Volume Cinta Dania

Volume Cinta Dania
Bab 17


__ADS_3

Zico terduduk lemas saat Tante Melda datang ke restorannya. Kedatangan Tante Melda adalah untuk menanyakan perihal kerja sama antara restoran Zico dan Dania.


Tante Melda mendapatkan laporan dari Dania bahwa Zico akhir - akhir ini sering cuek seperti tidak peduli dengan kerja sama di antara keduanya.


Tante Melda menepuk pundak Zico sehingga Zico menyadari kehadirannya.


"Ada masalah?"


Zico menggelengkan kepalanya. Bagi Zico Tante Melda sudah tantenya sendiri.


"Boleh Tante bertanya?" Tante Melda duduk di kursi yang kosong di sebelah Zico.


"Tanya aja Tan."


"Kamu ada masalah apa? kenapa akhir - akhir ini seperti tidak peduli dengan kerja sama kalian? Apa ada yang salah?"


"Tidak ada Tan, sepertinya restoran kami jalan masing-masing aja." ucap Zico sambil menghela nafas.


"Tapi....."


"Maaf Tan, aku ada perlu sebentar, aku pamit dulu, sampaikan saja seperti itu kepada Dania." ucap Zico lansung beranjak dari duduknya.


Bukannya tidak sopan tapi dia baru ingat bahwa ada janji di cabangnya yang lain. Zico berjalan terburu-buru menuju mobilnya.


Ketika melewati restoran Dania, lagi - lagi dia melihat Dania di antar oleh lelaki yang sama. Zico tidak tau apa yang terjadi dengan dirinya. Hatinya merasa sakit saat melihat keduanya. Rasanya Zico ingin menghajar lelaki itu.


Namun dia tau siapa dirinya. Saat ini dia bukan siapa-siapa lagi.


Saat Tante Melda menyampaikan pesan dari Zico kepada Dania, Dania sangat kesal karena Zico sesuka hatinya. Dania sungguh kesal karena dulunya lelaki itu yang memaksanya untuk bekerja sama.


"Aku tidak terima, aku akan mencari dia." Dania mengambil tasnya.


"Dia pergi ke restoran cabangnya."


"Aku tau." ucap Dania.


Dania lansung memesan taksi menuju restoran cabang Zico lainnya. Dia sudah tau bahwa di sana akan ada acara. Makanya dia sangat yakin lelaki itu di sana.


Entah apa yang membuat Dania marah ketika Zico memutuskan hubungan kerja sama.


"Padahal aku nggak rugi apa - apa juga kalau kerja sama ini putus di tengah jalan." ucap Dania berbicara sendiri.


Dania memikirkan jawaban apa yang akan diberikan kepada Zico. Dia tidak mau jika lelaki itu berpikir yang tidak tidak kepadanya.


Saat sudah sampai di depan restoran Zico, tiba - tiba jantung Dania berdebar kencang. Dia mencoba menenangkan dirinya agar bisa lebih tenang lagi.


Di depan restoran banyak papan bunga berdiri. Hari ini ada acara dari perusahaan besar yang memakai tempat di restoran Zico.


Dania Merapikan bajunya sebelum masuk ke restoran. Dia berjalan dengan elegan.


Dia melihat Zico dari jauh sedang berbincang dengan beberapa wanita dan lelaki. Nampak mereka sedang membicarakan bisnis kedepannya.

__ADS_1


Dania duduk mengamati Zico dari meja lain. Ketika menatap Zico dia merasa Dejavu. Dia merasa jantungnya berpacu seperti dulu saat jumpa Zico.


"Apa volume cintaku naik lagi ke dua?" tanya Dania memegang dadanya.


Saat ia mencuri pandang kepada Zico, tiba-tiba lelaki itu menatapnya balik. Dania lansung panik dan membuang muka.


Zico nampak kaget ketika melihat ada Dania di sana.


"Ngapain dia di sini?"


Zico merasa wanita ini ingin bertemu dengannya. Untuk itu Zico lansung menghampiri Dania.


"Mati aku, kenapa dia malah ke sini?" ucap Dania ketika melihat Zico berjalan menuju mejanya.


"Kenapa jantungku rasanya mau copot?"


Zico duduk di hadapan Dania sambil tersenyum. Dania terpaku melihat senyuman lelaki itu.


"Ngapain di sini? Kamu menguntit aku?"


"Mana ada, aku ke sini ingin bahas kerja sama, aku tidak terima jika kamu membatalkan kerjasama kita secara sepihak."


Zico menghela nafas ketika tau tujuan wanita itu datang ke tempatnya.


"Jadi mau kamu bagaimana?"


"Ya kerja sama ini terus berlanjut."


"Suami aku?" tanya Dania masih belum paham.


"Ya suami kamu."


"Suami yang mana? Aku belum menikah sampai sekarang."


Zico seperti mendengar kabar gembira saat ini. Ya hatinya begitu senang sekali.


"Jadi anak itu anak siapa jika kamu belum menikah."


"Jadi kamu memutuskan kerja sama ini karena kamu cemburu sama aku?" tanya Dania mencoba memancing Zico.


"Cemburu sama siapa? mimpi kamu kalau aku cemburu sama lelaki itu." ucap Zico tidak terima dikatakan cemburu.


"Bagus, intinya aku tidak mau kerja sama kita berakhir." Dania berdiri dari duduknya.


"Jadi anak kemaren anak siapa?" tanya Zico membuat Dania menatap Zico agak lama.


"Kamu pikir aja sendiri." ucap Dania pergi meninggalkan Zico yang masih menyimpan tanda tanya.


"Kenapa dia malah buat aku makin bingung, kenapa dia nggak lansung jawab aja sih." ucap Zico makin pusing.


Dania berjalan menuju keluar dari restoran. Sekilas dia melihat seorang wanita mendekati meja Zico.

__ADS_1


...****************...


Daniel nampak baru saja selesai makan siang dari restoran Dania. Dai kaget saat melihat Zico ada di lobi menunggunya.


"Ada apa?" tanya Daniel di hadapannya Zico.


"Aku hanya ingin bertanya sama kamu, tapi sepertinya tidak layak di sini."


"Baik ayo masuk." ajak Daniel.


Daniel memang pernah jengkel melihat lelaki ini. Namun perpisahan Dania dengan lelaki itu bukan hanya salah lelaki itu. Namun juga salah Dania kembarannya.


Mereka duduk di sofa yang ada di ruangan Daniel.


"ada apa?"


"Saya ingin bertanya apakah anak Dania itu anak saya?"


Daniel geram mendengar pertanyaan di Ari Zico. Ingin ia melepaskan satu pukulan kepada lelaki itu.


"Apa maksudnya kamu bertanya seperti itu?" tanya Daniel bangkit dari duduknya.


"Aku hanya ingin memastikan lebih jelas."


Karena sudah terlanjur kesal akhirnya Daniel juga melayangkan satu pukulan tinju di wajahnya.


"Kamu pikir adikku apa ha? Dia memang dulu belum memakai jilbab, akan tetapi dia tidak murahan seperti yang ada di otak kamu." ucap Daniel emosi.


"Saya tidak berkata seperti itu."


"Jika kamu tidak bermasalah seperti itu jadi untuk apa kamu bertanya, sudah jelas Dania menikah baru sekali eh kamu malah bertanya seperti itu."


Zico tersenyum senang saat mendengar bahwa wanita itu belum pernah menikah lagi setelah dengannya.


"Terima kasih infonya kakak ipar, mohon bantuannya selalu." ucap Zico bangkit dari duduknya lalu berjalan keluar dengan sangat gembira.


"Aneh."


Ketika Zico mau keluar dia berpapasan dengan Khalifah. Zico menganggukkan kepalanya pertanda akan memberi hormat kepada wanita itu. Khalifah membalasnya dengan anggukan.


"Ngapain dia kesini?" tanya Khalifah kepada suaminya.


"Biasalah, sepertinya dia sedang pendekatan kembali dengan Dania."


"Bagus dong pak bos biar awet mereka,lagian Jema juga butuh sosok seorang papa."


"Tapi kenapa Zico tidak jadi menikahi Tiara? Setau Abang dulu dia sangat menyukai Tiara." tanya Daniel kepada istrinya mengenai hubungan Zico dengan sahabat istrinya.


"Setelah dekat tapi Zico malah nggak siap melamar Tiara, artinya dari diri Zico, mungkin dia setelah bercerai baru sadar sangat menyukai Dania." jawab Khalifah.


"Hahahahha bisa jadi,semoga mereka bersatu lagi seperti semula."

__ADS_1


"Aamiin."


__ADS_2