Wajah Dalam Lukisan

Wajah Dalam Lukisan
Episode 16 Belajarlah Mencintaiku


__ADS_3

"Diajeng....bangun gih" seru Saras sambil menggoyangkan tubuh Gayatri.


Gayatri yang merasa tubuhnya ada menggoyangkan segera membuka matanya


"Ada apa mbakyu?" tanya Gayatri dengan suara serak khas orang bangun tidur dan berusaha duduk.


"Sekali ini saja, percaya sama Mbakyu....Juno akan aku tuker dengan bayi ini supaya Juno selamat" ucap Saras sambil menyerahkan seorang bayi yang sama berkulit putih seperti Juno dalam pangkuan Gayatri.


"Gimana maksud mbakyu? Juno mau dibawa kemana? apa yang sudah terjadi mbakyu?" tanya Gayatri kebingungan.


"Jangan takut dan percayalah sama mbakyu, ikuti perintah mbakyu bertindaklah seperti biasa, sekarang mbakyu mau menyelamatkan suamimu terlebih dahulu, setelah itu pergilah sejauh mungkin dari sini ke kerajaan ayahandaku, kalian akan aman disana" ujar Saras lalu bergegas meninggalkan Gayatri sambil menggendong Juno, sedangkan Gayatri masih bingung dan mulai timbul rasa takut.


"Ya Gusti apa yang sudah terjadi, apakah firasat ku akan benar-benar terjadi" ucap Gayatri lirih sambil mengusap pipi gembul bayi dalam pangkuannya.


Gayatri segera membaringkan bayi berpipi gembul disamoingnya, sambil masih berpikir keras apa yang sudah terjadi.


Tiba-tiba terdengar pintu kamarnya dibuka membuat Gayatri segera terbangun dan berusaha turun dari kasur untuk menyambut Arya suaminya.


Tetapi dugaan Gayatri salah, ternyata yang datang adalah Haryo bukan suaminya.


"Ooh kangmas Sinuwun...ada apa ya kang mas?" tanya Gayatri sambil tetap menunduk takut.


"Pangeran kecil sedang tidur ya Diajeng?" tanya Haryo langsung menuju ke ranjang dan melihat bayi gembul yang sedang berbaring di ranjang.



"Pangeran kecil sangat putih dan tampan diajeng, bolehkah kangmas gendong?" tanya Haryo sambil tersenyum melihat bayi gembul tersebut.


"Monggo kang mas" jawab Gayatri


Tetapi bukannya segera menggendong, Haryo bingung cara menggendong bayi. karena takut menyakiti.


"Eeeh....anu Diajeng ini caranya bagaimana ya mengangkat pangeran kecil?" tanya Haryo dengan muka memerah karena malu.


Gayatri yang melihat muka bingung dari Haryo yang selalu berwajah mengerikan,tetapi sekarang terlihat bingung dan bodoh membuat sudut bibirnya sedikit terangkat.


"Kangmas lenggah (duduk) dulu, saya angkatkan Junonya" jawab Gayatri lembut.


Gayatri segera mengangkat bayi gembul dari tempat tidur dan mengajari Haryo cara menggendong bayi dengan lembut.


"Kangmas jangan tegang, tangannya dilemaskan sehingga adik merasa nyaman kangmas gendong" tutur Gayatri lembut.


Alih-alih Haryo memahami semua ajaran Gayatri, Haryo malah kebingungan meredam debaran jantungnya saat berdekatan dengan Gayatri, harum tubuh Gayatri berbeda dari wanita-wanita yang biasa Haryo sentuh, yang selalu beraroma bunga melati atau mawar kadang dupa-dupa kemenyan yang sangat menyengat.


Sedangkan tubuh Gayatri mempunyai aroma lembut dan manis, membuat dirinya nyaman. 'Makanya adikku sangat mencintaimu diajeng, selain cantik, lembut, halus segala tutur kata dan tindakanmu, juga mempunyai aroma tubuh yang membuat nyaman bila disisimu' ujar Haryo dalam hati.


Haryo bisa melihat bahwa Gayatri tanpa riasan wajah, rambut hanya disanggul agak berantakan dan memakai baju kebaya yang sangat tertutup tetapi aura kecantikannya sangat terlihat membuat jantung Haryo berdebar kencang padahal tidak pernah ada seorang wanita yang bisa menggetarkan, bahkan para selirnya. Haryo hanya melampiaskan nafsunya saja kepada para selirnya, kecuali dengan Saras.

__ADS_1


Dengan Saras Haryo hanya merasa nyaman dan ingin melindungi saja. Karena rasa ini membuat Haryo terobsesi ingin memiliki Gayatri.



Setelah bayi gembul tersebut dalam gendongan Haryo, Haryo memandang wajah bayi tersebut yang terlihat tersenyum dengan dirinya membuat hatinya menghangat.


"Diajeng lihaaat.....pangeran kecil tersenyum" seru Haryo senang.


Gayatri yang duduk dibawah jauh dari Haryo hanya tersenyum.


"Duduklah disini Diajeng ada yang mau kang mas bicarakan" ujar Haryo


"Monggo kangmas ngendikan (bicara) Atri dengarkan" jawab Gayatri tetap tidak bergerak dari tempatnya.


Haryo melihat kekerasan kepala Gayatri tersenyum


"Baiklah Kangmas tadi sudah berbicara dengan suamimu, yang intinya mengangkat pangeran Herjuno Wijaya ini menjadi putra mahkota kerajaan Margosari"


Kepala Gayatri terangkat dan menatap Haryo terkejut.


"Tenanglah Kangmas tidak akan memisahkan kamu dengan putramu, karena itulah ikutlah kangmas ke kerajaan kangmas" ujar Haryo.


"Mohon maaf kangmas Atri tidak paham maksud kangmas" tanya Gayatri kebingungan.


"Bagian mana yang Diajeng tidak paham?" tanya Haryo yang senang akhirnya Gayatri mau mengangkat kepalanya dan melihat dirinya.


"Maaf kangmas.... kalau Atri dan Kangmas Arya ikut kangmas ke Madyosari lalu bagaimana dengan kerajaan ini?"


"Buat apa wanita-wanita itu Kangmas Sinuhun?"


"Jelas saja untuk dijadikan istri dan selirnya Diajeng, tetapi tenanglah Diajeng saat Diajeng ikut ke kerajaan Margosari dengan pangeran kecil ini, Diajeng akan aku jadikan istriku dan menjadi satu-satunya Ratu kerajaan Margosari" bujuk Haryo.


"Apakah Kangmas Arya menyetujui hal ini Kang mas?" tanya Gayatri sekali tanpa menunjukkan emosi sama sekali hal ini jelas sangat diluar perkiraan Hari. Haryo pikir Gayatri seperti wanita kebanyakan yang mudah dihasut dan suka akan jabatan.


Pandangan Gayatri dan sikap tenang Gayatri membuat seorang Raja bengis seperti Haryo insecure


"Diajeng tidak percaya? Diajeng bisa bertanya kepada Dierja diluar" ujar Haryo berusaha tetap menyakinkan Gayatri.


"Itu tidak mungkin terjadi kangmas Sinuwun, meskipun Atri baru sebentar menikah dengan kangmas Arya, tetapi Atri tau bahwa cinta kang mas Arya hanya untuk Atri begitu juga dengan dengan Atri...."


"Maaf Kangmas Atri tidak ingin dan tertarik menjadi istri Kangmas, bagi Atri cukup menjadi istri Kangmas Aryawijaya sudah merupakan kebahagiaan terbesar buat Atri." jawab Atri yang tetap tenang dan tegas.


"Kamu jangan Naif Diajeng, pria mana yang tidak tertarik dengan wanita cantik dan melepaskan istri dan anaknya demi mendapatkan wanita baru yang lebih cantik dari istrinya" ujar Haryo mulai naik satu oktaf.


"Kalau begitu Atri ingin mendengar langsung dari mulut kangmas Arya, meskipun kangmas Arya menceraikan Atri, Atri tetap tidak mau menjadi istri Kangmas Sinuhun selamanya" ujar Atri tegas membuat Haryo hilang kesabarannya.


"Apa yang sudah aku putuskan, itu pula akan dilaksanakan....mulai saat ini belajarlah mencintaiku Diajeng, sambil menunggu Selapanan Pangeran Juno....setelah itu kamu dan Pangeran kecilku segera ikut denganku ke Margosari" seru Haryo segera membawa Haryo pergi dari kamar Gayatri takut dia lepas kendali dan menyakiti Gayatri.

__ADS_1


"Kangmasss Juno mau dibawa kemana ??!!!!" pekik Gayatri saat bayi gembul tersebut dibawa Haryo pergi dan mengunci Gayatri dikamar sendirian.


Sepeninggal Haryo Gayatri yang didepan Haryo terlihat tenang, sekarang segera luruh di lantai dengan badan bergetar dan menangisi nasibnya.


"Apa yang terjadi dengan keluarga hamba ya Allah" ucap Gayatri lirih.


Di tempat lain diwaktu yang sama Saras secara sembunyi-sembunyi mengatur semua persiapan bersama bawahan yang dia bawa dari kerajaan Penumping dan pengikut setia Arya. Setelah itu segera bergegas kembali ke kamarnya.


Haryo dengan kemarahan yang berusaha dia tahan menuju kamarnya mencari Saras. Untung saja saat Haryo masuk, Saras sudah berada di kamarnya.


"Diajeng bantu aku menaruh Juno di kasur" ucapnya lirih takut membangunkan bayi gembul dalam dekapannya.


"Looo kok Juno bersama kangmas, tidak bersama orangtuanya?" tanya Saras pura-pura tidak tahu.


"Mulai saat ini Juno adalah putraku, jadi bantu aku merawatnya ya Diajeng"


"Eeeh...lalu bagaimana dengan orangtuanya?Kangmas ini bayi masih memerlukan asi dari ibunya, kalo kangmas ambil sekarang gimana kalau menangis minta asi? Saraskan tidak bisa menyusuinya" ujar Saras membuat Haryo tersadar kesalahan yang dia lakukan.


"Lalu ini bagaimana, aku ingin tidur bersama Juno" ujar Haryo dengan wajah sendu.


"Baiklah Kangmas tidur dulu bersama Juno, nanti kalau Juno menangis aku bawa ke ibunya ya" ujar Saras mengalah kepada suaminya.


Haryo menuruti ucapan Saras dan segera membaringkan dirinya disamping bayi gembul yang dia kira adalah pangeran Juno.


"Minum dulu kangmas, lalu tidurlah" ucap Saras sambil menyodorkan minuman ke Haryo.


"Teh madu ya? terimakasih ya Diajeng aku sangat menyukai teh madu buatanmu" ucap Haryo sambil menghabiskan teh buatan Saras.


Tanpa setau Haryo teh buatan Saras itu selalu mengandung obat tidur berdosis kuat, karena Haryo sebenarnya mempunyai penyakit Insomnia cukup parah (Insomnia adalah masalah sulit tidur dan sulit tidur nyenyak yang berkelanjutan. Sebagian besar kasus insomnia terkait dengan kebiasaan kurang tidur, depresi, kecemasan, kurang olahraga, penyakit kronis, atau obat-obatan tertentu.) Pada kasus Haryo, Insomnianya diakibatkan karena kecemasan berlebihan karena banyaknya musuh yang dia punyai.


Setelah menunggu obat itu bereaksi sempurna, secara perlahan Saras segera keluar dari kamar menuju penjara tempat Arya ditahan.


"Gusti putri mau kemana?" tanya Dierja tiba-tiba sudah berada didepan pintu kamar.


"Mau membujuk Diajeng Gayatri Dierja, kasihan pasti sedang bersedih" jelas Saras berusaha bersikap tenang menghadapi anak buah suaminya.


"Ooo baik, memang tadi terdengar Gusti putri Gayatri menangis" ucap Dierja.


"Kamu tunggu didepan sini ya Dierja, kalo pangeran kecil menangis segera kabari aku ya" perintah Saras.


"Baik Gusti sendiko dawuh" jawab Dierja segera berjaga-jaga di depan pintu


"Gusti putri ini kunci pintu kamar Gusti Putri Gayatri" seru Dierja saat ingat bahwa pintu kamar Gayatri dikunci dan kuncinya dia pegang.


"Ooo ya, makasih ya Dierja, jangan lupa tehnya sudah aku buatin buat kamu dan anak buahmu" ucap Saras dengan tersenyum lembut membuat Dierja mengangguk sopan lalu kembali berjaga didepan kamar Haryo ditemani satu poci teh dan makanan.


...^^^...

__ADS_1


...*TBC*...


...Bagaimana cara Saras menyelamatkan Gayatri dan Arya ya?😮😮😮...


__ADS_2