Volume Cinta Dania

Volume Cinta Dania
Bab 10


__ADS_3

Dania melihat Zico yang membalikkan tubuhnya di kantornya. Dengan panik akhirnya wanita itu mengejar Zico. Dia tau bahwa lelaki itu sedang marah kepada-nya.


Dania mengejar Zico dengan cepat. Namun dia terlambat, Zico sudah mengendarai mobilnya dengan kesal.


Dania berlari menuju ruangannya. Dia segera mengambil kunci mobilnya dan tasnya. Walaupun dia kesal dengan suaminya namun dia tidak bisa membohongi dirinya bahwa dia sangat mencintai Zico. Dia tidak pernah bisa melupakan lelaki itu.


Dania lansung masuk kedalam rumah setelah melihat mobil suaminya sudah terparkir di depan rumah. Dia ingin menjelaskan apa yang di lihat suaminya.


Dania lansung berjalan menuju kamar Zico. Namun dia melihat lelaki itu sedang berada di kamarnya.


Zico sedang mengeluarkan semua baju miliknya dari lemari.


"Kenapa bajuku di keluarkan dari sana?" tanya Dania kepada sang suami.


Namun Zico hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Dania. Lelaki itu juga tidak menatap wanita itu sama sekali.


"Aku bertanya, kenapa baju aku di keluarkan?" tanya Dania lagi.


Zico tetap mengacuhkan wanita itu. Dania yang tidak sabar akhirnya menghentikan Zico dengan memegang kedua tangan lelaki itu.


"Aku bertanya sama kamu, tolong jawab aku, jangan diamkan aku seperti ini." akhirnya Dania menangis. Dia tidak tahan dengan sikap Zico yang selalu mendiamkannya jika terjadi masalah.


"Buat apa baju ini kamu simpan di sini toh pada akhirnya kamu tetap memakai baju yang tidak layak itu." jawab Zico dengan nada dingin.


"Aku.... Aku... minta maaf."


"Terserah kamu mau memakai baju apa, terserah kamu saya tidak akan peduli lagi, mau kamu telanjang di depan lelaki lainpun aku tidak peduli."


Dania kesal mendengar ucapan Zico kepadanya.


"Walaupun baju aku seperti ini tapi jangan pernah memandang aku sebagai wanita murahan." ucap Dania menahan marah.


"Hahahaha apa sebutan untuk wanita yang memakai baju seperti ini ha? Kamu liat penampilan kamu di kaca ini." Zico menarik tubuh Dania dengan kencang.


"Lihat ini, apa bedanya cara berpakaian kamu dengan pelacur yang mangkal di pinggir jalan ha."


Ucapan Zico sangat menyakiti hatinya. Dia menatap di kaca yang terpampang di depannya. Baju dengan renda bawah sehingga menampakkan sembulan kedua gunungnya. Lalu rok pendek yang di padukan dengan blazer.


"Kamu ingin menarik lelaki di luar sana dengan ini kan?" tanya Zico menyentuh kedua gunungnya dengan kasar.


Dania merasa tidak terima ketika lelaki itu menyentuh kedua ***********. Baginya ini sebuah pelecehan.


"Kenapa? kamu mau marah sama aku karena menyentuh ini?" tanya Zico menyentuh kembali.


"Tolong jaga bicaramu dan tolong jangan kurang ajar."


"Bukannya jika ini tujuan kamu memperlihatkan kepada orang - orang, kamu bangga kan memperlihatkan keseksian tubuh kamu kepada orang lain."


"Aku tidak seperti itu."


"Sudahlah nggak usah munafik, kamu memang nggak pantas untuk di jadikan istri." ucap Zico.


"Maksud kamu apa bicara seperti itu?" tanya Dania kesal mendengar ucapan Zico.

__ADS_1


"Aku akan mengembalikan kamu kepada orang tua kamu, aku tidak sanggup mendidik kamu sebagai seorang suami."


"Karena kamu tidak pernah mendidik aku."


Zico sudah malas berdebat dengan wanita itu. Dia tau bahwa Dania adalah wanita keras kepala.


Dania mencoba menghentikan suaminya yang sedang memasukkan bajunya kedalam koper.


"Tolong kasih aku kesempatan." Dania mencoba memohon kepada Zico.


"Tidak ada kesempatan kedua untuk kamu, kita tidak cocok satu sama lain, aku tidak bisa menyukai wanita seperti kamu."


"Memangnya aku wanita seperti apa?"


"Kan aku sudah bilang tadi, kamu hampir sama dengan wanita murahan, wanita penggoda" ucap Zico membuat Dania sakit hati.


"Wanita penggoda, baik aku akan tunjukkan bagaimana wanita pelacur ini sebenarnya." ucap Dania membuka bajunya dengan nekat.


Zico kaget ketika wanita itu membuka bajunya dengan mata memerah. Dia melihat ada kilatan kemarahan di sana.


"Kamu gila? Kamu ngapain?"


Zico mencoba mengalihkan pandangannya karena baju Dania sudah lepas dari badannya. Bagian atas hanya terhalang Bra warna pink yang membuat wanita itu semakin seksi.


"Liat aku wanita penggoda ini." ucap Dania membual roknya juga.


"Dania jangan merendahkan diri kamu sendiri."


"Bukannya ini yang kamu bilang? kamu sendiri yang mengatakan aku wanita penggoda, maka aku akan tunjukkan apa yang pelacur lakukan."


Zico mencoba mendorong wanita yang berada di atasnya. Dia bahkan tidak bisa mengelakkan pandangannya dari tubuh wanita itu yang begitu mulus.


"Dania jangan gila."


Zico mencoba mendorong tubuh Dania. Namun wanita itu lansung ******* bibir lelaki itu dengan rakus.


Zico lansung mendorong tubuh Dania dengan kuat sehingga wanita itu terjatuh di atas ranjang. Dia tidak mengira wanita itu seberani itu.


"Kenapa?" tanya Dania.


"Kamu gila, apakah ini sering kamu lakukan dengan lelaki lain?."


"Jika aku wanita penggoda maka tentu ini hal biasa, biasanya lelaki lain akan tergoda dengan tubuh aku yang seksi ini."


"Itu mereka, aku tidak akan tertarik dengan tubuh kamu, menjijikkan." Zico membalikkan badannya lalu berjalan menuju keluar dari kamar Dania.


"Menjijikkan atau kamu tidak punya gairah, aku ragu dengan kamu sebagai lelaki."


"Maksud kamu apa?" tanya Zico kembali menghentikan langkahnya namun tidak membalik tubuhnya.


"Bisa jadi kamu pencinta sesama jenis makanya kamu tidak tertarik dengan tubuh aku, aku sangat yakin kamu ini tidak memiliki nafsu dengan wanita." Dania mencoba memancing ego Zico.


Mendengar ucapan dari Dania membuat dada Zico bergemuruh. Dia tidak terima di katakan lelaki pencinta pisang.

__ADS_1


Zico membalikkan badannya lalu lansung menerjang Dania.


"Kamu ingin lihat apakah aku normal atau tidak kan?"


Zico lansung membuka bajunya dengan cepat. Lalu dia ******* bibir Dania dengan rakus. Dia tidak memberi ampun kepada wanita itu.


Dania juga mencoba menyeimbangkan keadaan. Dia tidak mau kalah dengan lelaki itu.


"Mungkin ini cara agar dia tidak menceraikan aku, aku tidak mau berstatus janda." ucap Dania dalam hatinya.


Walaupun Zico memperlakukannya seperti wanita kupu kupu malam. Dia berharap ini awal hubungan mereka dengan lebih baik lagi.


Zico melakukan dengan kasar. Dia benar-benar memperlakukan Dania seperti seorang pelacur. Sedangkan Dania merasa sakit hati dengan permainan cepat Zico.


Setelah selesai permainan mereka, Zico lansung mengeluarkan duit dari dompetnya lalu melemparkan ke tubuh Dania yang masih telanjang bulat.


"Seperti ini kan lelaki membayar pelacurnya." ucap Zico lalu keluar dari kamar tersebut.


Air mata Dania lansung meleleh dengan deras ketika lelaki itu melemparkan uang ke tubuhnya. Dia benar-benar menjadi pelacur sesungguhnya hari ini bagi suaminya.


Sedangkan Zico lansung masuk ke kamar mandi di kamarnya. Dia menyesali apa yang terjadi hari ini. Dia menyesal bisa terpancing emosi ketika Dania mengejeknya.


...****************...


Khalifah baru saja sampai di rumah. Dia tersenyum melihat suaminya baru saja turun dari mobilnya.


"Bang."


Khalifah menyalami sang suami. Lalu sebuah kecupan mendarat di keningnya.


"Kamu harus pulang? Gimana tadi? capek nggak?" tanya Daniel lansung mengandeng tangan istrinya untuk masuk kedalam rumah.


"Nggak kok bang, tadi narasumber kami Zico suami Dania." ucap Khalifah.


"Kalau dia lagi narasumbernya kamu nggak usah ikut lagi."


"Kenapa begitu yang?" tanya Khalifah dengan manja.


"Aku nggak suka kamu dekat - dekat dengan dia, walaupun dia adik ipar aku, namun aku tidak akan lupa bahwa dia pernah menyukai kamu." ucap Daniel.


"Ayang masa kamu masih cemburu sama adik ipar kamu sendiri."


"Ya tetap aja dia pernah menyukai kamu."


"Sayang di hati aku itu hanya kamu, tidak ada siapapun lagi."


Daniel tersenyum mendengar gombalan dari sang istrinya. Sangat jarang istrinya menggombal seperti ini.


"Kamu udah pandai menggombal ya." ucap Daniel lansung memeluk istrinya.


Sedangkan di tempat lain seorang wanita tampak sedang melihat foto seseorang. Dia adalah Tiara.


Tiara mencoba mencari sosial media miliknya Zico. Dia menatap foto yang di posting Zico di media sosialnya.

__ADS_1


"Sayang sekali kamu sudah menikah, tapi sepertinya pernikahan kamu sudah bermasalah." ucapnya memandang foto lelaki itu.


"Semoga kita masih ada kesempatan untuk bersama, Aamiin." ucapnya tersenyum sendiri menatap foto Zico.


__ADS_2