Volume Cinta Dania

Volume Cinta Dania
Bab 14


__ADS_3

4 tahun Kemudian.


Zico nampak sibuk memeriksa bahan makanan di dapur restoran pusat. Akhir - akhir ini dia merasa pelanggan restorannya berkurang. Dia tidak tau apa penyebab pastinya.


Zico sudah mencoba untuk menyesuaikan tema restoran dengan gaya anak muda zaman sekarang. Namun tetap saja pemasukan mereka berkurang.


Bahkan sudah ada beberapa restoran cabang yang di tutup. Dia merasa merosotnya pendapatnya dalam tahun ini.


"Perasaan masakannya masih sama rasanya dengan dulu,apa aku adakan menu baru lagi lalu aku viral makan agar banyak pelanggan lagi." Ucapnya sambil meriksa tidak da kekurangan di bahan makanannya.


"Bos." ucap Asistennya baru saja masuk ke ruangan dapur khusus koki.


"Ya ada apa? Apa kamu menemukan sesuatu?"


"Saya menemukan bahwa ada saingan baru kita, satu berbentuk restoran dan satu lagi berbentuk kafe pak, sangat banyak anak muda ke sana, selain makanannya yang enak, juga di sediakan beberapa fasilitas menarik, seperti laptop gratis di setiap meja, dan uniknya di sana juga di sediakan fotografer handal untuk orang yang membutuhkan foto di sana."


Zico hanya terdiam mendengarkan laporan Asistennya. Dia cukup salut dengan owner saingannya.


"Baik, di mana letak restorannya atau kafenya?" tanya Zico penasaran dengan restoran itu.


"Ada di seberang kita bos, banyak karyawan kantor depan ke sana untuk makan siang."


Mendengar kantor di depan sana, Zico langsung terbayang wajah Dania mantan sang istri. Dia tau bahwa papa Dania pemilik perusahaan.

__ADS_1


Setelah perceraian dia bahkan tidak pernah melihat Dania lagi. Menurut berita yang ia dapatkan sekilas bahwa wanita itu meninggalkan negaranya.


"Apa kabar dia sekarang?" tanyanya dalam hati.


"Gimana pak bos?" tanya Asistennya ketika bosnya malah melamun.


"Iya, besok jam makan siang aku ke sana."


Zico melanjutkan melakukan kreasi terbaru. Sedangkan sang asisten juga telah pergi keluar dari ruangan dapur tersebut.


"Enak juga." ucap Zico menyicipi makanan yang ia buat sendiri.


Keesokan harinya sesuai janjinya Ziko untuk mencari tau review restoran terbaru.


Restoran itu bersebelahan dengan kantor milik papa Dania. Ketika pertama kali Zico masuk, ia lansung terlena dengan gaya ruangan restoran ini. Dia akui bahwa susana restoran ini membuatnya harus mengakui bahwa restoran ini levelnya.


"Saya liat dulu pak, saya tidak tahu jadwal pemilik restoran ini padat atau tidak."


"Baik saya akan tunggu, saya mau pesan menu spesial hari ini di restoran ini." ucap Zico.


"Baik pak, silahkan di tunggu."


Melihat betapa sibuknya para pelayan. Dia tidak menyangka restorannya akan kalah dalam hak pelayanan seperti ini.

__ADS_1


Sekitar Satu jam menunggu akhirnya pemilik restoran itu datang ke mejanya.


Wanita berkulit putih mengenakan rok plisket hitam dan baju tunik bewarna biru nabi serta jilbab bunga - senada dengan bajunya.


Zico sungguh kaget melihat wanita itu. Dia mengucek matanya tanda ia tidak percaya apa yang di liatnya.


Begitu juga dengan wanita itu, dia tampak kaget setelah sampai di meja yang di tunjukkan pelayan.


"Dania."


"Kamu?"


Dania baru teringat bahwasanya Restoran induk Zico berada di seberang perusahaannya.


"Apa kabar?" tanya Zico mencoba menghilangkan rasa groginya.


"Baik, kamu kenapa mencari aku?" tanya Dania mencoba datar sedatarnya.


"Aku pemilik restoran di sebrang ingin mengajak kerjasama untuk kedepannya."


"Kerja sama? Aku akan pikirkan nanti, tapi maaf aku saat ini sedang sibuk karena pesanan melonjak jadi koki kami agak kewalahan."


Zico makin kaget lagi. Karena setaunya Dania tidak pernah bisa mengerjakan pekerjaan Dapur.

__ADS_1


"Nb: bagaimana apakah Dania menerima tawaran dari Zico?".


Yuk like komen dan mohon dukungan untuk karya ini. Semoga karya ini semakin sukses. Aamiin.


__ADS_2