Volume Cinta Dania

Volume Cinta Dania
Bab 9


__ADS_3

"Khalifah." panggil Zico menyadari bahwa ia tidak sengaja bertemu dengan Khalifah di acara penting.


Kali ini Zico sebagai narasumber UMKM. Dia tidak tau bahwa Khalifah akan ikut acara begini.


"Wah bagus juga tadi presentasinya." ucap Khalifah.


"Terima kasih, kamu juga salah yang ikut pelatihan ini?"


"Iya, aku kan tertarik untuk memperluas usaha catering ornag tua, Alhamdulillah bang Daniel setuju, ya sekaligus pengisi suntuk." ucap Khalifah berterus terang.


Khalifah sebenarnya enggan untuk berbicara berdua begini dengan Zico. Apalagi semenjak ia tau bahwa lelaki itu pernah menyukainya.


"Ifah yuk pulang." panggil seorang wanita yang tidak lain Tiara.


Zico juga melihat Tiara berjalan menghampiri mereka. Zico tidak tau entah kenapa setiap melihat Tiara, dia merasa nyaman.


"Eh ada Tiara juga." ucap Zico.


"Iya, saya nggak nyangka kamu bakalan jadi narasumber di sini." ucap Tiara.


Entah apa yang terjadi saat ini. Khalifah melihat Tiara seperti merasa malu - malu saat berbicara seperti ini di hadapan Zico. Namun ia mencoba menghilangkan prasangka buruknya.

__ADS_1


"Kami duluan ya ko." pamit Khalifah tidak ingin berbasa - basi terlalu lama.


Mereka meninggalkan tempat di mana Zico masih berdiri. Tatapan Zico masih menatap ke arah Tiara.


Zico tersenyum - senyum sendiri saat ini. Dia juga tidak tau rasa apa yang ada di dalam hatinya.


"Aneh, kenapa aku merasa nyaman saat melihat Tiara." gumamnya sambil tersenyum sendiri.


" Itu tanda suka."


Zico menoleh ke belakang dan mendapati Tedi sang sahabat yang selalu setia menemaninya dalam suka dan duka.


"Ngawur kamu." ucap Zico mengelak.


"Sok tau kamu, aku ini sudah menikah, lagian temannya itu kakak ipar aku."


"Ah semua orang juga tau bahwa kamu dan Dania tidak saling menyukai, lagian apa yang kamu banggakan dari Dania itu, hari - hari pamer aurat aja."


"Dania udah mulai berubah kok."


"Berubah apanya? Dia hanya mengelabui kamu, di rumah memakai baju yang kamu belikan, tapi pas di kantor dia ganti stelan lagi."

__ADS_1


Zico cukup kaget mendengar ucapan dari sahabatnya. Namun dia tidak lansung mempercayai sebelum melihatnya lansung.


"Udahlah, mungkin saja kamu salah liat."


"Kamu di bilangin ngeyel, kamu datang aja ke kantornya, dia bahkan juga punya mainan baru juga di kantor." ucap Tedi mencoba menjelaskan apa yang ia tau dari adiknya.


"Ah makin ngawur saja kamu, Dania memang berjiwa bebas, tapi dia tidak akan melakukan hal yang tidak-tidak."


"Adekku salah satu karyawan yang bekerja di tempat Dania, dia banyak cerita tentang Dania.


"Kamu harus buktikan sendiri." ucap Tedi lagi.


"Ayo pulang." ajak Zico.


Zico lansung pulang ke rumah. Bayangan ucapan Tedi tadi lansung menghantui Zico. Dia tidak percaya bahwa apa yang di jelaskan oleh Tedi tadi. Akan tetapi ucapan itu selalu memenuhi otaknya.


Zico akhirnya memutuskan untuk pergi ke kantor Dania. Dia ingin tau secara lansung apakah benar adanya.


Setelah sampai di depan kantor Dania, dia memarkirkan mobilnya. Zico lansung masuk ke dalam kantor.


Dia berjalan menuju ruangan Dania. Saat di perjalanan, matanya tidak sengaja melihat wanita yang ia cari. Wanita itu sedang berjalan di dengan seorang lelaki sambil tertawa .

__ADS_1


Zico juga kaget melihat penampilan wanita itu. Bajunya juga tampak tidak sama dengan apa yang di gunakan dari rumah.


Zico dengan nada Kecewa akhirnya memutar badannya untuk pulang.


__ADS_2