Wajah Dalam Lukisan

Wajah Dalam Lukisan
Episode 11


__ADS_3

telah upacara pernikahan selesai Pangeran Arya membawa Gayatri ke rumah pemberian Gusti Haryo untuk mereka tempati sebagai raja dan ratu dan penguasa desa Margosari.


Meskipun mereka menjadi raja, tetapi Arya tidak seperti raja-raja kebanyakan yang hanya bisa memberi perintah dan hanya tinggal di istana saja, Arya dan Gayatri selalu turun langsung di perkebunan sayur, membantu rakyatnya bertani, membuatkan pengairan sehingga perkebunan di desa tersebut menjadi teratur dan makin terolah secara baik.


Rakyat Margosari sangat bersyukur dan mencintai raja dan ratunya yang sangat ramah dan baik..


Arya sebagai seorang suami juga sangat lembut, bahkan tidak terburu-buru meminta haknya kepada Gayatri, tetapi membuat Gayatri merasa nyaman bersamanya.


Karena itulah Gayatri secara perlahan tapi pasti mulai mencintai dan mengagumi suaminya.


Suatu malam Arya mengajak Gayatri duduk-duduk di luar sambil menatap bintang karena saat itu cuaca cerah.


"Diajeng...gak terasa kita sudah menikah satu bulan ya" ujar Arya sambil memeluk Gayatri dari belakang.


"Diajeng bahagia?" tanya Arya sambil menempelkan hidungnya di ceruk lehernya Gayatri


"Bahagia banget kang mas, kadang kaya mimpi ya kang mas" ucap Gayatri sambil memegang tangan Arya yang memeluk lehernya



"Kangmas, bolehkah Atri bertanya?"


"Boleh..emang mau tanya apa?"


"Eeeehm....anu kangmas" ucap Gayatri ragu


Arya memutar tubuh Gayatri sehingga saling berhadapan


"Apa Diajeng kok malah bingung" tanya Arya


" Apa kangmas tresno(cinta) sama Atri?"


"Hahaha tindakan kangmas belum memperlihatkan ya? ...baiklah Gayatri istriku Kangmas tresno marang sliramu (dalam bahasa inggrisnya i love you gitu hihihi)" ucap Arya


"Hahaha....udah kangmas Atri malah geli"ucap Gayatri

__ADS_1


"Walah dalah...aku tuch ngomong serius loo la kok malah diketawain to Diajeng" kata Arya sambil cemberut.


"Maaf kang mas, habisnya Kangmas lucu...makasih ya kang mas" ucap Gayatri sambil memeluk Arya.


"Diajeng apa boleh kangmas meminta hak kang mas malam ini?" tanya Arya yang dijawab Gayatri dengan mengangguk dalam pelukan Arya.


Arya yang melihat bahwa istrinya mau langsung mengangkat tubuh Gayatri ala bridal style membuat Gayatri terpekik kaget.


Arya membawa Gayatri ke kamarnya, dan membaringkan tubuh Gayatri ke tempat tidur dengan perlahan.


Dia Menghirup serakah aroma tubuh Gayatri, "Aku menyayangimu diajeng" bisiknya yang begitu dekat dengan bibir gadis itu hingga hembusan nafasnya menerpa kulit bibir Gayatri.


Kedua tangan Arya mencengkram pinggang Gayatri, kemudian menarik ke atas kebaya Gayatri


Pandangan Gayatri melebar oleh tindakan Arya. Ia dapat melihat Arya masih dengan muka datar namun mata itu berkilat menginginkannya.


Tubuh Gayatri meremang ketika kedua tangan Arya menerobos masuk ke punggungnya dari bawah.


Arya mendekatkan wajahnya, menghirup dalam pada ceruk leher Gayatri.


Mata Gayatri terpejam olehnya, hembusan nafas itu melemahkan tiap sarafnya.


"Kau hanya milikku diajeng," bisik Arya lagi dengan arogan.


Gayatri tanpa sadar menengadahkan wajahnya ketika lidah Arya turut menjelajah pada lehernya bersamaan dengan bibir basah pria tersebut.


Jemari Gayatri lemah , kini ia Hanya mampu mengusap pundak Arya, menunjukkan bahwa ia menyetujui setiap keegoisan yang membakar pendengarannya dengan begitu seksi.


Aku ingin mendengar dari bibir kemerahan ini, ujar Arya sambil menjilat cuping telinga Gayatri sebelum menggigitnya lembut, membuat tubuh Gayatri bergetar.


"Katakan...." tuntutnya ketika ia mencoba mereka wajahnya menjauh dari tubuh Gayatri untuk memandang sesuatu yang Tak kalah indah, kilau hitam manik Gayatri yang bersembunyi malu di balik bulu mata lentik itu.


Ia membuat jejak panas pada bibir Gayatri dengan ibu jarinya, membuat bibir itu terbuka kecil, menginginkan jarinya.


Gayatri tak berdaya oleh iris mata hitam itu. Ia melenguh pelan Karena sensasi yang diberikan Arya. Respon tubuhnya kini mengambil alih secara logika Gayatri. Lidahnya meraih ibu jari Arya, bersembunyi sesaat pada bibirnya.

__ADS_1


Arya menggeram rendam, matanya berkilat pada Gayatri yang berani, ia mendekatkan wajahnya Dan mempertemukan hidung mereka Dan menggerakkannya, membuat keduanya terpejam saling menginginkan.


"Katakan diajeng" telinganya belum terpuaskan oleh suara lembut Gayatri


"Ya ampun kangmas, kangmas sudah membuatku terbang seperti ini Dan masih perlu mendengarnya? " Bibir Gayatri mengeluh tapi hidungnya masih betah mengikuti sentuhan Arya.


Arya tersenyum menggoda dengan mata terpejam.


"Aku ingin mendengar diajeng", bisik Arya tak menyerah.


"Aku mencintai kangmas dan seutuhnya milik kangmas, begitu juga Atri harap dari kangmas" ucap Gayatri


Arya menjauhkan wajahnya, mata mereka kembali saling menyambut, ia tersenyum puas Dan terkekeh kemudian kembali menelusupkan jemari di punggung Gayatri dengan sekali hentakan penutup dada Gayatri terlepas Dan menyerukkan wajah ke leher gadisnya Dan menyusur dan menyesap, menggigit leher putih Gayatri dengan gemas, dan mulai melepaskan kebaya Gayatri.


"Aaargh......"desah Gayatri tanpa sadar saat Arya mulai mengecupi dada Gayatri ddan memanjakan gadis yang ia cintai dan mempertemukan bibir mereka.


Gayatri terkesiap dan memejamkan matanya menerima getaran hangat itu lagi, jantungnya semakin tak berirama teratur.


Keduanya terpejam dan membiarkan bibir mereka mengambil alih, sapuan lembut bibir bawah Arya pada bibirnya atasnya benar-benar. Keduanya saling ******* penuh kasih.


Gayatri kemudian menyusuri punggung Arya dengan tangannya, membuat Arya mengeram karena sentuhan Gayatri menimbulkan sengatan hangat yang meletup pada reseptor di tiap sarafnya.


Kemudian dengan lembut Arya kembali mengecupi rahang Gayatri kemudian secara perlahan turun menyusuri semua lekuk tubuh Gayatri dengan gerakan lembut memabukkan membuat Gayatri semakin mendesah dan pasrah dengan sensasi yang diberikan suaminya Dan tanpa disadari keduanya sudah tidak menggunakan selembar kainpun.


Udara dingin malam itu tidak mengusik keduanya untuk saling memberikan kehangatan satu sama lain.


Arya tidak egois dalam bermain, dia ingin istrinya juga menikmati penyatuan cinta mereka dengan perlahan, saat Gayatri sudah bisa menikmati dan menyambut Arya secara perlahan menyatukan dirinya dengan istrinya dengan tetap menyesap dan mengisap bibir manis Gayatri begitupun Gayatri meski merasakan nyeri tetapi menyambut hangatnya bibir suaminya membuat tubuhnya bergetar menginginkannya.


Arya semakin merapatkan tubuh mereka dan ketika Gayatri tenggelam oleh mata berkabut suaminya membuat pikirannya tak dapat teralihkan sedikitpun selain menikmati penyatuan tubuh mereka yang melayang dalam pusaran kehangatan cinta mereka.


Bibirnya mereka saling menyesap lebih dalam membuat mata gadisnya terpejam dan mendesah saat menikmati hujaman cintanya dalam menjelajahi cinta mereka.


Gayatri tak mampu menolak sensasi yang semakin memompa jantungnya merdu, menyambut dan membiarkan kenikmatan mereka mencapai puncak saling bersahutan,membuat keduanya lemas dan tertidur saling mendekap sampai pagi harinya


...***...

__ADS_1


...TBC...


...Akhirnya setelah melewati 2purnama menunggu wangsit dalam menyusun kata dalam menggambarkan adegan UWu yang tidak vulgar 😂😂, semoga berkenan ya kesayangan, kalo mungkin feel-nya belum dapat Mianhae ya🙏🙏😁...


__ADS_2