
Kita tinggalkan sejenak Arno yang sedang berlatih bersama rombongan Sangkala dan Aryawijaya.
^^^
...Notes: Berikut ada beberapa adegan sadis, harap bijak dalam membacanya yah๐...
Selama Tara tinggal di istana milik Haryo, Tara hanya diperbolehkan keluar berjalan mengelilingi istana di pagi hari sampai sore hari sebelum maghrib, setelahnya Tara dilarang keluar kamar.
Awalnya Tara penasaran kenapa dia dilarang, tetapi ketika dimalam hari dia mendengar auman suara harimau dan lolongan anjing atau serigala, Tara mulai memahami kenapa dia dilarang keluar terlebih Tara tahu lokasi istana Haryo diatas pegunungan dan dikelilingi hutan.
Setiap malam hari Tara isi dengan rajin sholat, dan mengaji karena Tara merasa istana ini jika malam mulai terasa hawa aneh yang dia sendiri tidak paham apakah penyebabnya.
Kalau dilihatin hantu dan kroninya jelas itu tidak pernah Tara alami, tetapi entah kenapa Tara merasakan ketakutan, karenanya dia hanya memasrahkan dirinya kepada Allah.
Seperti malam ini Tara merasakan hal yang membuat dirinya gelisah dan susah memejamkan matanya, kemudian Tara teringat ucapan papanya jika dimalam hari tidak bisa tidur, lebih baik dipakai untuk berzikir.
Tara segera terbangun dan mulai berzikir, tetapi tanpa Tara sadari alunan suara merdu Tara berzikir membuat beberapa mahluk penjaga istana merasa terusik sehingga mulai mengamuk diluar kamar Tara dengan menggebrak dinding, jendela dan pintu kamar Tara membuat Tara yang pada dasarnya paling takut akan hal yang berhubungan mahluk astral semakin takut, sehingga langsung dilanjutkan dengan membaca ayat kursi dan shalawat sambil meringkuk di pojokan kamarnya.
Tiba-tiba------entah darimana muncullah sesosok mahluk tinggi besar semua badannya dipenuhi bulu berwarna hitam, berkepala manusia tetapi bertanduk, dengan rambutnya yang gondrong, bermata merah dan tajam menatap Tara dengan menyeringai menunjukkan giginya yang lancip dan bertaring.
"Kamu bukan putri Gayatri....wajahmu saja yang memang mirip dengannya----kamu tidak pantas mendampingi raja junjungan kami!!!" sembur mahluk itu sambil mengeram dengan suara nyaring.
Belum selesai Tara terkejut, dengan gerakan secepat kilat tiba-tiba mahluk tersebut mencekik leher Tara dan mengangkatnya keatas.
Meskipun Tara takut....ralat sangat takut, tetapi Tara tetap merapalkan ayat-ayat Al Quran yang dia bisa seperti Ayat kursi, Shalawat dan Zikir dengan suara yang sengaja dia keraskan meski lehernya tercekik semakin lama semakin kencang.
Pada saat Tara merasakan kelelahan dalam berdoa meminta perlindungan Allah tiba-tiba terdengar suara angin kencang yang membuat suara mengamuk disekitar kamar Tara seketika berhenti dan mahluk di depannya semakin kuat mencengkram leher Tara seakan ingin segera membunuh Tara.
Suasana yang pada awalnya penuh dengan suara gedoran di semua sudut kamar Tara, kembali tenang tidak terdengar suara-suara mengerikan, meskipun mahluk didepannya ini tetap mencengkram leher Tara, tetapi anehnya tangan panas dari mahluk itu yang pada mulanya seakan membakar kulit Tara tetapi semakin lama tangan tersebut menjadi mendingin dan mahluk tersebut tiba-tiba terpental menatap tembok, dan tangannya melepaskan cengkeramannya sambil mengeram kesakitan.
Tara yang terlepas dari cengkraman mahluk tersebut terjatuh dilantai dan menghirup nafas dengan serakah.
"Aaaaaargh!!!!!!.....Apa yang kamu lakukan denganku!!" bentak mahluk tersebut sambil memegang tangannya yang ternyata putus dari lengannya.
Saat Tara kebingungan mau menjawab apa, karena melihat mahluk mengerikan itu yang tiba-tiba terlempar dengan sendiri dan tangan yang mencengkram lehernya terputus membuat Tara ternganga dan tidak mengerti apa yang terjadi.
Tiba-tiba ------ BRAAAAAAAAAK........
Tara dikejutkan dengan suara jendela kamarnya didorong secara paksa dan meneroboslah sesosok mahluk yang sangat besar yang anehnya bisa muat di lubang jendela kamar Tara yang ukurannya hanya sepertiga dari tubuh mahluk tersebut.
__ADS_1
Masuknya sesosok mahluk tersebut diikuti hembusan angin yang sangat dingin, sehingga membuat Tara merasakan kedinginan yang sangat menusuk tulang-tulangnya.
Mahluk tersebut pada awalnya hanya menyerupai kabut putih yang transparan, tetapi secara perlahan tapi pasti kabut tersebut menebal dan sosok tersebut mulai menunjukkan wujudnya.
Tara semakin beringsut di pojokan sambil tetap merapalkan doa-doa yang dia bisa sambil menangis ketakutan.
Gimana tidak takut coba--- sosok tersebut berupa binatang Cheetah salju berwarna putih dengan totol hitam dan matanya berwarna biru yang menyorot tajam ke arah Tara.
'Ya Allah dosa apa aku sudah aku lakukan sampai berurusan dengan mahluk-mahluk astral yang sangat menakutkan seperti ini satu aja sudah mengerikan la ini dua Gaesss...catat sekali lagi dua---- hicks....dosaku pasti sangat besar ya Allah' gumam Tara dalam hati.
"Assalamualaikum putri----" terdengar suara wanita yang sangat lugas membuat Tara kebingungan mencari suara siapakah itu.
"Waalaikumsalam Wrwb....ss-siapa yang bicara" tanya Tara dengan suara bergetar.
"Jangan takut putri, hamba adalah pelindung anda....nama hamba Nyi Khandra, hamba adalah cheetah salju" ujar cheetah putih besar itu sambil menundukkan kepalanya dan berjalan mendekati Tara.
"Ayo putri kita habisi mahluk jelek itu segera" seru Nyi Khandra lalu tiba-tiba mengaum dan mengeluarkan gulungan angin seperti angin ****** beliung yang pada awalnya kecil, lama-lama membesar dan menggulung mahluk hitam tersebut ke atas dan membantingnya ke bawah sampai mahluk tersebut muntah darah dan mati dengan mata melotot.
Belum sampai Tara menghela nafas tiba-tiba muncul sesosok mahluk bersisik dan berlendir berwarna hijau, dengan muka manusia tetapi setengah badannya menyerupai seekor kadal dan berekor panjang, yang membuat Tara semakin ngeri mahluk tersebut adalah makhluk itu merayap di dinding, sambil menjulur-julurkan lidahnya yang panjang dan bercabang, matanya yang tajam selalu menatap Tara seakan-akan Tara adalah mangsanya.
"Jangan takut putri, mari kita hadapi bersama" ujar Nyi Khandra langsung menghentakkan kaki kanannya dan keluarlah lingkaran udara yang berwarna biru mengelilingi semua mahluk didepannya kemudian Nyi Khandra menghentakkan kakinya lagi lingkaran-lingkaran tersebut mengecil dan sraaaak......semua badan mahluk tersebut terbelah menjadi beberapa bagian.
Tara yang berusaha mempertahankan dirinya hanya bisa meloncat-loncat dengan lincah untuk menghindari serangan lidah dan semburan racun dari mahluk-mahluk tersebut.
"Kerahkan tenaga anginya Putri....jangan hanya menghindar" seru Nyi Khandra sambil berusaha membantu Tara.
"Aku nggak punya tenaga angin Nyi, gimana nggak menghindar setiap Tara memukul mereka, tubuh mereka tidak bisa Tara sentuh jadi seakan Tara memukul ruang kosong." jawab Tara sambil masih berlompatan. dengan lincah.
"Cakra Putri belum terbuka ternyata, tadi keluar karena respon spontan saja kalau begitu....."
"Pakai tenagaku dulu Putri, lalu fokus kerahkan tenaga disetiap gerakan serangan Putri" terang Nyi Khandra yang meloncat mendekati Tara dan menyentuhkan kepalanya ke tubuh Tara.
Tara merasakan tubuhnya dialiri sebuah tenaga yang sangat dingin, tenaga tersebut mengalir di seluruh tubuh Tara, luka-luka karena berjumpalitan tadi tiba-tiba kembali pulih.
"Sekarang lakukan seperti yang hamba perintahkan tadi Putri" ujar Nyi Khandra.
Tara mulai memfokuskan tenaga di setiap pukulan dan tendangannya, dan benar saja pukulan dan tendangan Tara yang pada awalnya Tara pikir hanya bisa memukul atau menendang mahluk tersebut ternyata Tara salah, setiap pukulan dan tendangan Tara belum sempat mengenai tubuh mahluk tersebut sudah terpental membentur dinding.
__ADS_1
"Nyiiii.....lihat Tara bisa ngeluarin jurus ajaib" teriak Tara kegirangan seperti anak kecil.
"Jangan kegirangan dahulu Putri....musuh kita masih banyak, dan muncul terus menerus, lebih baik sekarang Putri naik dipunggungku, kita cari yang bisa membuka cakra angin Putri" ujar Nyi Khandra dengan tenang dan membantu Tara membasmi para mahluk aneh yang berdatangan tidak berhenti.
Tara sebenarnya ngeri juga naik punggung seekor Cheetah, tetapi dia berusaha menanamkan pikiran seperti naik motor atau kuda. Sehingga segera naik punggung Nyi Khandra.
"Pegangan erat ya Putri....dan tetap menghalau serangan para mahluk aneh itu" perintah Nyi Kendra yang langsung menerjang keluar kamar sambil menghalau dengan mengeluarkan pusaran angin yang mengelilingi tubuh mereka seakan menjadi tameng sehingga ketika para mahluk tersebut mendekati mereka, mahluk tersebut langsung terpental.
"Putri kibaskan selendang putri sambil memfokuskan kekuatan putri di selendang" perintah Nyi Khandra.
Tara segera melepas selendang yang biasa dia pake untuk mengaji selama disini, kemudian melakukan semua yang diperintahkan Nyi Khandra ke setiap mahluk seperti kadal tersebut yang berloncatan ingin menyerang Tara dan Nyi Khandra.
Dari Selendang tipis tersebut keluarlah hempasan angin kencang yang membuat mahluk kadal tersebut terlempar jauh dan memuntahkan cairan warna hijau dari mulutnya dan mati.
Nyi Khandra berlari melewati lorong yang penuh oleh mahluk-mahluk aneh setelah mahluk kadal habis, digantikan banyak macam ular dengan kepala manusia berambut panjang yang juga menyerang Tara secara terus menerus.
"Nyi kenapa baru malam ini Tara diserang mahluk-mahluk ini?" tanya Tara keheranan.
"Karena sebelumnya Gusti Haryo selalu menjaga putri, malam ini Gusti Haryo di buat tidur oleh Manusia Setan yang bernama Seto, jadi semua siluman bawahannya Seto menyerang putri" jelas Nyi Khandra masih sambil berlari dengan lincah dan beberapa kali mengaum sambil keluarlah seperti gelombang suara yang seperti spiral tetapi itu adalah angin dingin yang sangat mematikan sehingga siluman di depannya menjadi beku dan ketika diterjang menjadi hancur menjadi butiran es kecil.
"Salah Tara apa Nyi sama Ki Seto....boro-boro bicara berinteraksi saja kagak pernah Nyi" tanya Tara lagi keheranan.
"Memang Putri tidak ada salahnya tetapi Seto melihat kehadiran Putri membuat aura hitam di Gusti Haryo dan semua penghuni istana ini mulai memudar, oleh karena itu dia menginginkan nyawa Putri segera diambil dan ketika malam bulan purnama nanti tubuh Putri dipake untuk menjadi tubuh dari Khorin Putri Gayatri, tetapi menurut hamba bukan khorin asli tetapi sesosok jelmaan yang menyerupai khorin putri Gayatri" jelas Nyi Khandra panjang lebar dan hanya ditanggapi Tara dengan anggukan sambil tetap mengibaskan selendangnya untuk menghabisi beberapa siluman ular yang menyerang mereka.
"Putri sebentar lagi kita keluar dari istana, apapun yang putri lihat, jangan pernah berteriak....tetap tenang dan diam, anda mengerti putri?!" ujar Nyi Khandra lagi.
Meskipun banyak hal yang ingin ditanyakan ke Nyi Khandra, tetapi Tara mengerti kondisi saat ini yang bisa dia lakukan hanya mengikuti pelindungnya ini, sehingga Tara hanya bisa menganggukjan kepalanya sebagai tanda mengerti.
Ketika mereka keluar dari istana, Tara langsung membungkam sendiri mulutnya sambil melotot kan matanya karena shock melihat penampakan yang tidak pernah dia kira akan dia lihat di malam ini.
"Sss--siapakah mereka Nyi?" bisik Tara dengan suara bergetar, membunggkukkan badannya dan memeluk erat tubuh Nyi Khandra untuk bersembunyi dipunggung Nyi Khandra.
...***...
...TBC...
...Hayooo tebak apa yang Tara lihat yah????๐๐ฎ๐ฎ...
...BTW maaf karena Author barusan pindah jadi harus menyesuaikan jadwal kerja di RS, jadwal sekolah anak yang sudah offline jadi sangat Slow banget cerita novel ini...
__ADS_1
...Mianhae ya Chingu๐๐๐ฉ๐ข...