
Sementara itu Bilah dan Romi kini berada di taman yang mereka datangi kemarin.
“kita gak jadi kerumah lo?” tanya Bilah.
“besok aja lagi kita kerumah gue, gue lagi pengen ngobrol-ngobrol sambil cari angin disini.” Jawab Romi.
“bilah,elo engga apa-apa kan?” tanya Romi.
Bilah menoleh menatap Romi.
“soal kemaren itu,gue minta maaf.” Ucap Romi,
Bilah hanya terdiam.
“gue harap lo ga jadi benci ke gue,Bilah gue akan jadi suami lo. Percayakan hati lo hanya untuk gue. Kemanapun gue melangkah pada akhirnya gue akan kembali dan akan selalu ada buat lo. Oke?”ucap romi seraya menggenggam tangan Bilah.
Bilah tak mengerti maksud kata-kata Romi namu dia hanya mengangguk saja.
“nah sekarang gue anter lo pulang dulu ya, lo harus jaga ibu lo hari ini, kita bisa jalan besok-besok kalo ibu lo udah baikan.” Romi lalu mengajak Bilah untuk pulang.
Sesampainya dirumah. Romi masuk ke kamar Bilah ketika Bilah masuk untuk meletakkan tasnya di meja, bilah terkejut karena Romi tiba-tiba memeluknya dan mencium keningnya. Mata Romi tampak berkaca-kaca.
__ADS_1
“romi ada apa?” tanya Bilah bingung dan cemas.
Romi menggeleng.
“yaudah gue balik dulu ya. Jangan lupa makan siang.” Kata Romi lalu pamit pergi begitu saja.
“romi lo yakin lo engga apa-apa?” tanya Bilah khawatir.
“engga apa-apa.” Jawab Romi.
“masuk,makan terus istirahat ya.” Romi lalu melambaikan tangannya dan memacu motor sportnya. Dan mengilang dari pandangan Bilah yang berdiri terpaku di ambang pintu rumahnya.
Bilah tak mengerti dengan situasi ini. Mengapa romi bersikap aneh seperti itu. ke dapur dilihatnya ibunya sebentar. Ibunya sedang tidur.
Bilah hanya memasak dengan bahan seadanya yang dia temui di kulkas satu pintunya yang sudah terdapat korosi di beberapa sisi luarnya.
^^
Romi melaju dengan kecepatan tinggi, isi otaknya sungguh kacau. Dia tak tahu lagi harus berbuat apa. Kesalahan terbesar yang dia perbuat kepada Bilah tak kan bisa dia maafkan sampai kapanpun.
Romi menyembunyikan tangisnya di dalam helm merahnya. Dia sungguh kacau. Bilah yang lugu dan manis yang selama ini dia jaga.
__ADS_1
Bilah tunggulah,suatu saat aku akan datang dan menebus segalanya.
Romi masuk kerumah dan bergegas mengganti pakaiannya. Koper besar sudah siap di dekat meja belajarnya. Dan mas bro sudah menunggu di depan, bersiap mengantarkan Romi ke Bandara.
Romi menyentuh sandaran kursi tempat Bilah kemarin duduk dan dia peluk dengan penuh kasih sayang.
“Bilah,anggaplah aku brengsek untuk sementara ini agar kau tak tersiksa dengan rasa rindu yang mungkin akan membelenggu kita berdua.” Ucap Romi pilu.
Kenyataan bahwa dia harus menghilang tiba-tiba akan menjadi mimpi buruk untuk Bilah,terlebih setelah apa yang Romi lakukan padanya malam kamarin.
Tapi lebih baik Bilah membencinya untuk sementara waktu, itu akan lebih baik.
Karena akan lebih berat menahan rasa rindu yang mungkin akan membuat frustasi.
Harusnya Romi tak melakukan apapun saat itu. Itu sungguh diluar kendalinya. Karena bertahun-tahun Romi sudah menahan perasaannya pada Bilah, dan kemarin Romi rasanya tak sanggup lagi menahan segalanya.
“mas..ayo mas sudah sore takut macet.” Suara si supir mengejutkan Romi.
“oia bro,ini gue mau turun.” Romi lalu menarik koper besarnya.
“sini mas saya saja.” Sang supir meraih koper itu.
__ADS_1
Romi lalu berjalan di depan supir yang menggeret koper besar coklat bermerk lojel itu.
^