kampus.”


Kata Gabrian lalu mengajak Bilah masuk ke dalam mall lewat pintu utara yang terhubung dengan parkiran motor yang terletak diluar ruangan.


“lho,ini mall. Eh mau ngapain? Katanya pulang.”


“iya nanti juga pulang, tapi makan dulu sama liat-liat baju buat kamu.” Kata Gabrian.

__ADS_1


“baju buat apa sih? Bajuku udah banyak.” Tolak Bilah.


“banyak apa. Aku aja sampe hafal baju-baju yang kamu pake hari senin,selasa, dan terus sampe weekend, kamu tuh ke kampus kaya pake seragam tau gak. Itu-itu aja kostumnya.” Jawab Gabrian.


Mereka menaiki eskalator menuju lantai tiga dimana foodcourt terletak.


“ish, aku kan ke kampus mau kuliah bukan mau fashion show.” Jawab Bilah.


“ye.. kalo dikasih tau jawab terus deh.”


Gabrian lalu merangkul Bilah dengan sangat erat.


“ish..sakit.” bilah meronta-ronta.


“mau makan apa?” tanya gabrian.


“ketoprak.” Jawab Bilah.


“dih..” gabrian mencubit pipi bilah dengan gemas.


“ishhh..” bilah mengibas-ibaskan tangan di depan wajahnya seolah mengusir lalat.


“makan itu aja yuk teppan, biar ada nasinya. jadi Bilahku ini kenyang.”


Bilah tak menjawab karena asyik melihat sekekelingnya.

__ADS_1


Gabrian terkekeh.


Mereka masuk ke restoran cepat saji yang menyediakan aneka makanan lezat dalam hotplate.


Mereka duduk memeriksa menu di meja. Setelah menentukan pilihan, Gabrian beranjak ke meja tempat order dan membayar sejumlah uang.


Tak lama pesanan mereka siap.


Dua porsi beef teriyaki dengan masing-masing nasi putih yang mengeluarkan asap.


“makannya pake sumpit?” tanya Bilah bingung ketika mereka tidak memesan mie ayam tapi mereka dapat sumpit.


Gabrian tersenyum lalu meminta waitress membawakan mereka sendok dan garpu.


“kalo ga kenyang pesen lagi.” Kata Gabrian.


Bilah lagi-lagi tak mendengarkan.


Dia sudah mulai makan, dengan sangat lahap.


Gabrian hanya tersenyum melihat tingkah Bilah yang selalu membuatnya gemas.


Gabrian merasa hari ini hatinya sangat bahagia. Dia ingin sekali membuat Bilah tersenyum,tersenyum dan selalu tersenyum di setiap harinya. Entah ini perasaan cinta atau sekedar berempati pada kondisi Bilah. gabrian belum mampu membedakkannya. Tapi yang dia tahu, dia hanya ingin selalu berada d dekatnya. Dan menjaganya. Ada disetiap saat ketika Bilah membutuhkannya. Dan selalu ingin melihat ada senyum di wajah manis Bilah. dan berharap Bilah akan selalu ada di dekatnya.


^

__ADS_1


__ADS_2