
Arno berlari-lari mencari Aksa di rumah paman dan sedang berbincang sambil makan ubi goreng
"Kak T....Ta.....Tara kak heih...heih....." ucap Arno sambil tersenggal-senggal.
"Tenang Ar....minum dulu ini" ucap Aksa sambil menyodorkan air minum.
Setelah minum dan Arno menghela nafas dan mulai berkata" Kak Tara diambil sesuatu dan dibawa terbang masuk hutan dan menghilang, sebelumnya ada bapak-bapak yang sedang memancing, setelah menyuruh aku dan Tara segera pergi dari sini, tiba-tiba badannya terbang ke atas dan lehernya dipatahkan" ucap Arno histeris dengan badan bergetar.
"Arno kamu mabuk? ato mau ngerjain aku, dimana Tara...tidak lucu " bentak Aksa marah.
"Aku serius kak...Tara hilang!!!" teriak Arno panik.
Paman Tirta yang mendengar itu langsung cemas dan tiba-tiba krompyaaang.....bibi Surti menjatuhkan toples kue saat tahu kalo Tara hilang
"Pak e...akhirnya Tara diambil Gusti Haryo" ucap bi Surti bergetar ketakutan.
"Apa maksud bibi?Tara kenapa?" ucap Aksa dan Arno bersamaan.
"Aksa ....Arno ....ada yang perlu kamu ketahui siapa Gusti Haryo, pangeran Wijaya dan putri Gayatri" ucap Paman Tirta lalu membawa mereka masuk dan masuk ke ruang yang selalu paman kunci.
Diruang tersebut terdapat lukisan kuno seorang wanita cantik dan yang membuat Arno dan Aksa terkejut karena wajah wanita tersebut memiliki wajah yang sama persis dengan muka Tara.
"Kalian pasti terkejut ini bukan Tara melainkan, putri Gayatri istri dari pangeran Wijaya" jelas paman Tirta.
"Siapakah mereka paman?lalu apa hubungannya dengan Tara?" tanya Arno bingung.
"Duduklah paman akan bercerita semuanya"
Pada tahun 1785 desa Margosari sebuah desa subur yang berada dibawah pegunungan jatuh dalam kekuasaan seorang Raja bernama Gusti Sinuhun Haryoto yang masih sepupu dengan Kanjeng Sinuwun Hamengkubuwono 3 raja Kasultanan Ngayogyakarta.
Karena daerah taklukan maka lurah desa Margosari menyerahkan satu-satunya putri kesayangannya yang bernama putri Gayatri untuk dipersunting Gusti Sinuwun Haryo.
"Kangmas Sinuwun...apakah kangmas akan mempersunting gadis desa itu?" tanya Selir pertama bernama putri Nawangsari Gusti Haryo.
"Apa Kangmas tidak malu menjadikan gadis desa menjadi salah satu selir, dimana semua selir Kangmas adalah putri-putri raja yang cantik" tambah selir ke tiga
__ADS_1
Gusti Haryo sudah memiliki 5 selir cantik putri-putri cantik yang berasal dari kerajaan Demak, kerajaan Singosari, kerajaan Pamanahan, kerajaan Surakarta dan kerajaan Cirebon, Gusti Haryo menunggu salah satu selirnya hamil baru diangkat sebagai permaisurinya, tetapi selama bertahun-tahun menunggu ternyata kelima selirnya tidak menunjukkan tanda-tanda akan hamil.
"Kalau aku tidak mengambilnya sebagai selirku, bukankah itu membuat lurah Madyosari akan marah diajeng?" tanya Gusti Haryo.
"Kenapa tidak untuk Dimas Pangeran Arya wijaya, dimas pangeran kan belum menikah kangmas?" usul Putri Mayang selir ke dua.
"Iya benar Kang mas, pasti rakyat juga bakalan menilai bahwa Kang mas Prabu seorang raja yang penuh kasih karena memberikan gadis cantik dari Madyosari buat adik kesayangannya" ucap putri Sekar selir kelima
"Oooo iya diajeng kamu memang selirku paling pandai diajeng Mayang" puji Gusti Haryo.
"Baiklah Dierjaaaa!!!" panggil Gusti Haryo ke patih dan punggawa kepercayaannya.
"Dalem sinuwun" ucap Dierja sambil bersimpuh di hadapan Gusti Haryo dan para selirnya.
"Dierja....persiapkan pernikahan buat adikku Pangeran Arya wijaya dengan Gayatri dan persiapkan penganugerahan putri untuk Gayatri"titah Gusti Haryo
"Kang mas...apakah kang mas tidak mau melihat Gayatri terlebih dahulu, dia terkenal sangat cantik dan pandai, nanti kangmas menyesal" ucap putri Saraswati selir ke empat yang paling disayang Gusti Haryo karena yang paling pendiam dan paling lembut.
Mendengar ucapan selir ke 4 membuat selir yang lainnya langsung menatap tajam selir Saraswati dan membuat Saraswati menunduk takut.
"Aku mau menemui adikku terlebih dahulu, Diajeng Saras ayo ikut Kangmas dari pada kamu nanti dimarahin mereka, dan kalian berempay persiapkan diri kalian nanti malam dikamar kita" titah. Gusti Haryo yang tidak pernah puas bermain dengan satu wanita.
"Sendiko dawuh Gusti (baik Gusti)" ucap mereka serentak sambil beranjak menuju kamar masing-masing dan bersiap untuk malam panjang mereka bersama.
Pagi harinya upacara penobatan Gayatri sebagai putri Gayatri dan upacara pernikahan dengan pangeran Aryawijaya berjalan dengan lancar, tetapi karena tiba-tiba kerusuhan di kerajaan Paratan kerajaan Gusti Haryo menyebabkan Gusti Haryo sambil membawa ke lima selirnya kembali ke kerajaan Paratan.
Pangeran Arya Wijaya terpesona melihat istrinya yang sangat cantik, dan amat bersyukur kakaknya tidak tertarik dan memberikan kepadanya.
Sedangkan Gayatri sangat bersyukur karena Raja Paratan malah memberikan ke adiknya yang lebih muda dan sangat membuat jantung Gayatri berdetak kencang terlebih melihat gagahnya pangeran Aryawijaya saat mengucapkan ijab Qobul, Gayatri mencium tangan Pangeran Aryawijaya dan dibalas dengan pangeran Arya Wijaya membisikkan doa dengan lembut supaya pernikahan mereka dipenuhi berkat, dan selalu langgeng harmonis lalu mencium kening Gayatri.
Setelah acara pernikahan mereka dengan mengadakan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk untuk penduduk desa Margosari.
__ADS_1
Saat Wayang kulit masih berlangsung, pangeran Arya mengajak Gayatri untuk kabur dan masuk ke kamar pengantin yang sudah dihias dengan bunga-bunga.
"Akhirnya Diajeng kita bisa istirahat" ucap pangeran Arya sambil menjatuhkan dirinya di kasur
Gayatri terbengong melihat polah suaminya, ternyata seorang pria yang santai tidak seperti pangeran kebanyakan yang kaku dan dingin.
"Diajeng kenapa bengong ayo sini istirahat dulu, tenang aja kangmas belum minta haknya kok, badan kangmas sudah rontok dan gerah karena hari ini sangat panas dan memakai baju seperti ini" omel Arya.
Gayatri tersenyum geli melihat suaminya ngomel-omel, lalu secara perlahan duduk di tepi ranjang lalu melepaskan semua hiasan dan perhiasan di badan dan rambutnya.
Arya yang melihat istrinya kesulitan melepas hiasan dibelakang kepalanya langsung mendekat dan menolong Gayatri, karena posisi mereka sangat dekat membuat Jantung Gayatri berdetak kencang dan wajahnya langsung memerah.
Arya yang melihat wajah istrinya memerah membuatnya makin gemas
"Habis ini diajeng mandi dulu, nanti gantian sama kang mas" ucap Arya sambil tersenyum.
"Kang mas mau mandi dulu boleh kok, nanti Atri yang terakhir" ucap Gayatri
"Daripada meributkan siapa yang mandi dulu, apa kita mandi bersamaan" goda Arya sambil menarik turunkan alisnya membuat Gayatri panik dan langsung berlari menuju kamar mandi.
Melihat istrinya yang panik membuat Arya tertawa terbahak-bahak.
"Terimakasih kang mas prabu, sudah memberikan gadis yang begitu sempurna untuk menjadi istriku" gumam Arya.
...***...
...TBC...
...Hollla....bagaimana kabar kalian, maaf yaa author baru up cerita ini, semoga kalian suka 🙏😘...
...Jangan lupa LIKE....LIKE...VOTE...VOTE & COMMENTnya yah 😊😊...
...🙏 Gumawo yah🙏...
__ADS_1