Wajah Dalam Lukisan

Wajah Dalam Lukisan
Episode 15 Salahkah Aku Terlalu Mencintaimu?


__ADS_3

Setelah selesai memberikan perintah ke pelayannya, tiba-tiba pengawal setianya yang bernama Brawurdya menghadap selir Saras


"Hormat Gusti Putri, kanjeng Sinuwun sudah masuk gerbang kerajaan"


"Terimakasih ya Brawurdya, jika terjadi apa-apa padaku tolong sampaikan surat ini ke ayahandaku di kerajaan Penumping ya" ujar Saras sambil menyerahkan sepucuk surat kepada Brawurdya.


"Gusti apa yang akan terjadi?Wurdya mohon, Gusti Putri jangan berbuat yang membahayakan Gusti Putri, karena pasti saya akan menjaga Gusti bahkan nyawa hamba taruhannya." ucap Brawurdya pasti.


Dengan tersenyum lembut Saras berkata " Kali ini jangan lindungi aku Wur....surat ini lebih penting dari nyawaku, Kanjeng Romo (ayah) harus membantu Kang mas untuk melindungi pangeran Juno, aku mohon sekali lagi tolong turuti perintahku ya Wur" ujar Saras dengan sungguh-sungguh lalu segera meninggalkan Brawurdya yang masih terlihat kebingungan untuk segera menyambut suaminya.


Sinuwun Haryo datang melihat istrinya Saraswati yang selalu lembut membuatnya tersenyum.


"Kangmas darimana? apakah ada masalah yang mendesak sampai tidak sempat berpamitan dengan Saras?" tanya Saraswati meskipun dengan nada lembut tetapi Haryo sudah hapal dengan Saraswati langsung tahu kalau Saraswati sedang protes dengan dirinya.


"Maafkan kangmas ya diajeng, udah jangan ngambek....ayo bikinkan Kangmas teh hangat dulu, kangmas mau bercerita sama diajeng" bujuk Haryo sambil mengusap pucuk kepala istri kesayangannya.


Haryo dibawa Saras masuk ke ruangan peristirahatan mereka, Saras segera membantu Haryo membasuh seluruh tubuhnya dan menggantikan bajunya. Setelah selesai Saras menghidangkan teh hangat dan beberapa camilan, Haryo segera menceritakan segalanya kepada Saras apa yang sudah dia lakukan. Memang hanya dengan Saraslah Haryo sering menceritakan segalanya.


Saras yang mendengar itu semua memandang suaminya dengan tatapan ngeri, meskipun begitu Saras juga tahu kebiasaan buruk para istri Haryo jika ditinggal suaminya pergi berperang, jadi Saras sangat paham jika suaminya marah besar.


Melihat istrinya hanya menunduk diam, membuat Haryo merengkuh tubuh mungil istrinya.


"Kok istana terlihat sepi? dimana adikku, istrinya dan bayinya?" tanya Haryo.


"Khan Diajeng Atri habis melahirkan to kangmas, jelas masih belum leluasa bergerak, sedangkan Dimas Arya membantu merawat pangeran kecil" jawab Saras.


"Ooo bayinya diberi nama Juno ya? bagaimana Wajah bayinya Diajeng?" tanya Haryo


"Sangat tampan kang mas, memiliki wajah seperti Dimas Arya tetapi memiliki kulit putih seperti Diajeng Atri" jelas Saras dengan tersenyum membayangkan wajang menggemaskan bayi Juno.


"Temani aku Diajeng untuk menengok pangeran Juno" ajak Haryo


"Baiklah mari kang mas"


Took.....took


"Kangmas....itu ada yang ketok pintu" ujar Gayatri


"Ooo ya Diajeng....siapa sich?!! bukankah sudah dibilang tidak boleh ada yang mengganggu" omel Arya yang sedang menggendong dan menidurkan pangeran kecilnya, yang sedari tadi mengganggu dirinya.


Jika Arya keluar kamar, baby Juno tiba-tiba menangis kencang, tetapi jika digendong oleh Arya....si baby malah tersenyum-senyum dan tidak mau tidur, jadi seharian ini Arya cuman menggendong Juno, jika si baby sudah kenyang menyusu dan tidur sebentar dalam pelukan Gayatri.


Saat Arya membuka pintu tampak kedua kakaknya sudah menunggu di depan pintu.


"Ya ampuuun kang mas Sinuwun....mohon maaf kang mas, sampai Arya lupa adanya kangmas dan mbakyu.....monggo kang mas" ajak Arya mempersilakan masuk.

__ADS_1


Saat Gayatri tahu siapa tamu yang datang segera berusaha untuk turun dari tempat tidur


"Diajeng tetaplah dikasur!!! tidak perlu berdiri memberi hormat" perintah Haryo saat tahu Gayatri masih terlihat meringis menahan sakit untuk bergerak.


"Tidak papa Kang mas...mohon maaf saya tidak baik sebagai nyonya rumah yang tidak bisa menemani kang mas dan mbakyu selama di kerajaan kami" ucap Gayatri dengan suara lembut sambil menunduk hormat.


"Jangan berpikir demikian, aku dan mbakyumu tidak masalah....lagipula kamu baru saja melahirkan"


"Dimas....bawa sini pangeran kecil, aku ingin melihatnya" seru Haryo saat melihat Arya yang masih menggendong putranya.


Mendengar hal itu, segera Arya berjalan mendekati Haryo....tetapi tiba-tiba pangeran Juno menangis histeris seperti ketakutan, padahal sebelumnya tersenyum bermain dengan ayahnya, membuat Arya kebingungan.


Haryo dan Saras ikut terkejut mendengar tangisan kencang bayi Juno


"Eeeh kenapa dengan pangeran kecil?" tanya Haryo bersamaan dengan Saras khawatir.


"Kang mas mungkin Juno haus, bawa sini kang mas Atri susuin terlebih dahulu." ucap Gayatri membuat Arya segera membawa pangeran kecil ke Gayatri.


Haryo segera ditarik oleh Saras untuk keluar


"Ayo kang mas keluar dulu, adik mungkin mengantuk"


Haryo dengan berat hati meninggalkan kamar tersebut, dan memandang penuh keirian kepada Arya saat melihat senyum Arya yang selalu terhias di bibirnya yang mendekat ke arah Gayatri.


Setelah Haryo keluar, baby Juno yang sudah dalam dekapan ibunya segera kembali diam dan segera menyusu dan tidur, membuat Arya gemas dengan polah putranya.


"Kang mas...Atri tidak enak sama kang mas dan mbakyu sekalinya berkunjung tidak Atri temani"


"Tenangkan pikiran Diajeng, bukankah kang mas Haryo tadi juga terlihat tidak masalah karena tahu kondisi Diajeng hmm..." ujar Arya menenangkan Gayatri.


"Kang mas...kenapa perasaan Atri tidak enak ya? Atri takut akan ada sesuatu yang buruk" ucap Gayatri dengan wajah cemas.


"Nanti malam kita Sholat bersama ya Diajeng, supaya dihindarkan dari marabahaya, sekarang Diajeng pake istirahat dulu mumpung Juno tidur" ujar Arya sambil mengecup kening Gayatri.


"Baiklah Kang mas, nanti Atri dibangunkan yah buat sholat bersama"


"Iya....Kang mas keluar sebentar yah" pamit Arya lalu keluar mencari Haryo.


Saat dicari di dalam istana, kakaknya tidak ada, sampai punggawa kerajaan memberi tahu bahwa Gusti Sinuwun Haryo berada di taman istana, maka dengan segera Arya pergi ke taman mencari kakaknya.


"Kok Kang mas malah diluar?" tanya Arya


"Didalam panas Dimas, enakan disini melihat bintang dan menikmati udara malam hari ini" jawab Haryo


"Kamu kok malah keluar? memangnya Juno sudah tidak rewel?" tanya Haryo

__ADS_1


"Setelah minum, Juno tidur kang mas dengan ibunya." terang Arya


"Oooo....ya sudah, karena tadi menangisnya kencang sekali "


"Iya kang mas, itu anak kalo menangis selalu di gas pool, padahal nanti kalo sudah aku atau Diajeng gendong sudah diam lagi"


"Hehehe...anakmu pinter Dimas"


"Dim....Kang mas mau ngomong sama kamu hal penting, kemarilah duduk dekat kangmas" ujar Haryo serius


"Ada apa kangmas kok terlihat serius sekali?"


"Gini Dimas, kamu tahukan bagaimana usahaku mendapatkan keturunan, tetapi semua selirku satupun tidak ada yang bisa mengandung, nah oleh karena bolehkan putramu menjadi putraku?"


"Jangan khawatir akan aku carikan beberapa wanita cantik, kamu bisa membuat banyak putra lagi nantinya" ucap Haryo membuat dahi Arya mengkerut.


"Apa maksud kang mas?Dimas nggak ngerti" ujar Arya.


"Maksudnya kang mas yaitu pangeran Juno akan kangmas angkat menjadi putra mahkota kerajaan kang mas, gimana bolehkan?" jelas Haryo.


"Untuk bagian itu biarkan Dimas bicarakan dengan Diajeng Gayatri, yang Arya gak paham buat apa kangmas carikan wanita lain untuk membuat anak? "


"Dimas sudah mempunyai istri, kangmas tahu bahwa Dimas pernah bilang bahwa Dimas selamanya hanya memiliki satu istri yaitu Diajeng Gayatri, jadi kalau mau membuat anak ya dengan diajeng to kang mas, buat apa wanita lainnya!" terang Arya kepada kakaknya.


"Akukan gak mungkin memisahkan seorang anak dari ibunya Dimas, jadi saat kang mas mau mengambil jadi putra mahkota kerajaanku maka Gayatri juga aku ambil dan jadikan sebagai ratu di kerajaanku, karena itu sebagai gantinya kang mas carikan wanita cantik lainnya untuk menjadi istrimu Dimas" ucap Haryo dengan wajah tanpa merasa bersalah.


"Kangmasssssss!!! Dimas tau kalo Kang mas itu gila, selama ini melihat sepak terjang kang mas yang mengambil banyak wanita baik masih perawan, janda bahkan istri orang untuk kang mas tidurin, Dimas hanya diam, tetapi kalau ini sudah keterlaluan!!!" bentak Arya.


"Diajeng Gayatri itu istriku kang mas, aku sangat mencintainya, kang mas tau itu!!! maaf kang mas sampai kapanpun Dimas tidak akan mengijinkan kang mas menyentuh istri dan anakku!!" seru Arya tegas dan penuh kemarahan.


"Aku tidak perlu ijin kamu Arya, sekali aku memutuskan bahkan kamu adikku sendiri tidak akan bisa merubah keputusanku!!" ujar Haryo dengan tersenyum sinis.


"Dierja tangkap Arya dan masukan dalam penjara!!" perintah Haryo membuat Dierja segera mengerahkan pasukannya untuk menangkap paksa Arya.


"Lepaaaasssskan.....kangmassss jangan sentuh istri dan anakku!!!" teriak Arya sebelum dipukul keras tengkuknya sehingga pingsan dan diseret Dierja ke penjara.


Tanpa setahu Haryo tampak sepasang mata berlinang air mata dari seorang wanita cantik lemah lembut.


"Wuuur....segera lakukan yang aku perintahkan, malam ini kita bertindak" perintah Saras dengan suara serak menahan tangis.


"Sendiko dawuh Gusti putri (Siap laksanakan Gusti Putri)" jawab Brawurdya lalu segera berjalan dengan cepat meninggalkan Saras, dan Saras segera berjalan menjauh.


...^^^...


...*TBC*...

__ADS_1


...Holla kesayanganπŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™...


...Sesuai janji Thor untuk melanjutkan novel misteri horor pertama ini sampai tamat, semoga berkenan yahπŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜πŸ’–πŸ’–...


__ADS_2