
Satu Minggu Kemudian.
Dania baru saja membuka matanya
Dia merasa malam ini tidurnya nyenyak sekali.Dia merasakan tubuhnya terasa berat sekali.
Dania mencoba membuka matanya. Dia kaget saat ada tangan yang melingkar di perutnya.
Dania mengucek matanya. Namun wajah lelaki tampan itu semakin jelas.
"Apa ini mimpi?" gumamnya bertanya kepada dirinya sendiri.
"Ini nyata sayang." terdengar suara berat menjawab pertanyaannya.
Dania semakin bimbang di jalan Zico menjawab pertanyaan.
"Apa gerangan dirinya di sini? Apa dia sudah ingat aku?" tanyanya dalam hati.
Zico membuka matanya yang masih mengantuk. Dia lelah karena telah melakukan perjalanan jauh.
"Rasa penasarannya kamu simpan dulu ya karena aku ngantuk banget, aku baru sampai jam 3. tadi."
Dania melihat jam yang ada di dinding kamarnya yang telah menunjukkan pukul 4 subuh. Sebentar lagi akan azan subuh.
"Kalau nggak tidur aja bareng aku." ucap lelaki itu lagi dengan suara serak.
"Tapi bentar lagi subuh."
"Masih ada 30 menit lagi sayang."
Mendengar kata sayang keluar dari mulut Zico membuat Dania senang. Rasanya ingin terbang. Sudah lama ia menunggu seperti ini.
"Kenapa kamu datang ketika aku ingin meninggalkan kamu?" tanyanya dalam hati.
Dia ingin sekali bertanya kepada lelaki itu tentang semuanya. Banyak pertanyaan yang ada di hanya saat ini. Namun dia menyadari bahwa sang suami sedang lelah.
"Aku tidak boleh egois."
Dania memejamkan matanya. Entah kenapa dia merasa nyaman saat berada di pelukan sang suami.
__ADS_1
Dania lansung mengantuk kembali. Dia tertidur kembali padahal waktu subuh sebentar lagi masuk.
45 menit kemudian, Zico telah membuka matanya. Dia melihat jarum jam sudah hampir jam 5 pagi.
Zico segera bangkit dari tempat tidurnya. Dia tau bahwa waktu subuh sudah terlewat 15 menit yang lalu.
Zico menuju kamar mandi dengan cepat. Tidak lama kemudian,dia keluar dengan menggunakan handuk di tubuhnya.
Cup
Cup
Cup
Dania terbangun ketika menyadari bahwa ada yang mencium bibirnya. Dia merasakan kenyalnya bibir Zico.
"Ayo bangu, udah subuh."
Dania mengerjap matanya dan matanya lansung tertuju kepada tubuh Zico yang bagus. Perutnya yang seperti roti sobek menambah indah tubuhnya.
"Aku tau aku tampan." ucap lelaki itu sambil tersenyum melihat sang istri terpana menatapnya yang hanya memakai handuk.
Dania segera bangkit dari tidurnya. Dia lansung menuju kamar mandi. Dania lansung wudhu tanpa mandi terlebih dahulu.
Ketika ia keluar dari kamar mandi, dia melihat Zico sudah menggunakan baju Koko dan sarung.Mereka sholat berjamaah.
Ketika selesai sholat, Zico membawa istrinya duduk di pelukannya.
"Aku tau banyak pertanyaan yang ada di otak kamu saat ini." ucap Zico sambil mengelus perut istrinya.
"Tapi sebelumnya mas ingin bertanya sama kamu, apakah kamu dan bayi kita sehat?"
Dania menganggukkan kepalanya ketika mendengar pertanyaan suaminya yang terlontar dengan lembut.
Zico tersenyum senang saat melihat istrinya mengangguk pertanda mereka sehat.
"Bertanyalah."
Dania tadinya ingin bertanya banyak kepada lelaki itu. Namun tiba-tiba semua pertanyaan itu hilang seketika.
__ADS_1
"Jika kamu bertanya apakah aku sudah ingat kamu, jawabnya belum."
Dania agak kecewa mendengar ucapan suaminya.
"Namun aku yakin bahwa kamu sangat mencintai aku, dan kamu telah membuat aku berpikir bahwa kamu istri aku sesungguhnya karena aku telah melihat dokumen pernikahan kita dengan jelas."
"Tapi walaupun aku belum ingat kamu, aku akan berusaha untuk mengingat kamu lagi dan anak kita, walaupun aku tidak ingat kalian,aku berjanji akan tetap menyayangi kalian, tolong bantu aku untuk melakukannya."
Dania awalnya kesal namun mendengar cara bicara Zico yang lembut dan tulus membuat hatinya luluh.
"Maulah sayang?"
Dania tentu saja mau.
"Mau?"
"Iya."
"Kenapa? padahal seingat aku, kamu akan menceraikan aku?"
"Karena saat ini volume cintaku padaku naik."
"Jadi kemaren sedang menurun gitu?"
"Gimana nggak menurun jika suami aku ingatnya sama mantannya."
Zico tersenyum mendengar jawaban sang istri. Dia juga menjelaskan apa yang terjadi dengannya sebelum bangun dari koma sampai saat bangun dari koma.
Dania menggenggam erat tangan sang suami. Dia geram mendengar cerita sang suami.
Setelah paham dengan semaunya, akhirnya Dania tidak bertanya lagi. Dia lansung bangkit dari duduknya.
"Aku buatkan sarapan ya?"
"Nggak usah, aku yang akan membuatkan kamu sarapan sayang, kamu cukup duduk dan liat aku memasak untuk kamu." Zico tersenyum sambil berlagak.
Mereka berjalan menuju dapur. Zico menampilkan sosok dia sesungguhnya. Sudah lama ia tidak memasak sejak bangun dari koma.
"Yang enak."
__ADS_1
"Iya nyonya muda yang cantik." jawab Zico dengan penuh bangga.