
...Kita tinggal Tara yang masih kebingungan menguasai cakra angin kita kembali ke Arno...
Arno masih melakukan lelaku berendam disungai, tanpa makan dan minum. Pada mulanya Arno kira dia pasti tidak akan sanggup melalui ritual-ritual yang sangat berat tersebut tetapi mengingat istri tercintanya akan dijadikan tumbal ritual sesat oleh Haryo, maka membuat dia dengan sabar dan berpasrah kepada Allah menjalaninya dengan senang hati.
Setelah 10 hari Arno menyelesaikan lelakunya, berkatalah Ki Bayu kepadanya
"Arno mulai malam ini sudah waktunya dirimu berlatih menggunakan cakra air untuk bertarung".
Arno pikir saat Ki Bayu berkata itu, dia belajar bertempur dilatih Ki Bayu dan pangeran Arya, tetapi Arno salah.
Tepat setelah Arno selesai sholat Isya, Arno mengikuti Ki Bayu keluar dari lembah tempat Arno berlatih
Tampak di luar lembah tampak Sengkala, Aksa dan Pakde Tirta beserta pasukan bawahan Sengkala sudah memasang kuda-kuda seperti menunggu sesuatu.
"Kak Aksa dan Pakde.....kenapa kalian disini?" tanya Arno kebingungan.
"Arnoooo!!!!kamu sudah selesai tirakatnya?" tanya Aksa dengan menatap senang alih alih menjawab pertanyaan Aksa.
"Iya kak, disuruh Ki Bayu untuk berlatih bertarung" jawab Arno sambil meringis.
"Waa kita jadi semangat Gusti pangeran" ujar Sengkala dan para prajuritnya bersorak senang, Aksa dan pakde Tirta ikut senang
Tiba-tiba bumi yang mereka pijak terasa getaran pelan, diikutin angin yang bertiup pelan mendekat ke arah mereka.
Tetapi angin tersebut bukannya sejuk atau dingin, tetapi terasa panas.....
Semakin lama udara panas dan getaran di tanah yang kita pijak semakin keras, kemudian muncul satu persatu muncul rombongan prajurit berbadan besar-besar memegang senjata sepkeris gada, panah, pedang, tombak dan keris.
"Belum kapok dan capek kamu Wondo!" ejek Sengkala dengan senyum sinisnya.
"Hahaha bukane kamu yang dah capek? sampai harus memanggil junjunganmu beserta hewan peliharaannya?" balas Wondo yang merupakan salah satu manggalayuda dari Haryo menjawab ejekan Sengkala tak kalah sengitnya
"Halah ora sah banyak omong kamu, musuh kami saja kamu belum juga bisa mengalahkan kami pake menantang Gusti junjungan kami ini" sahut Sengkala lagi.
Setelah Sengkala selesai bicara Wondo dan pasukannya segera maju menyerang Sengkala dan pasukannya.
Aksa dan dan Pakde segera duduk bersimpuh, sedangkan Sengkala beserta pasukannya segera menyambut serangan-serangan musuh dengan gerakan-gerakan cepat.
Aksa dan paman Tirta segera mengalunkan ayat-ayat Al-Quran yang membuat Arno kagum adalah meskipun mereka mengucapkan secara pelan tetapi efek doa tersebut sangat dahsyat karena tampak beberapa pasukan musuh tampak kesakitan.
__ADS_1
"Kakak iparmu benar-benar keturunan Sultan Turonggo yang memiliki kekuatan aneh, doa yang keluar dari mulutnya jika mengenai siluman dan iblis akan langsung terbakar, sedangkan jika manusia yang sudah dirasuki iblis akan merasakan kesakitan di telinga dan kepalanya" terang Ki Bayu.
"Kamu sudah siap melawan mereka Ar?"
Sambil tersenyum Arno segera menganggukan kepalanya, kemudian Arno menarik nafas panjang dan berusaha menarik semua air di sekitarnya dan segera meloncat masuk ke dalam pertempuran.
Arno memakai air seperti sebuah pecut yang menyambar-nyambar para pasukan Wondo, sehingga dalam sekejab pasukan Wondo terkapar, tetapi Wondo bukannya takut malah tertawa terbahak-bahak dan dalam sekejap mata tiba-tiba menghilang bersama pasukannya.
"Eeeh.....kok hilang? ini kita menang ato gimana yah?" tanya Arno bingung.
"Wondo itu edan Gusti, setiap malam menyerang membabi buta dengan pasukan semakin hari semakin banyak, dan berubah-ubah wujud pasukannya" ujar Sangkala.
"Iya Ar....kadang manusia seperti tadi, besoknya siluman, besoknya hantu-hantu yang sudah kita kenal wujudnya tetapi memiliki kemampuan bertempur sangat mengerikan" jelas Aksa.
"Kak loe hebat, ternyata punya kemampuan spiritual yang sangat kuat" puji Arno
Aksa hanya cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Sebenarnya gue juga kaget Ar....kalo gak disuruh pakde, gak ngira gue yang sholat sering bolong gini ternyata Gusti Allah memberikan anugrah ilmu yang mumpuni" ujar Aksa malu.
"Elo juga hebat Ar, gileee bisa nggunain tenaga air gitu kaya Katara di film" puji Aksa sambil menepuk bahu Arno.
Semuanya mengangguk setuju dan segera beristirahat, sebelumnya mereka akan sholat Subuh terlebih dahulu, karena saat dilihat langit sudah menunjukkan sebentar lagi pagi sudah tiba.
Dan benar seperti perkataan pangeran Arya, setiap malam Wondo datang membawa pasukan yang semakin lama semakin banyak jumlahnya dan memiliki kemampuan yang semakin meningkat.
Tanpa Arno sadari semakin hari karena seringnya dia bertempur membuat Arno semakin menguasai cakra angin miliknya.
Tepat pada hari ke 7, pasukan Arno berhasil membuat pasukan Wondo dan Wondo sendiri tidak bisa kabur menghilang seperti malam-malam sebelumnya.
"Mau lari kemana kamu Wondo?!!! ilmu Geni Pepatimu sudah bisa kita lumpuhkan" ejek Sengkala.
Wondo yang memang licik bukannya gentar ketakutan, malah tertawa terbahak-bahak.
"Wooo wes edan si Wondo Gusti" ujar Sengkala ke Arya.
"Hati-hati semuanya, Wondo itu selicik Seto....pasti dia memiliki rencana" belum selesai Aryo bicara tiba-tiba.....
"Hahahaha Gusti Pangeran Arya memang pantas menjadi adik Kanjeng Sinuwun Haryo yang pandai" ujar Wondo sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
"Dengarkan Sengkala goblok, ilmumu masih dibawahku dari dulu sampai sekarang ini....."
"Harusnya Gusti pangeran dulu menyuruhku menjadi pengawalnya bukannya Sengkala goblok itu, maka malapetaka ini tidak akan terjadi, tetapi karena Gusti tidak pernah menganggapku ada maka....lihatlah jurus pamungkasku ini Gusti" seru Wondo
Lalu mengangkat kedua tangannya ke atas lalu menangkupkannya lalu mengangkat salah satu kakinya dan menghentakannya ke tanah tiga kali sambil teriak
"JAGAT SEGARA DHEMIT!!!!"
Ddduuuuuar.......
Kretaaak....Kretaaak
Terdengar suara menggelegar diikuti goncangan sangat keras dari dalam bumi, dan keluarlah asap hitam pekat dari dalam perut bumi
Asap hitam mulai mengelilingi pasukan Arya yang terpaku dan tidak bergerak, dan menggulung tubuh Arno terbang dan menghilang.
Menghilangnya tubuh Arno diikuti menghilangnya asap hitam tersebut diikuti suara Wondo yang tertawa dengan suara mengerikan.
"Sejarah kembali terulang Gusti Pangeran Arya.....sampai kapanpun panjenengan tidak akan bisa mengalahkan Gusti Sinuwun selama ada Wondo" seru Wondo yang ikut menghilang.
Sengkala, Aksa, paman Tirta, Arya dan pasukannya sangat terkejut dan marah karena terperdaya oleh Wondo.
"Ini bagaimana Gusti? pangeran Arno berhasil mereka ambil" ujar Sangkala panik sambil membungkuk ketakutan dihadapan Arya.
"Jangan khawatir kamu Sengkala, Arno tidak sendiri, Ki Bayu dan Ki Suryo sudah ikut bersamanya.....hahaha nantinya Wondo yang dibuat kuwalahan " ujar Ki Ontorejo dengan suara tenang.
"Apa kamu yakin cucuku tidak papa Ki?" tanya Arya khawatir.
"Cucumu itu sesuai ramalan dia dan istrinyalah yang bakalan menyelamatkan desa ini....percayalah padanya Pangeran Arya" ujar Ontorejo lagi.
"Sekarang ini tugas kita mulai bergerak ke istana Haryo, karena pasukan angin saat ini mulai bergerak juga menuju kerajaan Haryo" terang Ontorejo.
Meskipun Ontorejo sudah menerangkan semua, ada rasa khawatir dalam benak Arya, Aksa, paman Tirta dan Sengkala, tetapi mereka hanya bisa menyimpan dalam benak mereka dan mulai menyusun strategi untuk menyerang ke istana Haryo.
...***...
...TBC...
...Bagaimana nasib Arno yah? dan jurus apakah itu ya?๐ฎ๐ฎ๐ฎ...
__ADS_1
...Kita tunggu di next Episode ya Gaess๐๐...