Wajah Dalam Lukisan

Wajah Dalam Lukisan
Episode 30 Alas Pringsewu


__ADS_3

Khorin Putri Gayatri segera mengerahkan semua cakra terakhirnya untuk menggerakkan tangan dan badan Tara untuk menarik angin panas dari dalam tanah sehingga aliran udara panas segera mengalir ke seluruh tubuh Tara.


Tubuh beku Tara segera mulai menghangat dan bibir birunya berangsur-angsur memerah kembali.


Mata Tara membuka dengan perlahan, dan tampak didepannya seraut wajah seekor Cheetah salju dengan mata birunya menatap Tara tajam.


"Kamu baik-baik saja Tara?....dimana Khorin putri Gayatri?" tanya Nyi Khandra.


Tara segera mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.


"Tadi barusan ngajarin Tara menggunakan cakra angin, tetapi sekarang dimana?" tanya Tara kebingungan.


Nyi Khandra menghela nafas panjang, seperti perkiraannya bahwa hal ini akan terjadi.


"Tugasnya dia sudah selesai Tara, sudah waktunya dia kembali ke penciptanya" ujar Nyi Khandra.


Tara merasa bersalah dan bersedih, menurutnya itu akibat dirinya.


"Jangan bersedih Tara, itu bukan kesalahanmu....setiap mahluk ciptaan Tuhan ada tugas yang diemban selama hidupnya di dunia ini, ketika tugasnya sudah selesai maka harus pulang kembali ke penciptanya" ujar Nyi Khandra kembali.


"Mandilah sekarang Tara lalu kita makan.... baru kemudian kita mulai berlatih"


"Baik Nyi" jawab Tara dengan suara serak sambil mengusap air matanya.


Tara segera mandi dan makan malam bersama keluarga Ki Angin, tetapi kali ini tidak ada percakapan selama makan, hanya hening melingkupi paviliun Amboja.


Setelah mereka selesai makan, Ki Angin segera mengajak Tara dan Nyi Khandra menuju Paviliun Rinjani tempat Ki Angin biasanya digunakan untuk membicarakan sesuatu hal yang penting kepada bawahannya.


"Haryo sudah mengetahui Tara hilang, dan Seto sudah mengerahkan siluman untuk mencarimu dan menyerang tempat suamimu berlatih" ujar Ki Angin tiba-tiba.


Raut muka Tara kemudian terlihat cemas dan khawatir.


"Lalu bagaimana Ki???Apakah nanti mereka akan menangkapku kembali? dan bagaimana dengan suamiku?" tanya Tara.


"Hahahaha Cah wingi sore koyo Seto iso nembus benteng kerajaanku??? Mbok nganti mencret ora bakal iso cah ayu, leremno pikirmu" ( *anak kemarin sore kaya Seto tidak akan pernah bisa menembus benteng kerajaanku, sampai dia mencret tidak akan pernah bisa...tenangkan pikiranmu anak cantik) ujar Ki Angin menenangkan Tara lalu mengajak Tara untuk mengikutinya.


"Sedangkan bojomu ora sah kuatir Ki Bayu dan Ki Suryo kae ora onok sik iso ngalahke.....hahahaha weruh raine wae para silumanne Kerto mlayu kepoyuh-poyuh" (* sedangkan suamimu ada Ki Bayu dan Ki Suryo mereka nggak akan terkalahkan, melihat wajah mereka saja siluman bawahannya Seto bakal lari terkencing-kencing) ujar Ki Angin sambil melirik Nyi Khandra yang menatap Ki Angin tajam karena jengkel ketika muka suaminya diejek


"Tara....untuk menguasai cakra angin tidak bisa hanya dilakukan secepat ini, sesiang ini aku memikirkan cara bagaimana melatihmu sampai menguasai ilmu cakra angin sampai tingkat tinggi....." Ki angin menjeda ucapannya sambil terlihat berpikir keras.

__ADS_1


"Sampai pada akhirnya aku menemukan satu-satunya cara yang paling tepat ....yaitu kita akan menuju desa Gagak Sinupat"


Tara yang gak paham hanya pasrah dan mengangguk-angguk saja.


"Ki....itu tempat memang tepat untuk Tara berlatih karena hitungannya 1hari disini, di desa tersebut sudah berjalan satu tahun, tetapi Ki angin lupa bahwa tubuh Tara ini adalah manusia jaman sekarang, manusia yang tidak mengenal lelaku prihatin....meskipun cakra angin di dalam tubuhnya sudah dibuka, tetapi dia itu penakut .....bahkan sangaaaat penakut" ujar Nyi Khandra yang tanpa tedeng aling-aling bikin bibir sexinya Tara langsung merucut.


Mbok ya jangan to the point to Nyi.....nyi!!! la disini Tara yang cantik jelita yang selalu mengeluh aku sebagai titisan Chelsea Islan ini disuruh menghadapi mahluk-mahluk yang penampakannya bikin bulu kuduk berdiri dan nyali Tara menguap entah kemana.


'Daripada disuruh menghadapi mahluk-mahluk tersebut Tara lebih memilih menghadapi 10 preman pasar tanah abang yang bertato Nyi' gumam Tara dalam hati....mana berani die ngomelin Nyi Khandra dan Ki Angin yang selalu mode serius.com


Dahlah Tara nurut ajah, asal segera bebas dari sini dan kembali ke restorannya bersama suaminya tersayang.


"Kemarin saja menghadapi para siluman menjijikkan saja dia bisa, asalkan kalian bisa menyatukan kekuatan kalian, aku rasa dia mampu Nyi....mosok kamu meragukan kemampuanmu dalam memilih manusia mana yang layak kamu ikuti, jika manusia ini tidak mempunyai kelebihan lainnya Nyi" ujar Ki Angin sambil tetap berjalan keluar dari istananya.


Nyi Khandra hanya menghela nafas panjang sambil tetap mengikuti Ki Angin.


"Nyi desanya itu jauh ya dari sini?"


"Kamu lihat hutan bambu di sebelah barat istana ini?"


"Iya Nyi....Jadi desa itu berada didalam hutan bambu?" tanya Tara lagi tetapi tidak mendapatkan jawaban dari Nyi Khandra dan Ki Angin.


Mereka masuk ke hutan bambu lalu tampak didepannya ada dua pohon bambu yang menurut Tara aneh bagaimana tidak aneh coba ....dua pohon itu patah, seharusnya batang bambu tersebut lalu keringkan? tetapi ini tidak loo, dua batang bambu tersebut malah rimbun daunnya, dan melengkung dan melilit satu sama lain.


"Aaaargh....." pekik Tara yang kaget, bingung dan merasakan sakit di pantatnya.


' Pantat kesayanganku hicks, kenapa disini nasib loe apes mulu' ujar Tara lebay sambil mengusap-usap pantatnya.


"Waduuuuh ......Nyiii kita lupa cah wadon iku belum bisa langsung mengaktifkan cakranya" ujar Ki Angin sambil tepok jidat saat mendengar jeritan Tara.


Ki Angin dan Nyi Khandra segera kembali keluar dan melihat Tara yang berdiri sambil menepuk-nepuk pantatnya.


"Mreneo(kesini) cah Ayu...." panggil Ki Angin.


"Kiiii.....kenapa Tara nggak bisa masuk?"


"Makanya mreneo, tak ajari bagaimana cara masuk disetiap pintu-pintu gaib di sini" perintah Ki Angin.


Tara segera mendekati Ki Angin.

__ADS_1


"Taruhlah tanganmu seperti ini.....tarik nafas lalu pusatkan tenaga ditanganmu, lalu keluarkan cakra anginmu seperti gerakan mendorong" tutur Ki Angin.


Tara melakukan apa yang diajarkan Ki Angin dan tampak sinar kebiruan dari tangan Tara dan tubuh Tara sudah bisa masuk.


Tara melihat disekitar hanya gelap yang tampak tidak ada pencahayaan sama sekali, tiba-tiba tiupan angin dingin segera menyergap tubuh Tara dan ribuan burung gagak tiba-tiba menyerbu tubuh Tara.


"Lakukan seperti yang aku ajarkan tadi Tara!!! sambil hentakan kaki kananmu dan gerakan ke depan!!" seru Ki Angin.


Tara segera tanggap dan melakukan semua yang diajarkan Ki Angin dan benarlah dari tangan Tara keluar tenaga angin yang segera menghempaskan semua gagak-gagak tersebut.


Tumpukan burung gagak yang berhasil dijatuhkan Tara secara perlahan berubah menjadi sosok tinggi besar dengan tubuh dipenuhi bulu burung gagak, dengan kaki kaki burung gagak tetapi memiliki tangan dan badan manusia.


Wajah mahluk tersebut tertutup bulu hitam dengan mata kuning menyala, dan memiliki taring di kedua sisinya.


"Dadi iki menungso sik kudu aku latih Ki?" (Jadi ini manusia yang harus aku latih Ki?) tanya mahluk tersebut dengan suara mengeram.


"Iyo Yekso, iki jenenge Tara....opo wes mbok siapke papan latihan kanggo deweke?" (Iya Yekso, ini namanya Tara....apa kamu sudah menyiapkan tempat latihan untuk dia?


"Uwes....sampeyan yakin deweke kuat Ki....bocahe ketok mesake ngunu iku" ( udah, kamu yakin anaknya kuat Ki?...anake kelihatan kasihan gitu.) ujar Yekso


"Sakjane aku yo ora yakin....tapi aku weruh memang wes takdir e deweke sik iso ngalahke menungso iblis koyo Seto, dadi gelem ora gelem awak dewe memang kudu nglatih deweke" (sebenarnya aku juga gak yakin, tapi aku melihat takdir dialah yang bisa mengalahkan manusia iblis seperti Seto, jadi mau gak mau kita memang harus melatih dia) jawab Ki Angin.


Tara cuman terbengong-bengong mereka pada ngomong apa yak? ya gimana paham, orang Jakarta mana paham bahasa Jawa toh 😁.


Yekso menghela nafas panjang lalu dia mengibaskan tangannya dan tiba-tiba tampak didepannya sebuah desa dengan rumah jerami dan kayu dengan dinding pagar dari batu sungai yang dipenuhi lumut.


Yekso lalu mendekati Tara, Tara yang takut melihat sosok tersebut kakinya bergetar dan wajahnya memucat.


"Gak usah takut Tara Yekso iki sik bakal nglatih kamu nantinya, dia nggak bakal makan kamu" ujar Ki Angin sambil terkekeh.


Tangan Yekso segera ditaruh diatas kepala Tara dan sebuah cahaya biru keputihan yang sangat terang melingkupi tubuh Tara.


"Tara cakramu dan cakraku akan bersatu, jadi nanti saat berlatih kamu tidak mengalami kesulitan untuk menguasai semua jurus yang aku ajarkan" ujar Yekso.


Setelah beberapa waktu cahaya tersebut menghilang terserap di tubuh Tara, tubuh Tara merasakan hangat dan bugar.


"Ayo Tara ikutin aku" seru Yekso yang tiba-tiba terbang melesat ke udara.


"Eeeeh....gimana ngikutinnya Ki Yeksooooo woiiii tungguin Taraaa!!!" teriak heboh Tara sambil kebingungan sambil menatap Ki Angin dan Nyi Khandra yang menatap Tara speechless

__ADS_1


...***...


...TBC...


__ADS_2