Wajah Dalam Lukisan

Wajah Dalam Lukisan
Episode 33 Awal Mula Rengganis


__ADS_3

2Tahun sebelum Bencana Terjadi


"Rengganis........kapan kamu datang?" tanya Gayatri dengan suara lembut.


"Barusan Atri....Bapa lan Biyung (bapa dibaca bopo dalam bahasa jawa bapak dan ibuk) katanya ada hal yang mau dibicarakan sama Romomu" ujar Rengganis.


Rengganis adalah putri dari Lurah Peno dari desa Wonoasri yang letaknya di sebrang danau desa Madyoasri desanya Gayatri.


Rengganis dan Gayatri bersahabat sejak kecil, usia mereka hanya beda 3 bulan lebih tua Rengganis.


Rengganis adalah gadis hitam manis dengan tubuh berisi (montok) dan tinggi dibandingkan tubuh Gayatri yang langsing dan mungil.


Perbedaan mereka tidak hanya secara fisik, sifat mereka sangat berbeda. Rengganis adalah gadis yang sangat cerewet, lincah dan pemberani, sedangkan Gayatri cenderung pendiam, tenang dan pemalu.


Meskipun begitu mereka saling menyayangi dan melengkapi satu sama lain.


"Nis yuuk maen ke kebun jambu air dan mangga dibelakang sedang banyak buahnya loo" ajak Gayatri sambil menarik tangan Rengganis untuk mengikuti ke halaman belakang.


"Kamu memang sahabat terbaik ku kok Tri.....tau aja aku ikut kesini karena mau minta jambu dan manggamu itu" jawab Rengganis sambil cengengesan.


"Awaaasss jangan manjat pohon lagi ya Nis, ntar kamu diamuk Budhe Peno kapok" ujar Gayatri dengan nada mengancam.


Alih-alih takut ancaman Gayatri, Rengganis malah cekikikan dan langsung lari meninggalkan Gayatri.


"Niiisss!!!!!.....ya ampuun kok ya ada anak cewek kok koyo Kancil ora iso meneng loo ( kaya Kancil tidak bisa diem)" omel Gayatri yang melihat Rengganis yang sudah nyincing jarit dan berlari meninggalkan nya.


Setelah sampai dibelakang Rengganis yang bandel sudah melepas selopnya dan mulai manjat pohon mangga.


"Nis.....ati-ati yaah, duh gimana ini nanti kalo pakdhe dan Budhe kebelakang" cicit Gayatri sambil clingak-clinguk mengawasi sekitarnya.


"Triii....trima ini buahnya" ujar Rengganis yang melemparkan beberapa buah mangga ke bawah.


Gayatri hanya pasrah membentangkan kain goni yang ada dibawah pohon.


Dari kecil Gayatri selalu kebagian jaga dibawah pohon sambil menangkapi buah yang sudah dipetik Rengganis, karena takut dimarahi ayah dan ibunya.


Setelah Rengganis puas memetik buah-buah yang sudah matang, segera merosot turun.


"Nis.....Nis.....kamu tuch ya gak berubah banget loo. Ini buah banyak banget meh mbok maem dewe po piye (mau kamu makan sendiri)?" omel Gayatri.


"Hihihihi yo ndak, la ntar perutku sakit" jawab Rengganis sambil terkekeh.


Mereka segera mengambil piring dan pisau dan mulai makan sambil makan di cakruk (rumah kecil dari bambu) dekat pohon tersebut sambil ngobrol.


"Tri.....kamu tahu kelihatannya desa kita akan diserang oleh Kanjeng Sinuhun Haryo" ujar Rengganis.


"Aku takut Tri, Raja Haryo meskipun tampan tetapi kasar dan bengis, bagaimana nasib desa dan kita ini nantinya Tri" ujar Rengganis dengan suara cemas.


"Berita itu benaran ya Nis.....aku hanya dengar dari mas Mulyo kemarin, aku pikir nggak beneran, tahu sendirikan mas sepupuku itu kalo cerita sering di lebih-lebihkan" ujar Gayatri.


"Beneran Tri....maka itu Bapa kesini, karena bingung bagaimana menghadapi pasukan Gusti Haryo yang ahli perang itu"


"Kenapa Gusti Haryo mau menjarah desa kita yang kecil ini Nis....padahal dibanding desa lain, desa kita ini nggak ada apa-apanya" tanya Gayatri dengan mengerutkan dahinya.


"La wong dia itukan hobinya perang to Tri, mulakno semua wae diajak perang dan dijarah" ujar Rengganis dengan menggebu-gebu.


"Rengganissss.....bukankah sudah Bapa bilang mulutmu itu diatur, ingat disekitar kita banyak telinga, bisa-bisa Gusti Haryo mendengar dan kita bakalan dihabisi....kamu Mauuu??!!!!" bentak Lurah Peno.


Rengganis yang tiba-tiba dibentak ayahnya langsung menunduk ketakutan.


"Nyuwun ngapunten Bapa (minta maaf ayah)" jawab Rengganis pelan.


"Tenanglah kangmas, jangan dipikir berat....sekarang Kangmas menyiapkan semuanya untuk menyambut kedatangan Gusti Sinuhun" ujar Lurah ayah Gayatri.


"Bapa kita menyerah? kalau menyerah bagaimana nasib desa kita.....Gusti Haryo sangat mengerikan" tanya Rengganis.


"Wes toh Nis....Bapa lan Paklikmu wes sepakat untuk menyerah secara damai, daripada banyak rakyat kita dibantai, ibu, kamu lan kangmasmu juga dibunuh" jawab lurah Peno menenangkan Rengganis.


"Tapi Bapa....pasukan dan desa kita memiliki ilmu yang bisa membasmi Gusti Haryo"


"Ilmu itu ilmu sesat Nis....meskipun itu ilmu keluarga kita secara turun temurun tetapi selama Bapa masih hidup, Bapa tidak akan melindungi keluarga Bapa dengan ilmu itu.....Bapa lebih percaya dengan Allah Nis" jelas Lurah Peno.


.


.


.


.


.


Genap satu bulan setelah itu, pasukan Haryo benar-benar datang ke desa Wonoasri, karena desa tersebut sudah memberikan kabar untuk menyerah secara damai maka pasukan yang datang ke desa tersebut dipimpin pangeran Aryawijaya sebagai perwakilan dari Haryo.


Rengganis yang memiliki sifat kepo yang tinggi maka, dia mengintip saat sang ayah menyambut kedatangan pangeran Arya.


"Jadi itukah yang bernama Gusti Sinuhun Haryo??? ya ampuun tampan banget" ujar Rengganis lirih.


Malam harinya Rengganis menemui ayahnya yang sudah selesai menjamu pangeran Arya dan pasukannya yang sedang beristirahat di rumah utama dari rumahnya Lurah Peno.

__ADS_1


"Kenapa belum tidur nduk?" tanya lurah Peno.


"Bapa Rengganis mau bertanya"


"Tanya opo nduk?"


"Biasanya untuk menjalin hubungan persahabatan bukankah kita memberikan upeti dan persembahan buat Gusti Sinuhun Haryo?"


"Iya memang seperti nduk.....kenapa kamu bertanya seperti itu nduk?"


"Apakah Rengganis juga termasuk yang akan Bapa berikan?" tanya Rengganis sambil menunduk.


"Apa kamu mau nduk? kalaupun kamu tidak mau, mbakyumu Niluh mau menggantikan mu nduk" jawab lurah Peno sambil mengusap kepala Rengganis lembut.


"Jangan mbakyu Niluh Bapa, kan mbakyu bukan putri dari Bapa Lurah dari desa Wonoasri....biarkan Rengganis saja Bapa"


"Koe yakin nduk? kamukan tahu Gusti Haryo itu bosenan dan selirnya banyak, Bapa gak rela kalo putri Bapa yang cantik ini nantinya hidupnya tidak bahagia nduk" ujar Lurah Peno dengan nada khawatir.


"Nis yakin Bapa....Rengganis rela menjadi salah satu selir Gusti Haryo" jawab Rengganis penuh keyakinan.


Lurah Peno yang sangat mengenal watak putrinya yang keras pendiriannya dengan berat hati mengijinkan Rengganis menjadi salah satu persembahan.


"Persiapkan dirimu buat besok Nduk...pasukan Gusti Haryo akan segera pulang besok dini hari"


"Baik.... Bapa" ujar Rengganis lalu segera bergegas ke kamarnya dengan wajah bahagia.


***


Keesokan paginya pasukan yang di pimpin pangeran Arya kembali pulang ke kerajaan.


Rengganis yang sudah berdandan secantik mungkin dilirik pangeran Aryapun tidak, Meskipun begitu Rengganis tidak putus asa.


Setelah memakan waktu 3 hari sampailah mereka di kerajaan Gusti Haryo, Rengganis segera dibawa mbok emban untuk dibawa ke dalam istana para selir raja.


Selama di sana Rengganis dimandikan beberapa rempah dan bunga, dirawat dari ujung rambut sampai ujung kakinya.


"Mbok....memangnya kapan Rengganis bertemu Gusti Sinuhun?"


"Hamba belum tahu Gusti Selir, kelihatannya beliau baru ke desa Madyosari"


"Ooooo ya sudah mbok" jawab Rengganis sopan.


Saat Rengganis yang sedang duduk sendirian sambil minum teh hangat ditemani Mbok Garni tiba-tiba datang beberapa wanita cantik lainnya.


"Gusti Selir beri hormat untuk para selir lainnya" bisik Mbok Garni.


"Hormat hamba Kang mbakyu selir, perkenalkan hamba Rengganis"


"Kamu yang barusan datang dari desa ya?" tanya salah satu selir dengan nada nyinyir.


"Lah kulitmu item gitu mana Gusti Sinuhun mau" ejek selir yang lainnya.


"Saranku ya kalau kamu diam dan manut, kamu aman dan tetap jadi selir meskipun tidak melayani Gusti Sinuhun tetapi kamu menikmati segala kemewahan istana ini" ujar para selir sambil tertawa dan meninggalkan Rengganis.


Rengganis yang merasa terhina ingin segera menyerang para selir itu tetapi tangannya dipegang erat mbok Garni.


Setelah para selir genit itu pergi segera mbok Garni memberi tahu aturan di lingkungan selir ini.


"Mbok tapi Rengganis marah....tapi benarkah Gusti Sinuhun tidak suka cewek hitam manis seperti aku ini?"


"Simbok kurang tau Gusti selir, tetapi 5 selir agung kesayangan Gusti Haryo memang memiliki kulit kuning langsat


"Lima selir agung itu mereka tadi mbok"


"Hahaha ya nggak Gusti, selir agung mana mau turun mengurusi selir baru, kecuali selir yang datang sangat menyolok cantiknya baru mereka turun kemari"


"Ealah mereka juga cuman selir biasa to mbok....gitu ngatain aku izzx" ujar Rengganis sewot.


"Meski selir biasa, tetapi mereka pernah dipakai melayani Gusti Sinuhun ....jadi tingkatan mereka dibawah selir agung"


Rengganis mengangguk lesu, meskipun begitu Rengganis berusaha belajar untuk menjadi selir yang bisa memikat Gusti Sinuhun.


Rengganis menuruti perintah Mbok garni dengan patuh, meskipun sering dihina para selir tingkat 1-5 Rengganis belajar untuk cuek, karena Rengganis masih percaya pasti bisa menarik perhatian Gusti Sinuhun.


Genap tiga minggu Rengganis di istana, Rengganis yang pecicilan sudah berubah dengan Rengganis yang anggun.


"Gustiii ayuuu.....ayoooo buruan bangun, Gusti Sinuhun datang dari medan perang, semua selir harus menyambutnya" ujar mbok Garni membangunkan Rengganis.


"Baru jam setengah empat mbok.."


"Buruuuan Gustiii" ujar simbok tegas.


"Iya...iya mbok"


Rengganis segera dimandikan dan didandani sama para mbok emban.


"Gusti ayu sangat cantik..." puji mbok Garni sambil mengusap kepala majikannya dengan lembut.


"Aah simbook....Nis jadi malu"

__ADS_1


"Ayoo Gusti kita segera berbaris di pintu depan bersama selir lainnya"


Rengganis segera mengikuti simbok dan segera menempati barisan paling belakang.


"Mbakyu....Gusti Ratu itu yang paling depan itu ya?" bisik Rengganis ke selir tingkat 35 yang berdiri disampingnya.


"Istana ini belum ada yang menempati posisi ratu Nis"


"Jadi yang paling depan itu Selir agung ya?"


"Iya mereka selir agung kesayangan Gusti Sinuhun" terang selir tingkat 35.


Senyum tipis terbit dimuka Rengganis, karena merasa ada harapan untuk memikat Gusti Sinuhun dan menjadi ratu di kerajaan ini.


"La kalo dari sini ya nggak kelihatan wajah Sinuhun to yahhh' gerutu Rengganis dalam hati.


Malam harinya dan selama 7 hari mendatang Gusti Sinuhun mengadakan pesta kemenangan dengan para pejabat dan para bangsawan istana.


Selama 7 hari pula para selir diberi giliran mendampingi Haryo dalam pesta.


Rengganis menunggu gilirannya dengan hati berdebar, waktu yang ditunggu akhirnya tiba tepat hari ke 4 Rengganis sudah bersiap di depan pintu ruang selir.


Saat Haryo tiba Rengganis kebingungan.


"Nyuwun pangapunten panjenengan sinten njih (Maaf anda siapa ya)?" tanya Rengganis dengan suara pelan


Haryo mengerutkan keningnya sambil menatap Rengganis.


"Kamu selir baru yang dibawa Dimas Arya ya?" tanya Haryo


"Iya....hamba selir baru yang dibawa Gusti Sinuhun Haryo dari desa Wonoasri" jawab Rengganis sambil kebingungan.


"Dasar gadis bodoh, aku ini Gusti junjunganmu....yang kemarin membawamu kemari itu adikku Gusti Pangeran Arya wijaya" jawab Haryo sambil meneplak kening Rengganis pelan.


Rengganis yang melihat mata Haryo yang menatap dirinya tajam langsung sujud ketakutan sambil mohon ampun.


"Sudahlah berdiri....hatiku baru senang, jadi tidak masalah kamu salah mengenaliku"


"Ayoo temani aku ke pesta...lain kali jangan salah mengenaliku" ujar Haryo meskipun dengan tersenyum terapi aura yang keluar membuat Rengganis bergetar ketakutan.


Rengganis sangat terpukul menerima kenyataan yang ada, suami yang harus dilayani memiliki wajah yang sangat mengerikan.


Didalam pesta Rengganis menyaksikan kemeriahan pesta tersebut, banyak para penari, para bangsawan muda yang tampan dan para penari yang cantik bisa menghibur hatinya yang bersedih.


Haryo saat itu hatinya sangat bahagia sehingga persembahan dari desa dan kerajaan taklukan dibagi-bagikan ke pejabat-pejabat dan pemimpin pasukannya.


"Dimas Aryawijaya kemari lah" panggil Haryo dengan suara lantang.


Pangeran Arya segera maju kedepan dan memberi hormat kepada kakaknya.


"Hormat kangmas Sinuhun.....ada apa gerangan sampai kang mas memanggil Dimas?" ujar Arya sambil duduk bersimpuh setelah memberi hormat kepada kakaknya.


"Dimas adikku....umurmu sudah cukup untuk membina rumah tangga, dari dulu sampai sekarang kamu itu susah banget kalo disuruh mencari istri dari para putri kerajaan, putri bangsawan"


"Maka malam ini Kangmas memberikan gadis persembahan dari daerah taklukan untuk kamu per istri"


"Mbakyu-mbakyumu sudah melihat dan menilainya bahwa wanita ini sangat cocok denganmu"


Rengganis yang melihat Arya yang sedang duduk ditengah pesta itu semakin suka terhadap Arya, terlebih mendengar bahwa Gusti akan memberikan gadis persembahan untuk dijadikan istri pangeran Arya.


Rengganis langsung menampilkan senyum terindahnya karena yakin dirinyalah yang akan diberikan kepada Arya.


"Iya Dimas, kita berlima sudah berjumpa dan berbincang dengan gadis cantik itu, terlebih Kanjeng Gusti Sinuhun sudah menyetujui bahwa putri dari Lurah desa Madyosari yang bernama Gayatri akan menjadi istrimu" ujar Selir Larasati.


"Bagaimana Dimas? kalo kamu setuju besok pagi kamu segera menuju ke sana, desa itu juga aku berikan kepadamu, bangun lah istana disana, karena Madyosari akan menjadi kerajaan kecil dibawah kerajaan kita" ujar Haryo.


"Sendiko dawuh Kangmas Sinuhun, jikalau menurut kang mas dan keng mbakyu itu yang terbaik buat Arya....maka hamba menerimanya dengan senang hati" ujar Arya sambil tersenyum.


Mendengar itu sangat terpukul, wajah cantiknya segera berubah 180°.


"Kenapa harus Atri.....???!!!"


"Desaku Wonoasri lebih besar dibandingkan Madyosari .... kenapa yang dijadikan kerajaan malah Madyosari?!!!"


"Kenapa keberuntungan didapatkan oleh Atri yang sebentar lagi menjadi Ratu sedangkan aku hanya selir....bahkan selir yang hanya di tingkat terendah dimana tidak ada yang memandang" batin Rengganis yang tidak terima dengan keadaan ini.


Haryo yang melihat perubahan mimik muka Rengganis, mulutnya sedikit terangkat sambil mengeluarkan smirk mengerikan andalannya dan entah apa yang tercetus dalam pikiran Haryo saat ini.


"Selir baruku....sini kamu!!" ujar Haryo dengan suara lantang.


Rengganis yang mendengar suara Haryo menggelegar langsung terkejut dan terpaku melihat raut muka datar Haryo tetapi menyunggingkan senyum yang membuat Rengganis mempunyai firasat yang tidak enak.


...^^^...


...TBC...


...Olla Chingu....lama banget yah author baru nongol😁...


...Mianhae yah🙏 tapi Thor janji tetap menamatkan novel ini kok so dont worry yah😉😊...

__ADS_1


__ADS_2