Volume Cinta Dania

Volume Cinta Dania
Bab 30


__ADS_3

Hari ini Zico nampak rapi sekali. Di Ia sudah berjanji kepada Jema akan membawa gadis cilik dan ibunya jalan - jalan.


Ketika itu Jema bersedih dan ingin merasakan jalan bersama keluarga lengkap. Zico merasa tidak ada salahnya memenuhi keinginan anak kecil yang tidak berdosa itu.


"Kamu udah siap cantik?" tanya Zico kepada Jema.


"Siap dong papa."


Zico awalnya agak kaget mendengar panggilan Jema. Namun dia tersenyum lagi karena Jema memang sudah sering memanggilnya papa.


"Maaf mas, Jema udah keterlaluan memanggil kamu papa." ucap Dania merasa tidak enak.


"Tidak masalah, lagian ini jalan - jalan keluarga kecil, dalam keluarga kecil bukannya ada papa, mama dan anak." jawab Zico.


"Dia memang anak kamu mas." bathin Dania.


"Ayo kita berangkat."


Ketika sampai di pintu masuk, mereka terdiam ketika melihat seorang wanita yang baru saja datang. Wanita itu menatap tangan Zico yang memegang erat tangan Jema.


"Siapa dia ko?" tanya Wanita itu.


Zico menggaruk kepalanya. Dia bingung harus menjawab apa karena dia belum menjelaskan tentang Dania kepada sang pujaan hati.


"Kita bicara di dalam aja." ucap Zico mengajak Kinan masuk.


Kinan berjalan di sampingnya Zico. Dia juga menggenggam tangan lelaki itu.

__ADS_1


Dania menatap keduanya dengan hati yang sakit. Dia bahkan membuang pandangannya ke arah lain.


"Semesra ini kamu dan dia mas? Aku ini apa mas?" bathinnya.


Jema melihat ada kesedihan di mata mamanya. Dia lansung berlari untuk memutuskan genggaman tangan papanya dan wanita itu.


"Papa, aku mau di gendong."


Kinan menatap anak kecil yang memanggil Zico papa.


"Apa ini anaknya Zico? Aku tidak akan membiarkan wanita ini merebut Zico dari aku." bathinnya.


"Zico katanya kita mau bicara, aku mau bicara di kamar kamu saja."


"Aku ikut papa, papa udah janji akan ajak aku jalan - jalan." Jema merajuk.


"Iya, nanti kita jalan - jalan, tapi om mau bicara dengan Tante Kinan dulu." bujuk Zico.


"PELAKOR nak bukan lakor." Dania membetulkan ucapan anaknya dengan sengaja menekan kata pelakor agar wanita itu tau dengan posisinya.


"Masih kecil mulutnya udah judes, pasti didikan mamanya tidak benar." ucap Kinan.


"Tante jahat."


"Jema jangan begitu, jika begitu papa nggak akan ajak kamu jalan - jalan, yang sopan sama tantenya."


Jema terdiam dengan mata berlinang. Dania lansung berjalan mendekati anaknya.

__ADS_1


"Mari Jema ikut mama."


"Ayo kita ke dalam." Kinan sengaja mengandeng tangan Zico dengan erat.


"Aku kangen kamu yang, kamu kangen aku nggak?" tanya Kinan dengan sengaja lagi.


"Tentu saja kangen sayang."


"Bohong, kamu buktinya asik - asik dengan wanita beranak satu itu."


"Aku hanya kasihan dengan dia, udahlah jangan ngambek kayak gitu, nggak akan ada yang bisa gantiin kamu di hatiku, bukannya begitu sejak dulu?" jawab Zico masih terdengar oleh Dania.


Tanpa aba - aba air mata Dania jatuh. Hatinya begitu sakit saat mendengar ucapan suaminya kepada wanita lain.


"Apakah memang tidak ada kami di hatimu? apakah dia begitu istimewa dalam hati kamu?"


"Ayo ma." ajak Jema tidak ingin melihat mamanya bersedih.


Dania masuk ke dalam kamar. Dia hanya memikirkan semuanya. Dia menelpon seseorang.


"Jemput aku, aku mau pulang."


"Kamu yakin? kamu tidak mau berjuang dulu?" tanya seseorang di sebrang sana.


"Aku kalah, aku hanya ingin hidup tenang."


Entah kenapa Dania hanya ingin menyendiri. Dia tidak begitu mau memperjuangkan cintanya.

__ADS_1


"Harusnya kamu harus mempertahankan cinta kamu, dia milik kamu."


"Dia memilih wanita itu, aku menyerah." ucap Dania pasrah.


__ADS_2