
"Di cermin ada lukisan Nyi.....liat!!" seru Tara.
"Iya.....disitulah Khorinnya disekap" ujar Nyi Khandra.
"Lalu bagaimana Nyi kita mengambil lukisan tersebut"
"Duduklah bersimpuh Tara....lalu pejamkan matamu" perintah Nyi Khandra.
Tara segera melakukan apa yang diperintahkan Nyi Khandra, setelah itu tiba-tiba punggungnya di tepuk dengan kaki Nyi Khandra, meskipun tepukan itu dirasa sangat pelan oleh Tara, tetapi reaksi yang diterima tubuh Tara sangat keras sampai tubuh Tara terhuyung ke depan sampai kepalanya terjedot di lantai.
Meskipun Tara terjatuh nyungsep dengan sukses tetapi Tara dibuat terkejut bagaimana tidak, seharusnya kepalanya terasa sakit tetapi kenapa tidak?
Dengan penuh keheranan, Tara segera berdiri dan membalikkan badannya untuk menghadap Nyi Khandra untuk bertanya, tetapi betapa terkejutnya saat melihat penampakan didepannya, membuatnya lemas dan terjatuh duduk di lantai.
"N-nnyi.....apakah aku sudah mati?" tanya Tara dengan suara bergetar karena Tara melihat tubuhnya sendiri yang masih duduk bersimpuh dengan mata terpejam.
"Ini namanya Rogosukmo Tara, aku menyalurkan tenagaku sehingga rohmu bisa keluar dari tubuhmu, karena untuk masuk ke dalam ruang tempat tubuh putri Gayatri yang asli dan khorinnya bukan disini tetapi disana" ujar Nyi Khandra sambil menatap ke arah cermin.
"Jadi itu bukan tubuh putri Gayatri? tetapi kenapa tetap diberi rapalan yang membuat orang lain tidak bisa menyentuh Nyi?" tanya Tara.
"Haryo sangat pandai, tidak mungkin semudah itu langsung bisa menemukan tubuh sang putri, dia membuat tubuh sang putri di banyak tempat rahasia di istana ini dan beberapa tempat di desa ini dan sudah banyak korban berjatuhan yang ingin menyelamatkan tubuh sang putri untuk melakukan pemakaman yang layak"
"Ayo Tara kita segera masuk waktu kita sangat singkat sebelum ayam jago berkokok kita sudah harus segera pergi dari istana ini" ujar Nyi Khandra lalu segera masuk ke dalam cermin besar yang berada di pojokan kamar diikuti Tara.
__ADS_1
Saat diruang didalam cermin Tara, Tara merasakan udara sangat dingin dan tampak ditengah ruangan tampak sebuah peti kaca dimana didalam peti tampak cahaya api kebiruan.
Tara belajar dari pengalaman tadi, jadi dia tidak berani mendekat hanya melihat dari jauh.
"Putri Gayatri sangat cantik, dan tidak terlihat sudah meninggal melainkan hanya tertidur pulas ya Nyi.....api biru ini kelihatan aneh ya Nyi seperti hanya cahaya biru muda di kutub, tetapi caranya dia bergerak seperti api kebanyakan"
"Iya....ilmu Haryo sudah sangat tinggi sehingga bisa mengeluarkan api mengerikan seperti itu, api biru itu akan menyerang dan mengejar kita apabila kita mendekatinya....dan efek jika kita terkena api tersebut seperti terkena petir langsung hangus dan mati" terang Nyi Khandra membuat Tara bergidik ngeri menatap api biru tersebut.
Kemudian Tara menatap lukisan di dinding, lukisan yang memiliki wajah seperti dirinya yang menggunakan sebuah kebaya model jaman dahulu, dengan rambut disanggul rapi---- dahinya berkerut karena berusaha mengingat pernah lihat dimana.....kemudian langsung teringat.
"Nyiii aku pernah lihat lukisan ini.....saat pertama kali datang ke rumah paman dan pertama kali melihat Kanjeng Sinuhun Haryo dalam muka manusia, sebelumnya mengerikan Nyi" seru Tara sambil menatap Nyi Khandra.
"Wajah asli seluruh penghuni istana ini memang yang Tara lihat tadi, karena mereka sejatinya sudah bukan manusia lagi karena sudah dibuat Seto seperti itu, mereka bisa tetap mempertahankan wajah manusia mereka jika setiap malam harus makan daging manusia mentah, manusia yang bukan penduduk asli desa ini"
Tara segera mengulurkan tangannya ke arah Nyi Khandra, sempat Tara bertanya untuk apa.
Tiba-tiba Craaaasssssh....... cakar Nyi Khandra langsung menyayat tangan Tara dengan cepat.
"Aaaaarghhhh....." pekik Tara kesakitan merasakan tangannya mengucurkan darah.
Belum hilang rasa terkejut dari Tara, tangan Tara tiba-tiba bergerak sendiri, terangkat tinggi dan menempel ke arah lukisan tersebut dan sebuah aliran dingin dan panas bergantian masuk ke dalam tubuh Tara.
"Fokuskan tenagamu Tara aku bantu dengan tenaga angin supaya kamu tidak kesakitan karena segel cakra api Haryo kamu serang" ujar Nyi Khandra sambil menyentuhkan kaki depannya ke kaki Tara.
Selang beberapa waktu tiba-tiba terdengar suara ledakan disertai pecahan kaca yang menyelubungi lukisan tersebut itu pecah berkeping-keping untunglah sebelumnya Nyi Khandra sudah menyelubungi tubuh mereka dengan kekuatan angin sehingga ledakan kaca tidak mengenai mereka.
__ADS_1
Setelah reda tampak sebuah bayangan putih keluar dari lukisan, awalnya tipis seperti asap....lama-lama menebal dan mulai terlihat wujudnya.
Yah wujud transparan itu menyerupai Tara, lebih tepatnya putri Gayatri karena memakai kebaya putih dengan kain jarik motif Solo karena berlatarkan warna coklat dan rambutnya disanggul dengan rapi.
Wujud itu terbang ke arah tubuh putri Gayatri yang terbujur kaku di peti kaca dengan api biru mengelilingi nya.
"Haryo b*****n.....apa salahku sampai mati pun tidak dibiarkan tenang" umpat wujud tersebut dengan muka marah.
"Putri Gayatri tenanglah.....jika ingin membalas Haryo dan Seto dan menyelamatkan desa yang sangat putri cintai ini ikutlah aku, sambil jalan akan aku jelaskan"
"Aa--anda bukannya mahluk suci terkuat yang sudah melegenda itu?....lalu siapakah cahaya ayu yang memiliki wajah yang sama dengan putri Gayatri dan yang sudah membebaskan aku dari belenggu menyiksa buatan Haryo?" tanya khorin putri Gayatri sambil menatap bingung.
"Tara mendekatlah kemari dan naiklah ke punggungku....hari sebentar lagi pagi, kita harus segera kabur dari istana ini sebelum Haryo dan Seto terbangun"
"Ikutlah aku putri biarkan aku menceritakan semua yang terjadi selama kamu terkurung dalam lukisan ini" ujar Nyi Khandra.
"Tapi Nyii bagaimana tubuhku" tanya Tara yang sudah naik dipunggung Nyi Khandra.
"Saat kita keluar dari cermin, tubuhmu akan bersatu lagi dengan rohmu ini....ayooo" terang Nyi Khandra lalu melesat keluar cermin sebelumnya membereskan ruangan rahasia itu dengan merapalkan sesuatu sehingga lukisan tadi kembali diselubungi kaca kembali.
Benar saja ucapan Nyi Khandra saat keluar dari cermin roh Tara segera masuk kembali ke tubuhnya tetapi tubuh Tara pingsan karena tubuh Tara belum terbiasa melakukan jurus Rogoh Sukmo, sehingga Khorin Putri Gayatri dengan memakai jurus angin segera mengangkat tubuh Tara dan memangkunya diatas badan Nyi Khandra, dan dalam sekejab mata tubuh Nyi Khandra melakukan teleportasi menghilang.
...*TBC*...
...Novel ini mau author kebut yah jadi bakalan rajin upload πππ mumpung ide baru full inihπππ...
__ADS_1