Wajah Dalam Lukisan

Wajah Dalam Lukisan
Episode 12 Kehancuran Haryo


__ADS_3

Tak terasa sudah 9bulan pernikahan pangeran Arya, pasangan ini selalu terlihat mesra terlebih saat mengetahui Gayatri sudah mengandung anak pertama mereka ketika pernikahan mereka berusia dua bulan.


Kerajaan Margosari semakin makmur dan rakyatnya juga semakin sejahtera karena Arya sebagai raja sangat memperhatikan semua kebutuhan rakyatnya.


Saat Arya sedang berbahagia dengan istrinya yang sedang mengandung menginjak usia 8bulan, berbanding terbalik dengan nasib Haryo kakaknya.


Haryo merasa frustasi selama bertahun-tahun kelima selirnyanya tidak ada yang mengandung, akhirnya dia mencari gadis-gadis baru yang dijadikan selir bahkan kadang apabila gadis itu sudah mempunyai anak dan suami apabila cantikpun langsung dibawa ke istana.


Tetapi semua usaha Haryo tidak membuahkan hasil, itu membuat Haryo depresi.


Pada suatu hari, Aryo memanggil Dierja punggawa kepercayaannya.


"Dierja....bagaimana kabar adikku Arya? apakah dia bahagia dengan gadis desa itu?"


"Njih sinuwun, kanjeng pangeran sangat bahagia dengan kanjeng putri Gayatri" jawab Dierja menutupi berita bahwa Arya sedang menunggu kelahiran putra mahkota.


"Sudah berapa selir yang dipunyai Arya...Dierja?"


"Kanjeng pangeran tidak mengangkat selir sinuwun, Pangeran sangat mencintai kanjeng putri Gayatri sinuwun"


"Haizzz cinta...dasar Dimas Arya tidak berubah terlalu melankolis sebagai pria, apa tidak bosan satu wanita saja" ujar Haryo.


Setelah itu Haryo kembali termenung kembali ditemani selir Sarawati, memang sampai saat ini hanya selir Sarawati yang diperbolehkan mengikuti kemanapun Haryo pergi.


"Kang mas Sinuwun apa ada masalah?" tanya Sarawati lembut.


"Diajeeng...kapan ya ada suara anak kecil memenuhi istanaku ini, apa aku memang mempunyai takdir tidak memiliki putra?" ucap Haryo sedih.


"Coba kamu hamil ya diajeng, aku bosan dengan yang lain kebanyakan intrik, hanya kamu yang selalu lembut dan membuatku nyaman di dekatmu"


"Ngapunten (maaf) ya kang mas, Saras tidak biaa memberi keturunan buat kang mas" ucap Saras sambil menunduk


"Sudah diajeng jangan menangis, kamu gak kasih keturunan kangmas tidak bakalan ninggalin kamu" ucap Haryo sambil memeluk Saras erat.


"Besok kita berkunjung yuuks kang mas ke tempat dimas pangeran Arya, lingkungan sana kan sejuk bisa membuat kang mas refresing"saran Sarawati


"Benar diajeng kamu memang pintar, ayo kita istirahat besok pagi kita berangkat pagi." perintah Haryo sambil menggandeng tangan selir kesayangan masuk ke kamar.


Haryo hanya bisa lembut dan penuh kasih dengan Saras, sedangkan yang lain dia selalu bermain kasar sampai sering membuat para selir jatuh pingsan dan sakit beberapa hari, itulah yang membuat para selir membenci Saraswati, tetapi Haryo selalu melindungi dengan selalu disisi Saras dan membawa kemanapun dia pergi.



Putri Saraswati kesayangan Kanjeng Sinuwun Haryoto.


Pagi harinya rombongan Raja Haryo menuju ke kerajaan Margosari dimana sepanjang perjalanan Haryo hanya diam dan melihat selir kesayangan begitu bahagia keluar dari kerajaan.


Rombongan baru sampai di kerajaan Margosari pada siang hari, dan menurut keterangan bahwa Arya sedang berkeliling di perkebunan, membuat Haryo ingin berkuda menyusul adiknya, sedangkan putri Saraswati ingin langsung menemui Gayatri, entah kenapa dari pertama bertemu Saraswati sangat menyukai Gayatri.


Tetapi baru setengah jalan sudah bertemu Arya yang sedang dalam perjalanan pulang.

__ADS_1


"Looo kang mas kok sampai disini, mengapa tidak memberi kabar?" tanya Arya yang senang bertemu kakaknya.


"Memang sengaja dimas, rencananya pingin melihat perkebunan disini, tetapi kalau mau pulang ya sudah besok saja ya" ucap Haryo


"Baik kang mas, ayo kita pulang diajeng Gayatri sudah memasakkan makanan enak kangmas"


"Kamu mengijinkan istrimu memasak?memangnya kerajaanmu tidak mempunyai tukang masak? ingatkan istrimu bukan gadis desa lagi tetapi ratu kerajaan Margosari jangan mempermalukan kamu"bentak Haryo


"Hahaha ada kak, tapi diajeng ingin memasak khusus untukku, lagipula aku dan Gayatri ingin seperti orang kebanyakan dalam berumah tangga dan tidak pernah menempatkan diri sebagai raja dan ratu kang mas" jelas Arya


"Haizzz dari dulu aku tidak pernah paham dengan jalan pikiranmu" umpat Haryo yang hanya dibalas dengan kekehan Arya.


Saat sampai di kerajaan, Arya segera mengajak Haryo menuju tempat makan yang sudah di tata oleh para pelayan kerajaan


"Silahkan duduk dulu kangmas, aku mau nemuin istriku dulu kangen" ucap Arya tanpa merasa malu membuat Haryo geleng-geleng.


"Yaa ampun Arya...Arya..baru sama gadis desa saja sudah tergila-gila dasar aneh" ucap Haryo sinis.


" Loo kangmas sama dimas Arya kok sudah pulang bukannya mau jalan-jalan dulu?" tanya Saraswati yang masuk ke ruang makan.


"Iya habisnya Arya sudah kangen sama istrinya, kamu darimana diajeng?"


"Dari dapur ngobrol sama Diajeng Gayatri, kangmas, tetapi Dimas datang jadi buruan diajeng buruan kemari daripada dijadiin obat nyamuk mereka" rajuk Saraswati sambil merucutkan bibirnya membuat Haryo menertawakan Saras.


Saat Haryo masih bercanda dengan Saras masuklah Arya dan Gayatri sambil menuntun Gayatri yang sudah terlihat kesulitan berjalan karena kandungannya semakin membesar.


"Maaf kak, agak lama hehehe" ucap Arya sambil tersenyum lebar


Haryo yang melihat untuk pertama kalinya tertegun, terlebih dalam kondisi hamil besar tetapi memancarkan kecantikan alaminya meskipun hanya memakai kebaya putih, tanpa perhiasan dan rambut hanya digelung cepol di belakang, tidak menunjukkan seorang ratu kerajaan.



"Kamukah Gayatri?" tanya Haryo yang shock melihat bahwa Gayatri sangat cantik.


"Njih Kanjeng Sinuwun, hamba Gayatri" ucap Gayatri takut dan hanya menundukkan kepalanya.


"Perut kamu kenapa kok membesar?apakah kamu sakit?" tanya Haryo dengan bodohnya membuat semua menahan tawa.


"Kangmas, diajeng baru hamil 8bulan" jelas Saraswati dengan berbisik pelan.


Mendengar hal tersebut membuat hati Haryo mencelos dan sangat menyesal tetapi Haryo menutupi dengan tersenyum


"Berdirilah dan duduklah dengan nyaman, mari kita makan bersama" titah Haryo


"Maturnuwun Sinuwun" ucap Gayatri lalu dibantu Arya untuk duduk di meja makan yang berada di bawah (meja seorang raja berbeda dengan meja raja bawahannya)



Haryo melihat Gayatri yang sedang melayani Arya, dan saling bercanda mesra membuat Haryo semakin miris dengan nasibnya.

__ADS_1


Saat Haryo makan, ternyata semua masakan buatan Gayatri sangat enak, tidak heran tubuh Arya yang dulu penuh otot sekarang agak menggendut.


"Ini semua kamu yang masak Diajeng Gayatri" tanya Haryo.


"Injih kanjeng sinuwun, ini semua makanan kesukaan kang mas Arya" ucap Gayatri sambil menunduk takut karena ditatap terus oleh Haryo.


"Kandunganmu sudah sangat besar, besok-besok jangan masak lagi biarkan juru masak istana yang memasak" ujar Haryo kuatir


"Injih sinuwun" jawab Gayatri singkat.


Sikap Haryo tidak lepas dari pengamatan Arya dan Saraswati, membuat Arya waspada dan mulai berusaha menutupi dari pandangan Haryo.


Selesai makan saat Gayatri mau berdiri, tiba-tiba Gayatri mencengkram tangan Arya


"Kangmasss....sakiiiit" ucap Gayatri lirik sambil meringis menahan sakit dan memegangi perutnya.


"Bukankah masih bulan depan ya diajeng? ayo ke kamar dulu...."


"Karmaaan panggilkan mak Sarbi kelihatannya ratu Atri mau melahirkan" ucap Arya lalu menggendong Gayatri ala bridal style menuju kamar melupakan kakaknya yang masih terbengong.


"Apa Gayatri akan melahirkan diajeng?"


"Iya kangmas, kelihatannya begitu"


Sambil menunggu tak terasa sudah 9jam berlalu, Haryo dan Saras ikutan panik mendengar teriakan Gayatri yang menyayat hati.


"Dierja apa istrimu dulu juga seperti ini?" tanya Haryo bingung.


"injih Sinuwun, setiap wanita melahirkan seperti ini" jawab Dierja


"Udah tau istrinya kesakitan gini, kamu kok ya tega menghamili sampe 10anak to Dier dasar gila kamu" omel Haryo yang ditanggapi Dierja meringis.


"Diajeng Saras apakah dulu kamu sudah pernah melihat Gayatri?" tanya Haryo.


"Sudah kang mas, kan waktu itu kang mas menyuruh kami berlima melihat Gayatri terlebih dahulu"


"Kenapa kamu tidak bilang kalau Gayatri sangat cantik"


"Bukankah Diajeng sudah bilang, tetapi kang mas lebih mendengarkan ucapan para selir lainnya"


Haryo yang teringat itu membuatnya marah


"Kita besok pagi pulang, Dierja siapkan perbekalan"


"Loo bukankah Kangmas mau 3hari disini, kenapa langsung pulang?"


"Kangmaa harus membuat perhitungan, ayo diajeng kita istirahat besok pagi kita pulang" ucap Haryo penuh dengan kemarahan


...***...

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2