
Setelah kejadian kemarin Dania tidak menegur Zico lagi. Dia bahkan enggan untuk makan malam bersama atau berkumpul bersama dengan Zico.
Begitu juga dengan Jema. Gadis cilik itu merasa kasihan dengan mamanya. Dia tidak ingin mamanya bersedih hanya karena dia masih bersama papanya.
"Mana Dania dan Jema? Kok beberapa malam ini tidak pernah bergabung dengan kita dengan kita?" tanya Alfi kepada Zico.
"Nggak tau, sepertinya Dania seperti marah sama aku." jawab Zico.
"Ada apa?" tanya Alfi pura - pura bertanya.
Zico hanya mengangkat bahunya pertanda ia tidak tau. Yang ia tau bahwa hari itu dia tidak menepati janjinya untuk pergi jalan bersama karena kedatangan Kinan.
"Harusnya Dania paham sih, bukan harus ngambek begitu, dia harusnya tau bahwa Kinan prioritas aku." bathinnya Zico.
Saat masih makan malam, Dania nampak keluar membawa koper dan Jema.
"Kemana kalian?" tanya Alfi bertanya.
"Kami mau pulang ke apartemen kami aja, sepertinya kami mau pulang ke Indonesia saja." ucap Dania.
Zico merasa heran dengan pemikiran wanita itu. Dia menilai wanita itu terlalu mudah menyerah dalam urusan percintaan.
"Payah kamu, begitu saja sudah menyerah, harusnya kamu buktikan kalau kamu cinta dia, kamu buktikan berapa berartinya dia bagi kamu." ucap Zico entah kenapa merasa kesal sendiri dengan wanita itu.
"Mungkin jodoh kamu sudah habis, aku tidak bisa mempertahankan lelaki yang memprioritaskan wanita lain selain aku, aku sendiri ragu apakah suami aku masih mencintai aku seperti dulu." jawab Dania tenang.
"Ya sudah biar aku antarin kamu." ucap Alfi malas melihat pasangan itu bertengkar.
__ADS_1
"Saran aku kamu tetap sini, nanti aku carikan solusi terbaik.
"Aku nggak bisa." jawab Dania.
"Kenapa sih kamu keras kepala?"
"Siapa kamu memerintahkan aku?" tanya Dania dengan nada tidak bersahabat.
Zico kesal mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Dania.
"Terserah kamu,.hidup - hidupnya kamu."
Zico pergi meninggalkan ruangan itu dengan kesal. Sedangkan Dania berlinang air mata.
"Kamu hanya bisa memerintah tanpa cari solusi, semua juga karena kamu, kamu lelaki jahat, tega kamu membuat aku begini." tiba-tiba teriakan Dania terdengar dengan jelas.
Zico menghentikan langkahnya, lalu dia menoleh ke arah Dania yang sedang nampak menangis. Wanita itu nampak sangat tertekan.
Alfi segera menutup telinga Jema keponakannya. Dia tidak ingin gadis cilik itu merasa ketakutan. Dia juga menggendong dan membawanya masuk ke kamar.
"Kamu bicara apa ha?"
Dania melemparkan beberapa kertas. Ternyata diantaranya ada buka nikah dan foto - foto mereka bersama.
Zico kaget saat melihat buku nikah tersebut. Dia mencoba mengingatnya namun kepalanya terasa sakit.
"Jangan percaya dengan buku palsu seperti itu, itu bisa aja di rekayasa, kamu lelaki belum menikah." Tiba-tiba Kinan muncul di ruang makan.
__ADS_1
"Kinan sejak kapan kamu datang?" tanya Zico.
"Aku tau bahwa wanita ini merencanakan sesuatu yang licik, dia melakukan agar bayi yang di kandungnya mempunyai ayah."
Alfi merasa semakin tidak beres karena mendengar suara Kinan. Dia segera keluar untuk menjelaskan yang sebenarnya. Dia menyadari bahwa semua berawal dari kesalahannya.
"Kak Kinan bohong bang, kamu dan Kak Kinan itu sudah lama putus, Kamu harus ingat Bang bahwa wanita ini telah meninggalkan ketika dia dapat beasiswa ke sini." ucap Alfi dengan sejujurnya.
"Kamu bohong fi, kenapa kamu berbohong seperti ini fi, apa yang kamu dapatkan dari wanita ini?"
Zico semakin bingung bagaimana menanggapi tentang ini. Di ingatannya saat ini bahwa Kinan pacar yang sangat ia sayangi.
"Jika kamu nggak ingat aku tidak apa, aku masih muda, tapi tolong urus surat perceraian, aku masih yakin jika setelah bercerai masih banyak lelaki yang mau jadi suami aku." ucap Dania ngawur.
Alfi setuju dengan ucapan Dania.
"Jika Abang nggak mau, bebaskan saja dia biar sama dengan abang bebas."
Zico semakin bingung dengan samua yang terjadi hari ini.
"Tapi nggak mungkin anak sekecil Jema berbohong, berarti aku memang papanya."
Kepala Zico sakit tidak tertahankan. Tiba - tiba dia terjatuh di tempat.
"Zico." panggil Kinan.
"Jangan sentuh suami aku, Berani kamu menyentuh suami aku, maka aku tidak akan segan-segan mematahkan tangan kamu serta memenjarakan kamu atas kasus yang menimpa aku dan suami aku."
__ADS_1
Nyali Kinan takut juga dengan pernyataan Dania.
Alfi segera membawa abangnya dengan di bantu oleh Daniel dan anggotanya yang Baru saja datang tepat waktu.