Volume Cinta Dania

Volume Cinta Dania
Bab 24


__ADS_3

Dania sudah sampai di rumah kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya tidak banyak bertanya karena mereka pikir anaknya sudah dewasa untuk menyelesaikan masalahnya.


Sejak sampai di sana, wanita itu nampak resah dan gelisah. Karena sampai saat ini suaminya masih belum mencari keberadaannya.


Dania sudah mencoba memejamkan matanya, namun dia tak kunjung tidur. Dia kembali mondar mandir sambil mengecek mengecek hp-nya.


Tiba-tiba ponselnya berdering dan tertera nomor telepon rumah. Dia senang karena tau bahwa itu suaminya. Dania membiarkan ponselnya berdering.


"Nggak usah angkat ah, biar dia yang kesini, udah tau aku pasti kesini, eh bukannya jemput malah nelpon."


Dania membiarkan ponselnya berbunyi sampai tiga kali dari rumahnya.


Beberapa menit kemudian tiba - tiba pintu kamarnya diketuk. Dania segera berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu kamarnya.


"Kenapa ma?"


"Itu barusan Rini menelpon kamu kenapa nggak di angkat." ucap mamanya.


Dania agak kecewa karena yang menelpon dari rumah bukan suaminya.


"Kata Rini pihak rumah sakit menelpon ke rumah dan mengabarkan bahwa suami kamu sedang dirawat di rumah sakit."


Dania kaget mendengar ucapan mamanya.


"Kenapa mas Zico ma?" tanya Dania lansung menangis.


"Katanya dia korban pengeroyokan."


Dania lansung syok mendengar cerita mamanya. Dia tidak habis pikir kenapa lelaki itu bisa di keroyok.


Dania lansung mengambil tas dan kunci mobilnya. Dia sudah tidak sabar untuk melihat kondisi suaminya.


"Dania tunggu mama, mama juga mau ikut."


Mama Dania juga bergegas menuju kamarnya. Tidak lama kemudian mama dan papanya keluar dari kamar.


"Meri tolong jaga Jema ya." ucap mama Dania kepada Beby sister Jema.


"Baik Bu."


Saat ini mereka di antar oleh supir mereka karena sudah malam. Papanya yang juga sudah mulai tua jadi memang sudah jarang menyetir.

__ADS_1


Mobil melaju menuju rumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit, Dania lansung mencari ruangan Zico melalui resepsionis yang bertugas.


Dania terduduk lemas saat melihat kondisi Zico. Suaminya itu sedang tidak sadarkan diri alias koma.


Dania terduduk sambil menangis. Hatinya benar terpukul saat ini. Dia menyesal karena sudah bertengkar hari ini. Dia tau bahwa masalah yang membuat mereka bertengkar adalah masalah sepele. Namun dialah yang membesar - besarkan sehingga Zico pergi dan terjadilah seperti ini.


"Zico kenapa Nia?"


Dania mengangkat kepalanya ketika mendengar suara mama mertuanya.


Yah mama mertua serta keluarga lainnya Zico sudah berada di sana.


"Zico dikeroyok oleh orang tak dikenal ma." jawab Dania.


"Kenapa bisa?"


Dania menggelengkan kepalanya pertanda ia juga tidak tau.


"Ma biar aku telpon pengacara kita agar kasus ibu segera ditangani." ucap Aldi segeralah menjauh dan nampak sibuk menelpon seseorang.


Malam semakin larut. Dania tidak pulang bersama yang lainnya. Malam ini Dania mengotot untuk menemani suaminya di sana.


Awalnya keluarga Zico menyuruh Dania beristirahat agar Alfi yang menjaga abangnya. Namun Dania tidak mau pulang sebelum suaminya sadar.


"Mas maafkan aku, ayo bangun mas, aku nggak akan marah - marah nggak jelas lagi sama kamu, aku akan lebih nurut lagi sama kamu." ucap Dania.


Namun tidak ada tanda-tanda lelaki itu membuka matanya.Malam semakin larut dan akhirnya Dania tertidur sambil duduk.


...****************...


Sudah beberapa hari Zico di rawat di rumah sakit. Belum ada nampak tanda-tanda ia akan bangun. Bahkan dokter hanya bilang bahwa sedang menunggu mukjizat.


Sedangkan pelaku pengeroyokan sudah di tangkap oleh pihak kepolisian. Beruntungnya malam itu ada yang memvideokan kejadian tersebut dan memposting ke sebuah aplikasi. Sehingga menjadi viral.


"Kamu pulang saja kak, biar aku yang jaga Mas Zico." ucap Alfi kepada Dania.


Secara umur sebenarnya umur Alfa lebih tua setahun dari Dania. Namun karena ia adalah kakak ipar lelaki itu maka terpaksa setuju di panggil kakak.


"Aku ingin di sini saja jaga mas Zico.'


"Zico tidak akan senang jika melihat kamu di sini terpuruk, anak kalian butuh kakak, dan bagaimana dengan restoran kalian?" tanya Alfi kepada Dania.

__ADS_1


"Iya, mama setuju dengan Alfi, kamu harus pulang untuk istirahat, kamu boleh kembali ke sini besok." mama Mertua Dania setuju dengan ucapan anak keduanya.


Kali ini Dania tidak berani menolak lagi. Yah mama Mertuanya dan adik iparnya benar. Dia harus tidur di rumah semalam semalam agar tubuhnya tidak sakit.


Dania akhirnya pamitan dengan keluarga Zico. Awalnya Alfi berniat untuk mengantarkannya sekaligus mengantarkan mamanya.


Namun Dania tidak setuju dan menelponnya supirnya datang. Akhirnya dia pulang bersama dengan mama Zico.


Dania sebagai menantu mengantarkan mertuanya pulang terlebih dahulu.


Setelah sampai di ruang, Dania lansung merendam airnya dengan air hangat agar tubuhnya rileks.


Sedangkan di rumah sakit, Alfi menemani abangnya sambil memainkan ponselnya.


Tiba-tiba pintu terbuka dengan menampakkan seorang perawat wanita cantik.


"Permisi pak, saya mau periksa pasien dulu ya pak."


"Silahkan."


Alfi agak terkesima pada pandangan pertama melihat perawat cantik tersebut. Dia bahkan memperhatikan gerak - gerik perawat itu dengan seksama.


"Kamu udah lama kerja di sini?" akhirnya Alfi membuka suara.


"Sudah masuk dua tahun pak." jawab wanita itu.


Suaranya begitu halus masuk di telinga Alfi.


"Udah lama juga ya, dengan siapa ini?"


"Maksudnya?" tanya perawat itu memastikan lagi.


"Nama kamu siapa?"


"Aku Keysa."


"Nama yang bagus."


"Biasa aja, aku permisi dulu ya pak." pamit Keysa.


Alfi tersenyum saat Keysa meninggalkan ruang rawat inap Zico.

__ADS_1


"Harusnya kamu cepat bangun bro, udah di tungguin istri cantik,lalu udah di rawat oleh perawat cantik juga." ucap Alfi.


"Jika dalam dua hari ke depan kamu tidak sadar, aku pastikan akan mengambil istri kamu yang cantik itu." ucap Alfi sambil tersenyum.


__ADS_2