Wajah Dalam Lukisan

Wajah Dalam Lukisan
Edisi 24 Ki Suryo Jagranatha & Ki Bayu Wedara


__ADS_3

Tiba-tiba dari rimbunan daun bambu di dekat markas Sangkala keluarlah sesosok tubuh Harimau yang sangat besar berwarna oranye, jika kalian membayangkan ukuran harimau pada umumnya....kamu salah gaess, karena nih harimau ini badannya 5kali lipat dari ukuran harimau normal.


'Untung disamping gue ada kakek, coba kagak ada .....fixed gue dengan sukses pingsan dan ngompol gaess' batin Arno yang ikutan pasang kuda-kuda mengikuti gerakan kakek, meskipun keder juga karena harimau itu.


"Akhirnya kamu muncul Arya!!!! Siapa yang berada disampingmu itu?......Jangan bilang ini adalah sosok dalam ramalan itu Arya!!" ujar Harimau dengan suara menggelegar.


"Apa kabarmu Ki? sifatmu selama ribuan tahun tidak pernah berubah....kalo bertanya selalu banyak" jawab Arya lalu kembali ke posisi tenang tidak memasang kuda-kuda.


"Kakek kenal Harimau ini?" tanya Arno dengan wajah bingung.


"Hahaha.....tentu kenal Cu....beliau ini bernama Ki Suryo Jagranatha, beliau ini peliharaan dari kang mas Haryo yang kabur karena Kangmas Haryo sudah bukan murni manusia lagi" jelas Arya kepada Arno.


"Ki....ini cucuku bernama Arno, tandai dulu Ki"


"Jadi ini adalah sosok yang diramalkan....sehebat apa dia Arya?"tanya Ki Suryo yang kemudian berjalan mendekati Arno dan mengendusi tubuh dan mengelilingi tubuh Arno yang terlihat panik.


"Kamu cobain saja Ki, aku saja nggak tau bagaimana hasil pengembangan ilmu pelatihanku tadi." jawab Arya santai.


"Yaaaaaa Kek!!!! becandanya gak lucu!!! Arno baru satu kali latihan sama kakek, belum diajarin bertempur" protes Arno panik.


"Tenanglah cu, gunakan keahlianmu bersilat tetapi kamu kombinasikan dengan elemen airmu" jawab Arya tenang lalu duduk santai dibawah pohon.


Ki Suryo memandang Arno dengan remeh sambil berkata


"Dia terlihat lemah Arya.....satu seranganku saja pasti sudah menangis minta ampun"


Mendengar ejekan Ki Suryo membuat hati Arno mencelos, meski dalam hati membenarkan ucapan Ki Suryo.....tetapi 'ya masak sich cowok sampai menangis' gumam Arno lalu segera menarik nafas panjang sambil mulai mengaktifkan elemen airnya dan mulai memasang kuda-kuda dengan satu tangan mengepal didekat dadanya, satunya tidak mengepal tetapi semua jarinya merapat dimana satu ibu jarinya dilipat persis didepan tangan tangan satunya.


Ki Suryo yang memandang rendah Arno hanya mengumpulkan sedikit tenaganya lalu menyemburkan api dari mulutnya ke arah Arno.


Arno segera berkelit sambil mengerahkan tameng dari air supaya tubuhnya tidak tersambar panasnya api.


Berkali-kali Ki Suryo menyemburkan api ke arah Arno, berkali-kali pula Arno jungkir balik dan meloncat menghindari.


Melihat musuhnya sangat lincah menghindari semua semburannya membuat Ki Suryo menjadi kesal


"Niat Gelut ora koe ?!!! Ojo muk mlompat-mlompat koyo kancil bocah edan!!( Kamu niat bertarung tidak?!!, jangan cuman loncat-loncat seperti kancil Anak Gila)" bentak Ki Suryo.


Arno yang bahasa Indonesianya saja belum begitu paham banyak kosakata yang dia kuasai apalagi bahasa jawa, jadi tidak menanggapi omelan Ki Suryo.


Padahal kalau Arno paham artinya dia pasti menjawab, sudah bisa lolos tidak terkena apinya saja sudah sujud syukur alhamdulillah banget.


Arya yang melihat itu semua hanya terkekeh geli.


"Wes pirang jurus Ki?....sampeyan durung iso nggawe putuku nangis (sudah berapa jurus Ki....kamu belum bisa membuat cucuku menangis" ejek Arya.


Mendengar ejekan Arya, Ki Suryo mulai terpancing marah....Ki Suryo ingin segera menyelesaikan pertarungan dan tidak main-main lagi.


Ki Suryo dengan mengeluarkan geraman langsung menerjang Arno sambil mengayunkan cakarnya yang mengeluarkan api yang sangat kuat ke arah Arno.


"Ayunkan tangan kananmu ke depan membentuk lingkaran besar, sedangkan tangan kirimu kepalkan dengan erat lalu tinju ke depan, dan hentakan kaki kananmu ke depan....ingat biarkan elemenmu semakin menyatu dengan dirimu" bisik Arya yang hanya bisa Arno dengarkan.

__ADS_1


Arno segera menuruti semua ajaran Arya tanpa ragu dan benar disaat serangan api sudah mendekat, Arno mengeluarkan aliran air yang berputar sebagai tameng, sedangkan tangan satunya mengeluarkan semburan air dengan kekuatan sangat kuat mengarahkan ke Ki Suryo.


Ki Suryo yang pada awalnya memandang rendah Arno dan ingin segera mengakhiri pertempuran ini, melihat bahwa Arno ternyata sudah bisa melawan dirinya membuatnya menjadi senang.


"Arya....cucumu ini kenapa serangan airnya berbeda dengan dirimu? apa benar hanya kamu yang melatihnya?" ujar Ki Suryo sambil mengaum.


"Setauku hanya aku yang melatih dirinya......"jawab Arya dengan tersenyum lebar, meski dalam hati Arya juga heran kenapa elemen air yang dimiliki Arno sangat dingin seperti es sampai menusuk ke tulang, padahal kepunyaannya hanya sedingin air, kecuali saat dia mengeluarkan nafas esnya.


Dan kejutan tersebut tidak berhenti sampai disitu, serangan air milik Arno tanpa digerakan oleh tangan Arno bisa bergerak sendiri dan mengejar Ki Suryo terus, sehingga Ki Suryo harus mengeluarkan auman untuk menghentikan serangan Arno.


"Cucu pangeran sudah memanggil Ki Bayu tanpa dia sadari...." ujar seekor harimau putih yang sama besarnya dengan Ki Suryo yang tau-tau sudah berbaring di samping Arya sambil terkekeh.


"Ki Bayuu???macan putih penghuni Gunung Jaya Wijaya? kamu yakin Ki?" tanya Arya sambil menatap Ki Ontorejo harimau pelindungnya.


"Iya Pangeran.....cucumu lebih dominan es daripada air" jelas Ki Ontorejo.


"Tetapi kenapa wujudnya belum tampak Ki? dan kenapa Ki Suryo tidak menyadarinya?"


"Sesuai ramalan cucumu Arno ini sangat hebat, sampai seorang raja macan es yang sama sekali tidak mau menolong manusia, saat ini mau menyatu dan membantu Arno---dia akan muncul saat nyawa Arno terancam, saat ini dia hanya meminjamkan tenaganya"


"Menyatu????" tanya Arya terkejut, karena setahu Arya seorang manusia bisa menyatu dengan hewan pelindungnya itu sangat mustahil karena hanya ada 1orang dari elemen api yang bisa menyatu dengan hewan pelindungnya yang berupa naga petir yaitu Gusti Pangeran Wirowarhana yaitu kakek buyut dari Haryo dari pihak ibunya Haryo.


Selain itu manusia hanya bisa bergerak bersamaan dan itupun perlu latihan dan saling memahami satu sama lain selama puluhan tahun, dan hewan pelindung itu masing-masing manusia harus mencari dan menangkap hewan pelindungnya melalui bertapa terlebih dahulu.


Sedangkan Arno, tanpa dia harus mencari hewan pelindung yang berupa Macan Es yang terkenal sangat sakti datang dan dengan senang hati menyatukan dirinya dengan seorang manusia.


"Iya Pangeran....benar-benar anak yang penuh berkat cucumu itu, lihatlah sebentar lagi Harimau tua pemarah itu yang menangis minta ampun" jawab Ki Ontorejo.


Tetapi serangan cepat Ki Suryo yang mengeluarkan bola api tetapi bola api itu dibuat Arno dilingkupi air kemudian dibekukan dan dikembalikan ke arah Ki Suryo.


Meskipun beberapa kali menghindar, akhirnya beberapa serangan Arno mengenainya, sedangkan Arno sama sekali belum terkena sama sekali.


"Kamu berbohong padaku Arya!!!! ini anak pasti sudah kamu latih selama bertahun-tahun" sembur Ki Suryo marah.


"Mana pernah aku bohong Ki.....sudahlah akuilah Ki kalau kamu tidak bisa membuat cucuku ini" jawab Arya sambil terkekeh.


Ki Suryo kemudian mengeluarkan jurus terkurasnya yaitu bola api biru dari segala penjuru menyerang Arno.


"Arahkan tanganmu ke atas Arno, hisap elemen air dari atas dan bawah, biar aku bantu menamengi tubuh kita, bola api biru mengandung petir sehingga bisa membunuh ataupun melukai dirimu sangat parah" terdengar suara bass yang sangat berwibawa yang membisiki Arno.


Mekipun Arno bingung ini suara siapa, tetapi entah mengapa dia merasa suara itu membuatnya percaya sambil mengucapkan doa minta perlindungan Allah, Arno mengikuti arahan tersebut.


Tiba-tiba dari atas turunlah hujan salju deras sehingga bola api biru padam sebelum mengenai Arno.


"Sekarang bekukan harimau tua pemarah itu Arno" bisikan suara ngebass itu kembali terdengar.


"Arno sekali lagi menurunkan hujan salju hanya diatas Ki Suryo dan sambil mengerakan kedua tangannya Arno membuat gerakan berputar sepeeti gerakan angin ****** beliung yang ternyata salju yang menjatuhi tubuh Ki Suryo langsung membeku, meskipun Ki Suryo berusaha mengerahkan semua api untuk mengusir salju itu membeku, tetapi kekuatan Ki Suryo tidak bisa mencairkan bahkan semakin lama dia merasa kehabisan tenaga dan hanya pasrah dibekukan oleh Arno.


Arno yang melihat musuhnya terlihat sudah menyerah kalah, akhirnya hanya menyisakan kepala Ki Suryo saja yang tidak dia bekukan.


"Wes nyerah wae Ki Suryo....Pangeran Arno bukanlah musuhmu, lagipula kamu hanya sendirian, sedangkan pangeran Arno tidak sendirian" tutur Ki Ontorejo.

__ADS_1


"Iyaaaa....aku nyerah, dengan siapa kamu bocah?" tanya Ki Suryo dengan suara ngos-ngosan.


Arno yang nggak paham omongan dua harimau itu hanya menatap kakeknya penuh tanda tanya.


"Hebat kamu cu....ini harimau peliharaanku Ki Ontorejo---kita semua memiliki hewan pelindung, apakah kamu merasa didalam dirimu ada yang selalu melindungimu" tanya Arya.


"Oooo jadi yang bicara sama Arno itu tadi adalah harimau aku kek?"tanya Arno dengan mata berbinar


"Hahaha .....pelindungmu bukan harimau, tetapi sesosok macan panther putih yang bernama Ki Bayu Wedara...duduklah bersimpuh, sebelum memanggil minta ijin Allah untuk memanggilnya, baru kamu panggil Ki Bayu"


Arno kemudian mengikuti perintah kakeknya, kemudian tiba-tiba disampingnya berbaring dengan gagah seekor macan panther yang berbulu berwarna putih seperti salju.



Arno menatap macan yang mempunyai ukuran sangat besar itu berbaring tenang disampingnya dengan mulut ternganga, begitu juga Ki Suryo.


"Ddd---dia Ki Bayu dari puncak Jayawijaya?" tanya Ki Suryo dengan suara tergagap."


"Kenapa kamu mau mengikuti bocah ini Ki Bayu?"tanya Ki Suryo


"Sudah takdir.....puluhan ribu tahun aku memang menunggu kedatangan bocah ini, bocah yang memiliki jiwa sangat bersih, jujur dan penuh cinta kasih dan taat beragama....ketika dia bisa membekukan seluruh danau itulah yang memanggilku kemari"jelas Ki Bayu.


Ki Suryo, Arya dan Ki Ontorejo hanya mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.


Berbanding terbalik dengan Arno yang masih kebingungan dan menatap keadaan hutan disekitarnya yang berantakan karena serangan api dan es dari pertempuran tadi.


Arya menatap cucunya dengan penuh perasaan bangga.


"Jangan khawatir Arya....akan ku lindungi cucumu ini, dan akan ku bantu kamu dan dirinya menyelamatkan istri kalian, istriku Nyi Khandra juga sudah berada di sisi istrinya Arno" ujar Ki Bayu yang bisa membaca kekhawatiran Arya.


"Terimakasih kasih Ki atas segalanya" jawab Arya sambil menunduk hormat.


"Sudah kamu nggak usah bingung, pelan-pelan nanti kamu paham sendiri" ujar Kita Bayu sambil menatap Arno yang masih kebingungan.


"Musuh kalian mulai panik" ujar Ki Bayu kemudian tertawa terbahak-bahak.


.


.


.


Diwaktu yang sama ditempat yang berbeda tampak seorang pria dengan aura yang sangat hitam yang sedang duduk bersimpuh tiba-tiba terjengkang dan muntah darah.


"Sialan.....bagaimana mungkin ini terjadi!!!" umpat Ki Seto penuh kemarahan.


"Jangan khawatir Seto.....pasukanku sudah bersiaga penuh untuk membantumu" ujar sesosok mahluk tinggi besar dengan wajah yang sangat mengerikan.


...***...


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2