
"Dalem Gusti?" tanya Rengganis sambil menunjuk dirinya.
"Iyoo....sini kamu" jawab Haryo sambil menatap Rengganis tajam.
Rengganis mendekati Haryo dengan rasa takut, karena Haryo saat itu terlihat sangat mengerikan.
Saat Rengganis bersimpuh di dekat Haryo, Haryo segera berujar
"Apakah kamu tahu kedudukanmu disini?"
"Nyuwun sewu (mohon maaf)Gusti...kalo hamba tidak salah, hamba sebagai selir panjenengan (anda) Gusti" jawab Rengganis lirih.
"Hahahaha ..... kamu salah, kamu hanya persembahan, Dimas Arya menempatkan kamu ke tempat selir karena merasa kasihan terhadapmu....bukan untuk menjadi selirku" ujar Haryo meskipun dengan suara tenang tetapi terdengar sangat tajam.
"Apa kamu tahu arti persembahan? ...... kamu hanya diberikan ke kerajaanku ini sebagai upeti, jadi mau aku jadikan apapun terserah aku....memang kadang dari persembahan itu jika aku menyukai akan aku jadikan salah satu selirku, terlebih jika gadis tersebut sangat menyenangkan"
"Sedangkan kamu....bukannya mengambil hatiku malah membuatku tidak suka, karena itu kamu akan kuberikan untuk pesta para menteriku berpesta malam hari ini!!!! " ujar Haryo dengan seringai mengerikan
"Apakah kalian suka????" tanya Haryo kepada para bawahannya dengan suara keras.
"Sukaaaa Gusti, maturnuwun!!" jawab mereka serempak sambil tertawa bahagia.
Mendengar itu Rengganis terkejut dan sangat ketakutan melihat semua bawahan Haryo yang mempunyai badan besar dan wajah yang sangat mengerikan.
Dierja bawahan Haryo segera menarik tubuh Rengganis yang masih bersimpuh dengan tubuh bergetar ketakutan.
"Lepaskan.....lepaskan!!" pekik Rengganis sambil meronta-ronta.
Tetapi Dierja yang memiliki tubuh besar dengan mudahnya membuat tubuh Rengganis diam tak berkutik
"Kenapa.......KENAPA GUSTIIIIIII!!!! apa salah Rengganis??? kenapa Desanya Madyosari yang lebih kecil dari desa hamba malah dijadikan kerajaan...dan kenapa Gayatri yang pucat dan kurus yang sama-sama sebagai persembahan seperti hamba itu diberikan ke pangeran Arya sedangkan hamba hanya dibuang seperti sampah!!!" teriak Rengganis dengan air mata yang keluar deras tetapi penuh kemarahan.
Plaaak.....plaaak....
Tiba-tiba kedua pipi Rengganis ditampar keras.
"Dasaaaar kurang ajar....heeey gadis desa jelek, apakah kamu tidak pernah mengaca? dibanding kamu yang berkulit hitam dekil, Gayatri beribu-ribu lebih cantik dibandingkan kamu, sangat pantas menjadi pendamping pangeran Arya yang memiliki wajah tampan seperti Gusti Sinuwun Haryoto" bentak selir Mayang setelah menampar Rengganis.
"Berabi-beraninya gadis desa kumal seperti kamu melawan Gusti Sinuwun....harusnya kamu bersyukur Gusti tidak membunuhmu tetapi memberikan kepada para pejabat istana!!" timpal Selir Larasati.
Haryo yang melihat para selirnya memberi pelajaran kepada Rengganis hanya menatap datar.
"Dierja seret wanita kurang ajar itu untuk dinikmati para prajurit untuk pesta malam ini"
Rengganis yang menyadari kesalahannya semakin panik dan meronta-ronta meminta ampun.
Tetapi Haryo tetaplah Haryo yang sangat bengis, dan tidak pernah mengampuni orang yang telah berani kepadanya.
__ADS_1
Tubuh Rengganis segera dibopong seperti karung beras oleh Dierja dan segera membawa ke markas para prajurit diluar istana.
Pesta di istana berjalan semalam suntuk penuh dengan kebahagiaan.
Berbanding terbalik dengan Rengganis semalam suntuk semua prajurit menikmati tubuh moleknya sampai Rengganis tidak sadarkan diri.
Pagi harinya Rengganis terbangun dengan kondisi yang sangat mengenaskan, terbaring di salah satu tenda prajurit, banyak luka di sekujur tubuhnya karena Rengganis melakukan perlawanan sehingga beberapa pukulan dan luka goresan akibat cambuk.
Tubuh Rengganis tidak dapat digerakkan sama sekali, semua terasa sakit tetapi air mata tidak bisa keluar lagi karena Rengganis sudah terlalu lelah menangis semalaman.
"Kau sudah bangun rupanya?!!" ujar seorang laki-laki muda berbadan kurus tinggi, mempunyai kulit berwarna pucat, dengan mata sipitnya, dan tampak sebuah luka memanjang dari dahi ke pipi.
Tubuh Rengganis kembali bergetar ketakutan mengingat kejadian semalam.
"Aa-aku mohooon......jangan lagi" ujarnya lirih.
"Tenanglah...aku tidak akan menyakitimu seperti yang dilakukan mereka semalam"
"Namaku Wondo....aku kesini untuk membawamu pulang ke rumahku"
Alih-alih merasa lega....tubuh Rengganis kembali bergetar ketakutan, bagaimana tidak meskipun Wondo berbicara dengan suara lembut tetapi wajah Wondo tampak bengis mengerikan.
Teelebih Wondolah yang pertama kali memperkosa dirinya secara brutal semalam.
"Jangan takut....bersamaku kamu aman, maafkan aku semalam terlalu mabuk sehingga tak mampu mempertahankanmu untuk tidak disentuh oleh prajurit yang lainnya, tetapi setelah ini kamu akan aman dirumahku"
Setelah Rengganis sudah bersih, Wondo segera menggendong tubuh Rengganis ala bridal style untuk keluar dari tenda.
Rengganis melihat diluar tampak banyak prajurit, tubuhnya kembali bergetar ketakutan
"Jangan pernah menyentuh wanita ini lagi, karena dia sekarang milikku!!!" ujar Wondo dengan suara tegas.
"Baiiiik tuaaan!!!" jawab mereka serentak.
Wondo segera membawa Rengganis naik kuda dan menuju rumahnya yang berada ditengah hutan bambu tidak jauh dari istana Haryo.
"Sekarang ini adalah rumah kita....namamu siapa?"
Bukannya Rengganis menjawab, Rengganis hanya diam dengan tatapan kosong.
"Baiklah....istirahatlah dulu, aku buatkan makanan hemm...." ujar Wondo lalu merebahkan Rengganis ditempat tidur.
Wondo segera keluar meninggalkan Rengganis sendirian dikamar, untuk memasak makanan untuk mereka.
Saat Wondo sedang memasak tiba-tiba udara disekitar dipenuhi oleh asap tebal yang menyesakkan dada.
"Sialan asap beracun......siapa yang berani menyerang rumahku dengan racun" gerutu Wondo lalu segera mengeluarkan jurus penangkal racun.
__ADS_1
Wondo teringat Rengganis yang berada dikamar sendirian, segera berlari menuju kamar Rengganis untuk menyelamatkannya dab menghilangkan gas hitam beracun tersebut yang menyelubungi rumahnya.
Di saat Wondo membuka pintu kamar, Wondo dikejutkan penampakan Rengganis yang saat itu sedang duduk bersila, dengan mata merah dan di sekitar tubuhnya keluar asap hitam dan beracun.
Rengganis yang melihat Wondo yang masuk ke kamar langsung menerjang Wondo dengan tangan yang mengeluarkan hawa hitam mengarah tubuh Wondo
Untunglah Wondo adalah salah satu pasukan bergada kraton Margosari yang memang terkenal dengan ilmu tinggi yang mereka miliki sehingga dengan mudah menghindar dan menyerang balik Rengganis dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat Rengganis.
Hanya dengan 1jurus Wondo bisa membekuk Rengganis di lantai dengan posisi dibawah dan Wondo diatas.
"Wisa Wanara .... ilmu hitam yang sudah menghilang puluhan tahun, ternyata kamu kuasai.....siapakah kamu cah ayu??" ujar Wondo dengan aura mengintimidasi.
Alih-alih menjawab Rengganis masih berusaha memberontak dengan mengeluarkan jurus Saepi bayu.
"Hahaha .....elok tenan koe cah ayu, sudah bisa menguasai jurus mematikan"
"Tapi kamu masih lemah dan hanya menguasai kulit dari jurusmu itu" ujar Wondo yang masih saja santai mematahkan semua jurus Rengganis.
"Jangan buang-buang tenagamu cah ayu.....istirahatlah, kalo mau menguasai dua ilmu itu harus ada gurunya sehingga jurusmu itu bisa terarah dan tidak membahayakan tubuhmu"
Wondo segera mendudukkan tubuh Rengganis kemudian dari belakang Wondo menyalurkan hawa udara murni ke punggung Rengganis, untuk menyembuhkan Rengganis karena memaksakan diri memakai ilmu berat padahal kondisi tubuhnya masih lemah, sehingga aliran cakra dalam tubuhnya berantakan sehingga keluar darah dari hidung dan telinganya..
Setelah dirasa cukup, Wondo segera kembali keluar kamar.
"Jangan paksakan dirimu mengeluarkan jurus mu itu cah ayu....istirahatlah, makanan sebentar lagi matang" ujar Wondo sesaat sebelum keluar.
Rengganis yang merasa marah, kesal dan putus asa menangis tersedu-sedu meratapi nasibnya.
Karena terlalu capai menangis, Rengganis tertidur.
Wondo menyelesaikan masakannya kemudian segera membawanya masuk ke kamar, ketika masuk kamar tampak Rengganis masih tertidur lelap.
"Cah ayu bangun dulu gih, makan dulu baru tidur lagi" ujar Wondo sambil mengusap bahu Rengganis pelan.
Rengganis merasa ada tangan yang menyentuh bahunya langsung menegang dan segera bangun terduduk sambil menjauh dari Wondo.
"Wooo....woooo tenang cah ayu, percayalah aku tidak akan menyakitimu....makanlah dulu" ujar Wondo sambil mendorong nampan berisi nasi dengan lauk tempe,tahu goreng, sayur asem dan sambal.
"Maaf aku cuman bisa masak itu" ujarnya lagi kemudian keluar dari kamar.
Niat hati Rengganis tidak mau makan, tetapi apa daya perutnya tidak bisa diajak kompromi karena sangat lapar, sehingga Rengganis segera melahap makanan tersebut sampai habis.
Setelah itu Rengganis kembali berbaring berharap tertidur dan ketika bangun ini semua hanya mimpi.
...***...
...TBC...
__ADS_1