Wajah Dalam Lukisan

Wajah Dalam Lukisan
Edisi 21 Mulai Goyah


__ADS_3

Setelah beberapa hari Haryo mulai mengenal Tara, Haryo mulai tahu bahwa Tara memiliki banyak perbedaan dibandingkan Gayatri, Gayatri adalah seorang wanita yang halus, lembut baik tutur kata maupun segala tindak tanduknya, seperti putri bangsawan jaman dahulu yang diajarkan selalu tunduk dan patuh kepada kaum pria.


Sedangkan Tara adalah wanita mandiri, cerdas pemberani dan cenderung ke arah nekat, yang paling menonjol adalah keras kepala, persamaan kedua wanita tersebut selain wajahnya adalah keduanya suka memasak makanan dengan rasa sangat sedap dan ramah kepada bawahannya sehingga dengan cepat para bawahan di istana Haryo menyukainya.


Kekerasan kepalanya Tara sering membuat Haryo antara jengkel, marah dan juga geli. Seperti pada suatu hari Tara tidak bisa menemukan jalan keluar dari lingkup istana bahkan malah selalu berputar kembali ke depan gerbang istana.( Tara dibuat berputar-putar mengelilingi istana)


Disaat Tara berhasil membuka pintu gerbang istana tetapi Tara tetap tidak bisa menembusnya, karena seperti ada tembok- tembok tembus pandang yang sama sekali tidak bisa dia lalui, setiap kali Tara nekat yang ada kalau tidak terpental kepala dia benjol seperti terkena benturan.


"Sudah jera belum Diajeng?" tanya Haryo sambil mengulum senyum saat melihat kepala Tara yang benjol.


Tara terdiam sambil kepalanya memikirkan harus bagaimana lagi untuk segera meninggalkan penjara ini, sehingga tidak menjawab pertanyaan Haryo.


Melihat bahwa dirinya diabaikan Haryo segera mengeram marah dan menyentil kening Tara yang benjol membuat Tara terpekik kesakitan.


"Saaaaakiiiit massssss!!!!" teriak Tara sambil melotot dengan suara cemprengnya membuat para bawahan Haryo dan Haryo terkejut, karena baru ini ada seorang wanita berani teriak di depan Haryo.


"Makanya kalau ditanya ya njawab bukannya nggak meduliin aku!!" omel Haryo.


"Ya tapi ya nggak nyentil benjol nya Tara kan bisa mas, kenapa sih semua sekeliling istana ini mas kasih benteng aneh gini" omel Tara dengan kedua tangan di pinggang.


"Makanya jadi wanita itu yang anteng gak kelayapan setiap hari untuk kabur, belajarlah mencintaiku dan menerimaku sebagai suamimu!!" tutur Haryo dengan suara tegas.


"Laah mas itu aneh, Tara sudah menikah dan sudah punya suami....mas Haryo saja yang ngotot bilang bahwa Tara putri Gayatri"


"Naah sekarang setelah beberapa hari ini mas Haryo sudah melihat toh, bahwa ini Tara bukan Putri Gayatri" ujar Tara

__ADS_1


Haryo terdiam dan segera meninggalkan Tara, karena terus terang dia ingin marah dan berbuat kasar dengan Tara, tetapi ada perasaan ketakutan kehilangan wanita yang dia sayangi sekali lagi, cukup sekali dulu dia kehilangan selir yang paling dia kasihi dan wanita yang dia cintai.


"Looo diajak ngomong malah pergi, mas Haryo itu memang aneh, suka marah gak jelas, suka tahu-tahu datang, tahu-tahu pergi" gumam Tara kesal.


"Gusti Putri mohon ijin simbok bicara" tutur simbok Lastri dengan suara sopan.


"Bicara saja mbok, kaya sama siapa"


"Gusti...simbok dulu adalah pelayan dari Gusti putri Saraswati, dan sejak Gusti Putri Saraswati meninggal, simbok melayani Gusti Sinuhun Haryo"


"Gusti Sinuhun Haryo dulunya adalah raja yang cerdas, hebat, dan kuat. Beliau menginginkan Kerajaan Mataram seperti kerajaan Majapahit dahulu yaitu mempersatukan bangsa kita yang selalu berperang antar kerajaan sendiri menjadi satu melawan penjajah, sehingga sama saudara sepupunya yaitu Sultan Agung raja kerajaan Mataram dimasa itu semua tindakannya selalu didukung."


"Tetapi sayangnya di tengah jalan beliau dibutakan nafsu duniawi terlebih atas bujukan-bujukan sesat para selirnya, terlebih karena beliau menginginkan keturunan maka beliau lupa cita-cita dan tujuan hidupnya selama ini, sampai pada puncaknya beliau disadarkan oleh penghianatan para selirnya bersama para punggawa muda kepercayaannya, kemudian tega membunuh adik kesayangannya, diikuti kenyataan bahwa wanita yang dia cintai memilih mati dibanding menjadi istrinya dan kematian satu-satunya selir kesayangannya mati didepan matanya"


"Pada awalnya simbok pikir Gusti Sinuhun adalah raja yang kejam dan berhati jahat terlebih sampai mengijinkan Ki Seto melakukan ritual setan tersebut, tetapi berjalannya waktu simbok bisa melihat kekerasan Gusti Sinuhun hanya tampak dimukanya saja, pada kenyataannya beliau masih manusia biasa, beliau hancur didalamnya, oleh sebab itu beliau hanya mengurus kerajaan disini dan menutup diri dari dunia luar, sambil menunggu kedatangan titisan Gusti Putri Gayatri, sehingga banyak kerajaan taklukannya mulai melepaskan diri dari kerajaan Gusti Sinuhun Haryo".


"Mbok....jangan bersujud di kaki Tara, kita ini hanya boleh bersujud di hadapan Allah SAW, berdiri mbook" perintah Tara sambil berusaha membangunkan Simbok.


"Gimana menyadarkan mas Haryo mbok...mas Haryo itu yang Tara lihat selalu mematuhi semua perintah Ki Seto" gumam Tara sambil duduk terdiam didampingi Lastri sambil menatap kosong pemandangan dari jendela kamarnya.


^^^


Pada malam itu tampak Haryo duduk termenung disamping peti yang berisi tubuh Gayatri yang masih terlihat seperti sedang tidur bukannya meninggal.


"Gusti kenapa termenung sendirian disini? bukannya beristirahat dikamar....Gusti harus menjaga stamina karena pada saat bulan purnama besok itu membutuhkan waktu yang lama, jangan sampai anda nantinya sakit" bujuk Ki Seto.

__ADS_1


"Aku tidak bisa tidur Ki.....aku berpikir apakah sebaiknya Diajeng Gayatri ini sudah waktunya aku makamkan, tidak perlu mengorbankan Tara" gumam lirih Haryo.


"Apa maksud Gusti.....bertahun-tahun kita sudah merencanakan ini semua dengan terperinci, naah ini tinggal satu langkah lagi tujuan kita akan berhasil kita capai, Gusti akan berbahagia bersama Gusti Putri Gayatri untuk selamanya" ucap Ki Seto dengan nada sangat terkejut.


"Aku merasa lebih suka bersama Tara dibandingkan dengan Diajeng Gayatri, Tara meskipun sangat bandel dan keras kepala, tetapi dengan dirinya aku bisa melihat apa yang dia inginkan, apa yang dia rasakan, berbeda saat bersama dengan Gayatri, yang selalu ketakutan dan menjauhiku seperti aku ini hama yang sangat menakutkan" ujarnya lagi.


"Apa Gusti lupa titisan Gusti Putri itu manusia biasa, nantinya akan tua dan mati, sedangkan Panjenengan sudah kekal....apa Gusti mau melihat Gusti Putri akan menua dan meninggal didepan anda?" jelas Ki Seto panjang lebar.


Haryo terdiam dan menatap kosong tubuh Gayatri.


"Sekarang yang perlu anda pikirkan adalah Sangkala mulai bergerak bersama suami dari titisan Gusti Putri" ujar Ki Seto lagi.


"Buat apa khawatir Ki....Sangkala tidak ada apa-apanya dibandingkan Dirjo, selama ini dia dan pasukannya hanya menepi di bawah lembah"


"Tetapi apa Gusti lupa bahwa suami titisan Gusti Putri itu hamba melihat bahwa ternyata beliau adalah titisan Gusti Pangeran Aryawijaya, pada pertempuran terakhir Pangeran Aryawijaya berhasil mengalahkan panjengan" ucap Ki Seto.


"Pada waktu itu aku kalah karena ilmu Diajeng Gayatri yang ternyata sangat mematikan, sekarangkan Diajeng masih tertidur disini sedangkan Tara tidak menguasai ilmu kanuragan, meskipun bisa beladiri." ujar Haryo tenang.


"Biarkan mereka menyerang kemari, sehingga bisa sekalian aku basmi selamanya" ujar Haryo lagi membuat Ki Seto hanya menghela nafas dan kemudian meninggalkan Haryo dan kembali mempersiapkan segalanya.


Sepeninggal Ki Seto, Haryo segera keluar dari ruangan rahasia tersebut untuk berjalan dihalaman istananya, terdengar sayup-sayup alunan suara merdu Tara saat sedang mengaji, mengingatkan kembali saat selir kesayangannya yang selalu rajin berdoa tengah malam dan rajin membacakannya Al Qur'an dengan suara merdunya, membuat tak terasa sebutir air bening mengalir dari pelupuk matanya.


...***...


...TBC...

__ADS_1


...Bisakah Tara semakin menarik Haryo menjauh dari ajaran sesat Ki Seto?...


__ADS_2