Volume Cinta Dania

Volume Cinta Dania
Bab 22


__ADS_3

Dania salah tingkah semenjak kejadian tadi malam bersama Zico. Dia bahkan tidak menolak saat lelaki itu mencium keningnya lalu berlabuh di bibirnya.


Dania merasa malu dengan hijab yang dia gunakan saat ini. Dania merasa dirinya sama dengan Dania di masa lalu.


Rasa itu juga dirasakan oleh Zico. Dia juga merasa bersalah dengan wanita itu. Dania memang sempat menerima ciumannya, namun tidak lama setelah itu wanita itu menolaknya.


Zico melihat wanita itu bergetar dan matanya memerah. Dia tau apa yang di rasakan oleh wanita itu.


Zico mendatangi rumah Dania untuk mempertanggung jawabkan kejadian tadi malam. Dia tidak ingin wanita itu membencinya selamanya.


Zico di sambut hangat oleh keluarga itu. Zico juga mengutarakan niatnya kepada kedua orang tuanya Dania.


Mereka berdua sangat mendukung niat Zico. Namun kali ini keputusan di serahkan kepada sang anak.


"aku akan bicara dulu dengan Dania, jadi mohon izin bertemu pa, ma."


"Pergilah, Dania ada di gazebo belakang rumah." jawab papa Dania.


Zico berjalan menuju halaman belakang rumah. Dia melihat Dania yang sedang melamun di sana.


"Assalamualaikum."


Dania kaget ketika melihat Zico tidak jauh berdiri darinya. Dania lansung membuang wajah karena ia tidak sanggup menatap Zico lansung.


"Boleh aku duduk?" tanya Zico.


Dania tidak menjawab, dia hanya mengangguk pertanda ia menyetujui.


"Sebelumnya aku meminta maaf karena lancang melakukan hal tadi malam sama kamu, untuk itu aku ingin bertanggung jawab, aku akan menikahi kamu."


Dania lansung kaget mendengar ucapan Zico. Dia tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Jangan menikah karena kejadian tadi malam, aku yang salah karena tidak menolak kamu."


"Tidak sayang, kamu nggak salah, itu reaksi kamu karena kamu masih ada rasa sama aku, begitu juga dengan aku." ucap Zico.


"Kepedean."


"Faktanya begitu, Kita berdua sama-sama saling mencintai, maka dari itu kita harus menikah, lalu ini juga demi masa depan Jema."


Dania setuju dengan ucapan terakhir Zico. Mereka harus berkorban untuk anak mereka.


"Gimana?"


"apanya yang gimana?" tanya Dania.


"Ya menikah lagi, jika ia maka siang ini kita menikah."


Dania berpikir sejenak. Dia tidak ingin mengambil keputusan dengan gegabah.


"baiklah, mari kita rujuk kembali." jawab Dania membuat Zico tersenyum senang.

__ADS_1


"Baik, aku akan suruh asisten aku menyiapkan semuanya."


...****************...


"Sah."


Akad nikah Zico dan Dania baru saja selesai. Dania lansung berjalan menuju dimana Zico duduk dengan di temani beberapa orang wanita.


Dia menyalami sang suami sebagai rasa hormatnya.


"Yeaaah akhirnya mama dan papa tinggal baleng (akhirnya mama dan papa akan tinggal bersama lagi)." ucap Jema dengan senang.


Zico dan Dania lansung tersenyum mendengar ucapan sang anak. Tidak ada yang membuat mereka lebih bahagia melebihi ketika melihat tawa sang anak.


Zico tidak lansung memboyong anak dan istrinya kerumahnya. Dia tidak ingin Dania kembali kerumah itu. Dia yakin bahwa di sana ada rasa trauma Dania.


Zico berjanji kepada Dania akan membelikan Dania rumah secepatnya. Untuk sementara mereka akan tinggal di rumah orang tua Dania.


Hal itu tentu membuat kedua orang tuanya Dania merasa senang. Dia akan kesepian jika tidak ada Jema di rumah.


Sejak setelah menikah sampai malam ini Jema tidak lepas dari sang papa. Kemanapun papanya maka akan ada Jema di sana.


Sampai saat ini sang anak bergelantung manja di tubuh Zico. Jema hanya ingin di gendong oleh papanya.


Bahkan sang anak mintak di bobiin sama papanya. Dania merasa heran kenapa anaknya agak rewel dengan sang papa. Jema tidak pernah seperti ini.


"Biarin aja, sekali - kali."


"Nggak lah, kan dia udah tiga tahun nggak bareng aku, ini sebagai penembus kesalahan aku."


Dania tersenyum mendengar ucapan Zico. Dia hanya duduk di atas ranjangnya.


Zico meletakkan Dania di atas ranjang dengan bantuan Dania. Jema memang tidak pernah tidur sendiri di malam hari. Selama ini dia selalu tidur dengan sang mama.


"Apa nggak apa-apa Tarok di sini mas?" tanya Dania.


"Kenapa emang?" tanya Zico pura - pura tidak paham.


Dania bingung menjelaskan kepada Zico.


"Nggak apa-apakan Jema tidur sama kita?" tanya Zico lagi.


"Ya nggak apa-apa, mari tidur." ucap Dania merasa kesal dengan jawaban sang Suami.


Dia tau suaminya paham maksudnya. Tetapi lelaki itu malah berpura-pura tidak paham sama sekali.


Zico tertawa saat melihat wajah kesal sang istri.


"Hahahaha ada yang kesal, kamu kesal karena aku atau karena nggak dapat jatah malam ini?" ejek Zico.


"Ngomong apaan sih mas." ucap Dania mencubit perut Zico.

__ADS_1


"Awwww sakit yang."


"Biarin."


"Kamu kalau mau malam ini, boleh kok kita coba di kamar sebelah." ucap Zico sambil mengerling satu matanya.


Wajah Dania lansung memerah karena ulah Zico. Melihat hal seperti ini membuat Zico merasa senang.


Dia senang karena wajah istrinya memerah karenanya. Berbeda dengan dulu, wanita itu lebih banyak marah - marah dan tidak peduli dengan lingkungannya.


"Mau nggak?" tanya Zico lagi.


"Apaan sih mas?"


Zico tidak bertanya lagi, dia lansung menggendong sang istri menuju kamar sebelah.


Dania tertawa cekikikan karena ini pertama kalinya lelaki itu menggendongnya ke kamar.


Sepertinya pengantin pada umumnya, mereka malam ini melakukan ritual. Ritual yang cuma mereka yang tau.


Zico mencium Dania berkali-kali setelah selesai peraduan mereka. Perlawanan mereka sangat sengit malam ini. Sehingga berapa banyak keringat yang mengalir. Dan berapa ronde yang mereka lewati.


"Mas apa aku boleh bertanya?" tanya Khalifah meletakkan kepalanya di dada Zico. Sedangkan tangannya sibuk mengelus perut dan dada Zico.


"Tentu saja boleh sayang."


Dania ragu untuk bertanya. Dia merasa ini udah masa lalu. Zico memperhatikan istrinya yang ragu untuk bertanya.


"Apa sayang? tanya aja." ucap Zico dengan lembut.


"Kenapa kamu tidak jadi menikahi Tiara? Maaf untuk pertanyaan ini." ucap Dania.


Zico tersenyum menerima pertanyaan seperti ini. Entah kenapa dia merasa senang aja pertanda istrinya mulai mencintainya.


"Karena dia memang tidak jodoh aku."


" Ya pastinya ada alasan kan?"


"Nggak tau, setelah bercerai aku merasa tidak tertarik dengan dirinya, aku mencoba mencari tau apa yang sedang di hatiku, mungkin saat itu aku sudah mulai Suka kamu."


"Mana ada seperti itu, kamu mau sama aku karena aku sudah berhijab?"


"Aku nggak tau, tapi aku memang lebih suka kamu yang sekarang, aku tidak rela kepunyaanku di liat orang lain, cukup aku sendiri yang melihat tubuh seksi kamu sayang." ucap Zico lalu ia mencium kening istrinya.


"Benaran?"


"Iya sayang."


"Ya udah, ayok kita pindah ke kamar sebelah, nanti takutnya Jema bangun."


"Enak aja tidur setelah kamu membangunkan macan tidur." ucap Zico menahan Dania di sana.

__ADS_1


__ADS_2