Wajah Dalam Lukisan

Wajah Dalam Lukisan
Episode 5 Wasiat


__ADS_3

...Pemberitahuan bahwa cover saya ganti, karena saya terlalu takut, terakhir saya didatangi sesosok berbaju putih dengan rambut panjang....


...Sumpah saya tidak buat- buat, makanya novel ini lambat pilot, maaaf kan semua yaa...


...***...


Setelah semua urusan rs diselesaikan oleh Aksa, dan kabar meninggalnya Raka Mahendra sudah tersebar.


Jenazah Raka disemayamkan dirumah untuk di sholat kan bersama, pada saat jenazah sampai dirumah sudah menunggu sahabat-sahabat Raka untuk melakukan penghormatan terakhir dan menghibur Aksa dan Tara, Aksa menyapa satu persatu tamu yang hadir sedangkan Tara berjalan dan terduduk disamping jenasah ayahnya sambil dipeluk Arno suaminya.


Kemudian datanglah paman Gilang Wicaksono yang merupakan pengacara Raka, paman Gilang mengatakan akan membacakan surat wasiat Raka, sesuai mandat yang diberikan Raka bahwa Galang harus membacakan surat wasiat tersebut pada saat Raka meninggal.


"Aksa dan Tara disini paman membacakan wasiat yang dituliskan Raka tepat seminggu yang lalu. Bahwa telah tertulis di wasiat




Raka Mahendra menginginkan dimakamkan di desa Madyosari, di samping istriku tercinta.




Semua Aset dan kekayaan keluarga Raka Mahendra Winotosastro di bagi dua untuk kedua anakku tersayang Aksa Mahendra dan Tarasari Adiningrum.




Pada saat pemakaman putriku Tara dan suaminya Arno dilarang ikut di acara pemakaman, dan segera pulang kembali ke Perancis.


__ADS_1



Perusahaan tetap di pimpin oleh putra tertuaku Aksa Mahendra dan akan diteruskan oleh keturunan Aksa dibantu keturunan Tara.




Aksa Mahendra dan Arno harus menjaga Tara dan menyayangi Tara sampai nafas terakhir kalian.




Untuk menantu ku Saraswati, sebagai hadiah kelahiran cucu pertamaku nanti telah disediakan rumah dan perkebunan teh di Jawa Barat sebagai tempat peristirahatan keluarga.






Setelah om Gilang membacakan surat Wasiat, Tara memohon ikut sebagai penghormatan terakhir untuk ayahnya, dan menengok makam ibunya, karna tidak pernah Tara diajak kesana, cuman 1x Tara diajak pada saat Tara berusia 10th.


Meski om Gilang melarang, tapi Gilang tidak tega melihat kondisi Tara yang begitu kehilangan ayahnya.


"Oom tidak tahu kenapa kamu tidak boleh ikut, kemungkinan karena jauh di pelosok desa jadi kemungkinan kamu nanti sakit, tetapi om bisa merasakan keinginan seorang anak ingin menghantarkan ayahnya untuk terakhir kali"


"Baiklah om mengijinkan, tetapi ingat langsung pulang, kalo menginap, menginaplah di rumah pamanmu sendiri" kata Om Gilang di sambut pelukan hangat Tara.


"Terimakasih om...terimakasih" jawab Tara sambil menangis.

__ADS_1


Aksa mengatur semua persiapan membawa jenazah ayahnya, setelah semua siap Aksa, Arno dan Tara bersiap untuk berangkat, sedangkan Saraswati istri Aksa ditinggalkan di Jakarta karena sedang mengandung 7bulan.


Saat akan berangkat tiba-tiba seorang nenek yang merupakan salah satu pelayat menarik tangan Tara kuat sambil berteriak


"Kamu jangan ikut, cepat kamu pergi dari Indonesia.....TURUTI PERINTAH AYAHMU TARAA!!!!"


"KALAU TIDAK...BENCANA ITU AKAN TERULANG KEMBALI!!!


"PERGII TARAA...DIA AKAN MENGAMBIL TUBUHMUU KEKUATANKU UNTUK MELINDUNGIMU AKAN HABIS!!!"


"Tolong lepasin nek...sakiit!" teriak Tara ketakutan.


Semua berusaha memisahkan cengkraman tangan nenek tersebut, tapi kekuatan nenek tersebut luar biasa, semua pria yang berusaha menarik nenek tersebut malah didorong semua terpental terjatuh.


"Neeeek, Tara mohon lepasin..."


"Mas Aksaa, Arnooo Tara takut!" teriak Tara ketakutan.


Untung saja, pak Ustad yang memimpin sholat tadi masih belum pulang, sehingga dibantu orang-orang lalu membacakan doa dari ayat kursi dari surat Al Bagarah.


Setelah dibacakan doa itu, Nenek tersebut langsung terjatuh pingsan, sedangkan Tara langsung dipeluk Arno dan Aksa.


Setelah agak tenang, mereka segera naik ke mobil, sebelum mereka berangkat, berkatalah pak ustad


" Pakailah tasbih ini untuk melindungi kalian, dan alquran ini harus kalian baca supaya kalian terhindar dari segala marabahaya" kata pak Ustad sambil memberikan tasbih miliknya ke Tara, Arno dan Aksa,.


"Jangan sampai kali terpisah harus saling melindungi" nasehat pak Ustad serius.


...***...


Semoga suka y gaess๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


Salam sehat semua๐Ÿ™๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2