Volume Cinta Dania

Volume Cinta Dania
Bab 21


__ADS_3

"Ma ayo ma kita ketemu papa." rengek Jema saat di ruang TV.


"Ngapain ketemu papa, papa pasti sedang sibuk." ucap Dania malas meladeni anaknya.


Dania sempat kesal dengan Zico yang memberi tau kepada Jema ketika acara jalan-jalan. Entah bagaimana caranya lelaki itu mempengaruhi Jema.


Setelah Jema tahu bahwa Zico adalah papanya membuat anak itu tidak lepas dari lelaki itu. Hari-harinya ingin selalu ditemani oleh Zico.


Jema memang sangat merindukan sosok papa sejak berumur 3 tahun. Dia akhirnya memanggil Deyon papa karena hanya Deyon yang dekat dengan Dania saat masa sulitnya.


"Ayolah ma, aku telpon papa ya."


Dania hanya diam melihat anaknya. Jema lansung mengambil ponsel mamanya. Dia sudah paham mencari kontak papanya dengan melihat foto profil.


"Hallo sayang, assalamualaikum."


Jema lansung tersenyum senang karena sang papa dengan gercep mengangkat teleponnya.


"Alaikum salam papa."


"Kenapa anak papa telpon?"


"Aku au main papa, yok papa ( aku mau main papa, yok papa)."


"Kemana?"


"Papa bisa?"


"Untuk anak papa apa yang tidak bisa."


Jema tertawa mendengar ucapan papanya. Tapi tidak dengan Dania. Dia akan tau bahwa lelaki itu akan mengambil kesempatan karena telah berhasil mencuci otak anaknya.

__ADS_1


"Makasih papa,kami tunggu."


"Baik anak cantik papa."


Jema tersenyum meletakkan ponsel mamanya di atas meja. Sedangkan Dania hanya diam berpura-pura tidak melihat dan mendengar ucapan mereka di telpon.


"Ma ayo ciap - ciap ( ma ayo siap- siap)."


"Siap - siap mau ke mana?" tanya Dania.


"Mau Pelgi mama ( mau pergi mama)"


Dania menolak untuk ikut bersama Jema dan Zico. namun sang anak rengek agar mamanya mau ikut.


"Kamu pergi saja sama papa kamu."


Jema tidak mau karena ingin mama dan papanya pergi bareng.


"Ini pasti otaknya sudah di cuci oleh papanya." gumam Dania dengan kesal.


"Ngapain dia kesini pa?" tanya mama Dania tidak terlalu suka dengan kedekatan mereka.


"Biarin aja ma, kan Jema anaknya, justru bagus jika mereka dekat kembali." jawab Robert sang suami.


"Apaan bagus, mama masih ingat bagaimana mama Zico terhadap Dania, masa papa lupa."


"Ma jangan sampai dendam, jadikan itu sebagai pembelajaran, lagian masa itu anak kita juga salah." ucap papa Dania.


Papa Dania tersenyum ketika Zico sudah dekat jaraknya dengan mereka.


"Assalamualaikum pa, ma."

__ADS_1


"Waalaikumsalam." jawab papa danama Dania serentak.


Zico menyalami keduanya.


"Papa." teriak Jema berlari ke arah papanya.


"Sayang papa." Zico merentangkan tangannya siap menerima pelukan anaknya.


"Aku kangen papa."


"Sama."


"Lebay, tiap hari ketemu pun." gumam Dania namun terdengar oleh semua orang.


Papa Dania hanya tersenyum melihat ulah anaknya. Akhir - akhir ini dia menilai ulah anaknya berkelebihan. Apalagi sikapnya seperti anak kecil yang selalu Arum mulut dengan anaknya sendiri.


Kali ini mereka bepergian ke tempat permainan anak-anak. Di sana Dania melihat betapa bahagianya Jema saat bermain. Dan Dania juga mengakui bahwa Zico juga tambah gagah.


Selain bermain, Zico juga membawa Jema ke rumahnya. Nampak mama dan papa Zico sangat senang karena cucunya datang berkunjung.


Yah Jema adalah cucu pertama mereka. Karena anak kedua mereka juga masih belum menikah sampai saat ini.


Awalnya Dania agak sungkan di sana. Namun setelah beberapa menit dia melihat bahwa seluruh keluarga Zico welcome.


Dania terduduk di tepi sofa. Dia menatap Jema dan papanya yang telah tertidur.


"Gagah." ucap Dania mencolek hidung Zico dengan Pelan.


Lalu ia kaget tiba- tiba Zico menarik tangannya lalu membalikkan posisi sehingga lelaki itu berada di atas tubuhnya.


"Kenapa hm?"

__ADS_1


Dania terdiam melihat Zico. Hatinya benar-benar salah tingkah.


"Kamu cantik." ucap Zico lansung mengarahkan bibirny ke kening Dania. Dania hanya pasrah sambil memejamkan matanya.


__ADS_2