
Sudah beberapa hari ini, Zico selalu memanjakan lidah Dania. Dania merasa Dejavu karena ini di lakukan suaminya pertama kali mereka menikah.
Semenjak kembalinya Zico, mereka telah kembali ke rumah hunian mereka. Rumah itu sudah beberapa bulan tidak ditempati oleh Dania. Di sana hanya hanya asisten rumah tangga.
Zico tersenyum senang ketika melihat wanita cantik duduk di meja makan dengan cantiknya. Dania menggunakan bahu kaos kebesaran dan celana pendek.
Hal itu membuatnya semakin seksi di mata Danial. Apalagi kulitnya yang putih bersih. Matanya yang sayu membuat lelaki yang bernama menatapnya akan tenggelam dengan kecantikan wanita itu.
"Ternyata dia lebih cantik dari Kinan." bathin Zico.
Walaupun ia belum ingat sedikitpun, tapi dia tidak akan membiarkan wanita itu menangis lagi.
Dania merasa salah tingkah ketika tau suaminya sedang menatapnya.
"Kenapa menatap aku mas?" tanya Dania salah tingkah.
"Karena kamu cantik." jawab Zico sambil tersenyum.
"Apaan sih mas?" Dania makin salah tingkah apalagi saat Zico mendekatkan wajahnya.
Zico semakin senang melihat pipi wanita itu semakin memerah. Baginya hal itu sangat menyenangkan.
Melihat wajah mereka semakin dekat membuat Dania memejamkan matanya.
"Apa mas Zico mau cium aku di sini?" Bathinnya menunggu.
Zico tersenyum senang ketika melihat wanita memejamkan matanya. Dia melihat ke arah bibir merah wanita itu.
__ADS_1
Dia mengecupnya dengan lembut dan cepat. Lalu beralih ke arah kening wanita itu.
"Manis." ucap Zico.
Mendengar ucapan Zico membuat Dania semakin salah tingkah karena hal tersebut.
"Kamu mau ayam krispi nggak?" bisik Zico kepada Dania.
"Emang ada? Bukannya tadi kamu habisin."
Seingat Dania suaminya itu memakan ayam crispy sisa tadi malam.
"Kan aku baru makan ayam krispi, sini kita ******* biar terasa ayam krispinya dari air ludah aku, kan mumpung baru makan ayam krispi." ucap Zico sambil tertawa.
"Apa - apaan sih mas?"Dania merasa sangat malu mendengarnya.
"Apaan sih mas?" saat ini wajah Dania sudah seperti kepiting rebus.
"kalau aku minta hak aku, apa boleh?" tanya Zico.
Dania menganggukkan kepalanya. Dia bahagia karena pada akhirnya suaminya mau menyentuhnya lagi.
"Ya sudah tunggu mas dengan baju terbaikmu, mas mau berangkat kerja dulu ya, anu mantau restoran lalu ke kantor papanya.
"Ya mas, hati - hati ya sayang."
"Iya sayangku, cinta kamu." jawab Zico.
__ADS_1
Dania mengantarkan suaminya sampai di ruang tamu Saja. Lalu ia menyalami suami lalu keningnya dicium mesrah.
"Hati - hati di rumah, kalau ada apa kabari aku ya yang."
Dania menganggukkan kepalanya. Dia sungguh sangat senang sekali.
...****************...
Khalifah merasa senang karena mendengar Zico memperlakukannya Dania dengan baik. Walaupun lelaki itu belum mengingat istrinya dengan jelas. Tapi bagaimana perhatian lelaki itu jelas untuknya.
Khalifah sudah berjanji akan datang kerumahnya Dania. Dia sangat ingin menasehati wanita itu tentang pernikahan mereka.
"Kakak, akhirnya datang juga." ucap Dania dengan senang.
"Sepertinya ada yang dengan senang, Ayok cerita."
"Biasa aja.".jawab Dania mencoba menyembunyikan sesuatu dari dalam benaknya.
Hari ini memang dia sangat senang sekali karena apa yang di lakukan suaminya kepadanya hari ini.
"Bantu aku untuk dandan malam ini." ucap Dania yang memang selalu terbuka dengan Khalifah.
"Malam ini apa ada agenda besar?" tanya Khalifa dengan tatapan menyelidik.
"Ada deh, nggak usah kepo." jawab Dania tersenyum senang.
Melihat Dania tersenyum seperti ini akhirnya Khalifah lansung paham dengan apa yang terjadi.
__ADS_1