Wajah Dalam Lukisan

Wajah Dalam Lukisan
Episode 20 Gusti Putri Milenial


__ADS_3

Berbanding terbalik dengan kondisi Arno dan keluarga Mahendra yang cemas memikirkan Tara, Tara yang sedang dikhawatirkan ternyata baik-baik saja di istana Haryo....ehmmm tepatnya sangatttttt baik sich coba kita tengok.


"Mbok .....masa sich Tara disuruh memakai baju begini? gak mauu aah mbok" ujar Tara kekeuh.


Ya gimana mau pakai coba gaes.... masak ya seorang chef pastiserie terkenal disuruh memakai jarik lilit seperti memakai kemben saja, meskipun sudah bertahun-tahun hidup diluar negeri bukan berarti Tara terbiasa memakai baju yang terbuka. Tara selalu memakai baju yang selalu tertutup dan rapi.


"Gusti mbok minta mau yah, nanti Gusti Sinuhun marah kepada kami" bujuk mbok mban.


"Kalau begitu aku yang mau bicara sama Gustimu, ayo tunjukin dimana Gustimu berada" ucap Tara tegas membuat para Mbok mban pasrah dan mengantar Tara ke tempat Haryo.


Haryo yang sedang meminum teh dan camilan melihat kedatangan mbok mban Lastri yang dia percaya untuk mendampingi Tara segera berdiri dan menyuruh Lastri menghadap.



"Ono opo Lastri?" (ada apa Lastri?) tanya Haryo.


"Nyuwun pangapunten (Mohon maaf)Gusti Sinuhun, hamba menghadap karena Gusti Putri mau berbicara dengan Gusti Sinuhun" ujar Lastri sambil bersimpuh dan menunduk ketakutan.


Haryo tersenyum senang, saat mendengar Tara ingin menemuinya.


"Suruhlah masuk kemari Lastri" ujar Haryo.


"Sendiko dawuh Gusti" ujar Lastri sambil berjalan mundur sambil masih berjongkok lalu ke luar ruangan.


"Gusti Putri monggo, sudah ditunggu Gusti Sinuhun" ujar Lastri.


"Makasih ya mbok" jawab Tara sambil beejalan masuk dengan langkah gagah perkasa.


Haryo yang melihat Tara mendekat, mengernyitkan keningnya lalu bertanya


"Kenapa Diajeng tidak berganti baju?"


"Mas Haryo, Tara gak mau pakai baju kemben seperti itu selain nanti Tara masuk angin karena disini udara dingin, dua Tara tidak mau memakai baju terbuka seperti itu" jelas Tara.


Haryo melihat penampilan Tara dari atas sampai bawah, memakai sepatu sneakers, celana jeans dan berkaos putih, rambutnya pun diurai.



"Diajeng seorang ratu tidak boleh memakai baju seperti ini, memakai celana dan rambut diurai itu melawan adat kesopanan kerajaan" terang Haryo dengan sabar.


"Memangnya Tara terlihat jelek seperti ini? memangnya mas Haryo menganggap rambut Tara jelek kalau diurai seperti ini?" tanya Tara sambil menatap Haryo dengan tatapan dibuat seimut mungkin padahal sebenarnya ada rasa takut juga melihat wajah Haryo yang terlihat sangat garang dengan kumis lebatnya, tetapi demi tidak memakai baju jadul Arnetta tetap memasang wajah andalannya.


Mungkin jika disini bila ada seorang produser film, pasti Arnetta langsung diberi peran gadis imut tanpa melalui casting segala hehehehe.


Melihat wajah cantiknya Tara yang terlihat imut dan menggemaskan itu membuat Haryo tidak tega memaksakan kehendaknya.


"Bukan jelek Diajeng, Diajeng sangat cantik dari dulu sampai sekarang....baiklah untuk sementara boleh memakai baju yang membuat Diajeng sukai, tetapi perlahan belajar memakai kebaya ya Diajeng" ujar Haryo dengan tersenyum.


Melihat bujuk rayunya berhasil membuat Tara tersenyum lebar dalam hati berjingkrak-jingkrak dan berseru


'Bye...bye kemben'


"Makasih ya mas Haryo, kalau begitu ambilkan baju Tara di rumah bibi yah mas....sekarang Tara mau makan dulu sudah lapar " ujar Tara lalu meninggalkan Haryo dengan lqngkah gagah tanpa berpamitan seperti kebiasaan selirnya dahulu.


"Gusti....gusti putri harus diajarkan adat sopan santun kerajaan, masak seorang ratu tidak hormat kepada rajanya sendiri" ujar Ki Seto.


"Biarlah Ki....Gayatri yang sekarang mempunyai kepribadian yang bebas dan pemberani, bahkan berani menatapku sedangkan Gayatri yang dahulu melihatku selalu ketakutan seperti melihat hantu saja" bela Haryo lalu segera melanjutkan meminum tehnya dan membahas persiapan selanjutnya dengan Ki Seto tak lupa menyuruh bawahannya mengambilkan baju di rumah bibi Surti.


Tara segera menuju ke dapur istana dan melihat masakan yang mereka masak, karena khawatir seperti yang selalu dia lihat di sinetron dan film horor Indonesia bahwa di dunia hantu dan Cs nya makanan yang dihidangkan adalah belatung, kecoak, cacing dan darah.


Saat di dapur dilihatnya para simbok yang sedang sibuk memasak

__ADS_1


"Mereka sedang masak apa mbok Lastri?"


"Mereka sedang memasak sop buntut, telur pindang, nasi pandan wangi, sayur lodeh, empal daging, bir jawa dan manuk nom" jawab Lastri sambil menunjukkan semua masakan satu persatu.


"Mbok ini beneran masakan aslikan bukan nanti ternyata belatung, cacing dan darahkan mbok?" tanya Tara sambil menatap simbok penuh curiga.


"Gusti putri jangan khawatir, memang kami ini sudah tidak seperti manusia kebanyakan tetapi kami masih memakan seperti manusia kebanyakan, kami bukan iblis dan setan yang memakan belatung" terang Lastri dengan tersenyum.


Meskipun begitu Tara tetap menuju kamarnya dan mencari tasnya dan mengambil mie instan dan beberapa bahan seperti sosis, daging asap dan jamur shitake yang niat awalnya bersama suaminya memasaknya di pinggir danau memakai api unggun karena udara di daerah sini sangat dingin.


"Mbok pinjam panci untuk memasak ya" ujar Tara yang berlari kembali ke dapur.


"Gusti jangan masak nanti Gusti Sinuhun marah, suruhan kami saja ya" bujuk Lastri panik.


"Eeeh....ndaak....ndak apa yang aku makan aku masak sendiri, tidak terbiasa makan masakan orang lain Mbok" kilah Tara lalu segera mengambil panci dan mulai memasak mie instan ala chef Tarasari.



Para mbok mban yang melihat Gusti putrinya lincah memasak kembali teringat bahwa mendiang Gusti putri Gayatri dulu juga sangat suka memasak didapur, membuat tanpa mereka sadari meneteskan air mata.


Tetapi mereka segera tersadar saat tiba-tiba Tara segera mau makan di dapur.


"Gusti....jangan dahar (makan) didapur, mari ikut hamba" ujar Lastri sambil mengambil piring berisi mie instan masakan Tara dan membawanya menuju ruang makan tempat Raja dan ratu mereka makan.


"Mboook Tara sudah laper banget iniiih, makan dimanapun Tara gak masalah" rengek Tara sambil mengikuti Lastri yang tetap kekeuh membawanya ke ruang makan.


Setelah sampai tampak dimeja makan penuh dengan menu makanan yang katanya adalah kesukaan dari Gusti Haryo.



...Makanan pembukanya adalah sup buntut....




...Untuk lauknya ada sayur lodeh labu siam, jagung dan kentang hitam(kleci)...



...Empal daging...



...Telur Pindang...



...Makanan penutupnya adalah Manuk Nom (Sebuah makanan penutup yang terbuat dari ketan hijau dan tape lalu dicampur dengan telur)...


Dan untuk minuman Haryo sangat menyukai minum bir jawa, meskipun diberi nama bir tetapi terbuat dari kulit kayu secang, kapulaga, jahe dan beberapa rempah lainnya.


"Naah sekarang Gusti putri duduk dulu, tunggu sebentar lagi Gusti Sinuhun Haryo akan segera datang dan makan bersama Gusti Putri"


Tara yang sepagi belum sarapan dimana cacing diperutnya sudah melakukan unjuk rasa hanya bisa menghela nafas panjang.


Tak beberapa lama tampak Haryo masuk ke ruang makan dan melihat Tara sudah duduk manis di samping kursinya membuatnya tersenyum lebar.


"Sudah menunggu lama ya Diajeng?" tanya Haryo lembut.


"Haizz....iya buruan duduk mas, ayo kita makan Tara sudah laper banget dari pagi belum makan sama sekali" ujar Tara dengan mulut merucut.

__ADS_1


"Hahahaha.....baiklah ayo makan Diajeng" ujar Haryo lalu duduk manis di kursinya sambil menunggu diambilkan Tara.


Tetapi dasar Tara gadis milenial dan sudah lama tinggal di luar negeri tidak peka dan paham adat melayani, terlebih suaminya Arno juga bukan tipe pria yang suka meminta dilayani istrinya, jadi bukannya mengambilkan makan untuk Haryo tetapi langsung menyantap Mie buatannya dengan lahap.


"Mas Haryo kok bengong sich....ayo buruan makan" seru Tara watados membuat Haryo ingin marah tetapi melihat ekspresi Tara yang benar-benar terlihat tidak paham, hanya bisa menghela nafas panjang.


"Mari hamba ambilkan Gusti Sinuhun" ujar Lastri yang merasa kasihan raja junjungannya diabaikan wanita yang dia cintai.


"Tidak perlu Lastri....aku ambil sendiri" ujar Haryo tegas membuat para pengawal segera menunduk ketakutan.


"Maaaassss.....mbok jadi raja tidak galak-galak kenapa, itu membuat semua takut. Tanpa mas Haryo galak pun kita semua dah takut dengan wajah mas Haryo, sekali-sekali senyum mas " protes Tara sambil memukul lengan Haryo membuat Lastri segera membisiki Tara karena khawatir Haryo bakalan mengamuk.


"Gusti putri mbok mohon jangan bicara tidak sopan terhadap Gusti Sinuhun, nanti beliau mengamuk itu sangat mengerikan Gusti"


Baru sekali ini ada wanita yang berani memarahi dirinya dan memukul lengannya, membuat Haryo mengerjab-ngerjabkan matanya menatap Tara tidak percaya, terlebih dibilang wajahnya menakutkan padahal dulu para wanita bilang bahwa dirinya memiliki wajah tampan sempurna dan gagah.


Haryo mau marah tetapi melihat wajah cantik didepannya yang sekarang kaya akan ekspresi membuatnya takut kehilangan Gayatri sekali lagi, maka Haryo yang biasa sangat kejam, bengis dan mengerikan menjadi menurut kepada Tara.


"Iya Kangmas minta maaf....tidak akan galak lagi Diajeng" ujarnya patuh membuat semua bawahannya ternganga tidak percaya.


"Naah gitu dong....ayo makan mas" ucap Tara lagi dengan tersenyum manis.


"Kamu makan apa itu Diajeng kenapa tidak sama dengan makananku ini" tanya Haryo penasaran karena melihat Tara makan dengan lahap


"Ini cuman mie mas...Tara tidak terbiasa makan makanan selain masakan Tara sendiri" ujar Tara


"Kamu tadi masak sendiri?!!" seru Haryo dengan suara menggelegar membuat mbok Lastri segera bersujud ketakutan.


Tara yang melihat simbok sampai tubuh bergetar ketakutan.


"Masssss gak usah bentak!! kenapa harus marah-marah segala sich....Tara itu seorang Chef dan memiliki beberapa resto jadi masak itu pekerjaan sehari-hari dari Tara" ucap Tara sambil menatap Haryo tajam.


"Tapi diajeng itu seorang ratu tidak boleh masak sendiri, tinggal perintah mereka saja" ujar Haryo tegas.


"Tara bukan ratu....mas aja yang ngotot bilang Tara adalah ratu!!" ucap Tara masih berani menatap tajam Haryo lalu meninggalkan meja makan marah.


"Diajeng Gayatri duduk!!! selesaikan makannya!!" ujar Haryo mulai naik satu oktaf.


"Aku adalah Tarasari bukan Gayatri....mas marah? lalu pake tenaga dalam seperti tadi sehingga Tara tidak bergerak? diiih beraninya melawan wanita lemah!!" bentak Tara emosinya mulai naik sehingga matanya mulai berkaca-kaca.


Melihat Tara mulai mau menangis, meskipun hatinya marah karena sikap membantahnya Tara, tetapi Haryo tidak tega membuat wanita yang dia tunggu selama ribuan tahun menangis.


"Baiklah maafkan Kangmas ya...duduklah lagi dan habiskan makananmu, bukankah tadi kamu bilang kelaparan" bujuk Haryo melembutkan suaranya.


Meskipun Tara masih marah dan sebal tapi nalar dia masih jalan, dia harus menghimpun tenaga sambil mencari cara untuk kabur dari sini, sehingga langsung kembali duduk dan menghabiskan makanannya, sedangkan Haryo menatap Tara antara gemas dan geli melihat wajah Tara yang masih ngambek.


Setelah selesai makan, Haryo segera berdiri dan berpamitan ke Tara dan menyuruh Lastri untuk membawa Tara kembali ke kamar.


"Mas.....Tara bolehkan nanti masak buat makan malam Tara? Tara bosan hanya dikurung di kamar saja" ujar Tara sambil memasang mata puppy eyesnya.


"Boleh...Diajeng boleh berjalan-jalan mengelilingi istana ini kalau bosan dikamar" ujar Haryo lalu berjalan meninggalkan Tara.


Mendengar hal tersebut membuat senyuman Tara mengembang.


'Bagus.....jadi aku bisa mencari celah untuk bisa kabur dari sini' batin Tara senang.


Berbanding terbalik dengan Tara yang kesenangan mau kabur, pengikut setia Haryo mengkhawatirkan keputusan dari rajanya.


"Gusti Sinuhun, mohon maaf apakah Gusti tidak khawatir Gusti Putri akan kabur?"


"Tenanglah Diajeng mana bisa menerobos keluar dari manteraku ini" jawab Haryo dengan tersenyum lebar.

__ADS_1


...*TBC*...


...Bisa nggak ya putri milenial ini kabur?😱...


__ADS_2