Wajah Dalam Lukisan

Wajah Dalam Lukisan
Episode 7 Bertemu


__ADS_3

"Tara!!!!" teriak Arno saat menemukan Tara pingsan dikamar mandi, lalu memakaikan baju dan membaringkan di tempat tidur.


Toook....took....


"Tara Arno ada apa??" teriak Aksa, paman Tirta dan bi Surti


Krieeet Arno membuka pintu, dan semua menyerbu masuk


"Apa yang terjadi No? Tara kenapa gak sadar diri??" seru mereka.


"Tadi waktu Arno ambilkan baju, tiba-tiba Tara berteriak dan Arno menemukan Tara sudah pingsan kak" ucap Arno bingung.


Tak beberapa lama Tara sadar saat di gosokin minyak sama bi Surti. Saat tersadar, Tara langsung memeluk Arno


"Arno tadi sosok hitam dengan muka seputih kapas di kamar mandi, Tara takut" kata Tara sambil menangis tersedu-sedu dengan tubuh bergetar.


Mendengar itu paman dan Aksa langsung mencari di kamar mandi tetapi tidak ditemukan apa-apa, dan tidak mungkin ada yang masuk karena tertutup tembok.


"Dik gak ada siapa-siapa dik"kata Aksa


"Tapi bener kak tadi ada sosok hitam itu, bi apakah ada hantu di rumah ini?" tanya Tara ketakutan.


"Rumah ini memang kuno Ra, tapi demi Allah tidak pernah ada hantu Ra...percaya bibi ya"bujuk bi Surti.

__ADS_1


Setelah Tara tenang, semua keluar dari kamar untuk makan malam bersama dan saling bercerita yang lucu mengenang masa lalu membuat Tara dan Aksa terhibur dan tidak sedih lagi kehilangan sang ayah.


Setelah itu mereka kembali masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


"Sayang kenapa daerah sini sinyal telpon gak bisa yah?" tanya Arno.


"Heem sayang, dari tadi aku juga gitu, mau hubungi Sarah dan mommy gak bisa" jawab Tara.


"Mungkin karena dibawah bukit kali ya sayang" kata Arno lagi.


"Sayang meski aku sedih kehilangan papa, tapi setidaknya akhirnya Tara bisa melihat makam mama" kata Tara sambil menangis dan dipeluk Arno erat.


"Jangan menangis ya sayang, yuuk kita istirahat, besok kita jalan-jalan ya sayang" kata Arno sambil mengecup kening Tara lembut, lalu tidur sambil memeluk Tara


"Je t'aime ch`eri " bisik Arno di telinga Tara.


"Moi aussi mon cher" jawab Tara sambil mengecup bibir Arno lalu menenggelamkan kepalanya di dada Arno.


Saat tengah malam, Tara didatangi sesosok mahluk.


"Diajeng...bangun sayang" bisik suara asing di dekat telinga Tara.


Tara terbangun dari tidurnya dan saat akan teriak dibungkam oleh mahluk tersebut.

__ADS_1


"Jangan takut diajeng, ini kangmas lihat" kata mahluk hitam tersebut sambil membuka kerudung hitamnya



"Masih takut Diajeng?" tanya nya lagi.


"Kaaa...ka..mu siapa? a....a..pak ah ka..ka..mu haan.tu?" tanya Tara sambil bergetar ketakutan sambil melihat sesosok pria memakai baju gagrak jawa jaman dahulu.


"Aku suamimu diajeng, kangmas Sinuwun Haryoto" jawabnya lembut.


"Siapa??suamiku ini Arno, anda salah orang pak!" jawab Tara.


"Ikut kangmas Diajeng Gayatri" kata Haryo sambil menarik Tara.


"Eeeh lepasin....Aaaargh kenapa tubuhku disitu...Astagfirullah apakah aku sudah mati?!!" teriak histeris Tara.


"Kamu belum mati Diajeng, kangmas baru bisa berkomunikasi saat Diajeng tertidur" jelas Haryo sambil membelai kepala Tara, tetapi Tara memundurkan kepalanya sehingga tangan Haryo hanya bertemu dengan angin.


"Pak namaku adalah Tarasari Adiningrum Winotosastro bukan Gayatri, bapak salah orang ini"


"Lagipula aku belum mau mati, buat apa ikut kamu" ujar Tara sewot.


Haryo mengerutkan alisnya kemudian tertawa

__ADS_1


"Kamu sekarang sangat menarik Diajeng, bikin mas makin sayang, ayo ikutin kangmas" ajak Haryo.


__ADS_2