Volume Cinta Dania

Volume Cinta Dania
bab 35


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Zico terbangun dari tidurnya dengan keringat dingin. Semua bayangan di masa lalu muncul di mimpinya.


"Apakah tadi itu kejadian yang pernah terjadi di masa laluku?" gumamnya.


Dia melihat ke sisi kirinya namun tidak menemukan istrinya.


"Kemana Dania? Apa di kamar mandi?"


Zico bangkit dari tempat duduknya menuju ke kamar mandi. Dia mengetuk pintu kamar mandi.


"Sayang, apakah kamu ada di dalam?"


Tidak ada sautan dari dalam kamar mandi. Zico mulai cemas karena istrinya tidak menyahut.


"Sayang, kamu di dalam?"


Tidak ada sahutan lagi.


"Kalau kamu diam maka aku akan dobrak pintu ya." ucapnya.


Tidak kemudian pintu kamar mandi terbuka dan menampakkan dan dia keluar dari wajah pucat sambil meringis.


"Kamu kenapa?"


"Perut aku sakit banget, sepertinya aku mau melahirkan." ucap wanita itu sambil meringis.


"Ayo kita ke rumah sakit, aku ganti baju sebentar."


Zico segera mengganti baju dengan cepat. Dia lansung mengambil tas yang telah di sediakan nya sebelumnya.

__ADS_1


Sebelum keluar dari kamar, Zico mengganti baju sang istri. Dia memakaikan jilbab Sorong ke istrinya agar lebih cepat.


Zico lansung membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Dia melihat sang istri kesakitan di kursi penumpang bagian depan.


Zico telah menghubungi dokternya agar standby di rumah sakit. Dan pembantunya juga telah memberi kabar kepada keluarganya dan keluarga istrinya.


Setelah sampai di rumah sakit, Dania lansung di tangani oleh dokter dan perawat yang berjaga. Zico yang ikut menemani Dania melahirkan untuk pertama kalinya tampak cemas dan panik.


Disana ia menyadari bahwa banyaknya pengorbanan sang istri yang telah melahirkan anaknya. Dia menyesali dirinya yang telah melukai istrinya begitu banyak.


"Sakit mas." tangis Dania.


"Iya sayang, kamu bebas melakukan apa kepada mas agar sakit kamu hilang." ucap Zico.


Zico juga mencium kening sang istri. Dia berharap dengan begitu memberikan kenyamanan untuk sang istri.


"Yang kuat yang demi anak kita, Mas sayang sama kamu, mas juga sudah ingat bagaimana kita menikah sejak awal, mas ingat semua." Zico jujur kepada Dania. Dia berharap dengan kejujurannya membuat wanita itu semangat lagi.


"Terima kasih sayang atas pengorbanan kamu, I Love You more." ucap Zico lalu mengecup bibir Dania.


Dania tersenyum senang saat mendengar ucapan sang suaminya. Volume cintanya meningkat dari sebelumnya.


Setelah bayi merekabdi bersihkan, Zico lansung mengazankannya. Dia begitu senang karena sudah di karuniai sepasang anak.


Kedua keluarga mereka tidak ketinggalan. Mereka sudah tidak sabar untuk melihat kedatangan anggota baru keluarga mereka.


Baik itu keluar Zico maupun Dania, kakek neneknya sang bayi begitu senang.


"Sudah ada nama si ganteng ini?" tanya mama Zico.


"Sudah ma." jawab Zico tersenyum.

__ADS_1


"Siapa namanya?" tanya mama Dania.


"Kenny Mahardika."


"Nama yang bagus." ucap papa Dania tersenyum melihat kebahagiaan kedua anak dan menantunya.


Papanya sangat senang akhirnya mereka berdua berbahagia.


"Walaupun di awal pernikahan mereka di awali dengan badai, namun Alhamdulillah mereka bisa menghadapinya." bathin papanya.


Ketika semua orang sibuk dengan baby Kenny, sedangkan Zico sibuk tersenyum menatap sang istri. Dia sangat bahagia melihat istrinya sehat setelah perjuangan yang sangat besar.


Dania menyadari tatapan sang suami padanya. Hal itu tentunya membuatnya salah tingkah.


"Kenapa dari tadi memandang aku terus?" tanya wanita itu.


"Aku semakin sayang sama kamu, aku sangat takut kehilanganmu sayang, kamu sehat - sehat ya sayang." ucap lelaki itu memegang tangan wanita itu dengan erat.


"Aku juga sayang sama kamu."


"Perjuangan kamu besar sekali, apapun yang kamu mau akan aku kabulkan setelah kamu pulih."


"Serius?"


"Iya sayang, apapun yang kamu mau."


"Yeeee terima kasih mas, I love you."


"I love you too."


Zico lalu mengecup kening sang istri. Lalu mengecup bibir sang istri sekilas.

__ADS_1


Keluarga yang melihat keduanya hanya tersenyum bahagia.


__ADS_2