Wajah Dalam Lukisan

Wajah Dalam Lukisan
Episode 35 Saat 2 Hati Terluka


__ADS_3

Setiap hari Wondo dengan sabar merawat Rengganis, meskipun Rengganis tetap menutup mulutnya rapat-rapat.


Beberapa kali Rengganis berusaha mengakhiri hidupnya dengan mengiris nadi, menggantung diri dan lari ke hutan yang mengakibatkan dia diserang mahluk siluman yang menjaga di hutan disekeliling kerajaan Margosari.


Tetapi semua itu selalu bisa dicegah dan ditolong oleh Wondo, membuat Wondo akhirnya membuat kubah tak kasat mata yang mencegah Rengganis kabur jauh dari lingkungan rumah Wondo.


"Mau sampai kapan kamu bungkam cah ayu?!!" tanya Wondo di suatu malam.


"Sudah hampir satu minggu lebih kamu hanya diam dan selalu ingin mengakhiri hidupmu."


"Apakah kamu pulang ke desamu?kalau iya besok pagi aku anterin pulang" tanya Wondo lembut.


Mendengar dia harus pulang ke desanya, Rengganis langsung terkejut dan ketakutan, Rengganis takut ayah ibunya kecewa karena harusnya dia hidup makmur menjadi salah satu selir raja seperti keinginannya dulu, laa ini tubuhnya sudah kotor dan hanya tinggal dirumah sederhana seorang bergada istana.


"Jangan pulangkan aku ke rumah Bapa, aku sudah kotor.....aku sudah tidak pantas bertemu bapak lan ibu" ujar Rengganis lirih sambil terisak.


"Lalu maumu apa? bukankah aku sudah bilang aku bertanggung jawab akan hidupmu, karena aku yang pertama memperkosamu dan karena kebodohanku minum terlalu banyak jadi tidak sadarkan diri sehingga kamu dirusak sama yang lain"


"Apakah kamu mau aku menikahimu? kalo iya besok pagi kita meminta ijin ayahmu dan kita menikah" ajak Wondo serius.


"Tidak perlu....ijinkan aku tinggal disini saja, itu sudah cukup"ujar Rengganis singkat tanpa melihat Wondo.


Wondo sangat paham bahwa Rengganis membenci dirinya dan tidak pernah menganggap dirinya ada, tetapi Wondo yakin kelak hati Rengganis hanya untuk dirinya.


"Baiklah cah ayu....lakukan yang kamu mau, sekarang katakan siapakah namamu?" ujar Wondo mengalah.


"Rengganis"


"Nama yang bagus cah ayu.....berjanjilah padaku berhentilah untuk berusaha bunuh diri, kamu masih muda dan cantik masih panjang jalanmu untuk meraih mimpimu" ujar Wondo lalu meninggalkan Rengganis.


"Apakah kamu bercanda?!! mimpiku sudah hancur.....apa yang bisa aku inginkan lagi dalam hidupku yang sudah hancur ini?"


ujar Rengganis dengan nada sinis.


"Kamu harusnya masih bersyukur sampai saat ini masih diijinkan Sinuwun Haryo untuk hidup setelah tindakan lancangmu, biasanya saat itu pula kamu bisa dibunuh oleh Sinuwun ato dibunuh oleh Manggalayuda Dierja"


"Apa salahku Bergada Wondo???? aku hanya tidak terima Gayatri wanita lemah dan pucat dari lurah yang juga lemah tidak sehebat ayahku malah diberikan ke Gusti Pangeran Aryakusuma" ujar Rengganis emosi.


"Aku kasih tau cah ayu....kerajaan ini dalam mencari istri dan selir pendamping dari kerjaan yang memiliki latar belakang ilmu yang sangat hebat, kamu pikir para selir agung itu hanya wanita cantik Belaka??!!!"


"Mereka adalah putri raja dari kerajaan yang memiliki ilmu yang sangat hebat, sehingga bisa membantu Gusti Haryo bertahan di kursi Singgasananya.....dan kamu bilang Gayatri wanita lemah????"


"Kamu salah besar turun temurun keluarga ki Lurah adalah pengendali Angin yang sangat kuat, ayah Gayatri itu sangat hebat tetapi dia tidak menyukai peperangan jadi lebih baik menjadi sekutu Gusti Haryo"


"Coba saja ayah Gayatri adalah Raja, pasti langsung menjadi selir agung, tetapi karena bukan maka diberikan ke Gusti Pangeran Arya supaya kelak bisa menjaga adik kesayangannya itu"


Rengganis shock melihat kenyataan yang terjadi, tetapi kenapa saat bersama Gayatri dan keluarganya dia tidak bisa merasakan cakra yang mereka miliki.


"Sadarlah cah ayu....kamu itu bukan siapa-siapa, jangan bermimpi terlalu tinggi.....syukurilah keadaanmu sekarang dan terimalah hidupmu saat ini" ujar Wondo lalu bergegas keluar rumah lalu memberikan sebuah satu gulung daun lontar ke hadapan Rengganis.


"Daripada kamu hanya diam dan berpikir untuk bunuh diri.....pelajarilah ilmu ini, jika kamu bisa kamu akan kujadikan bergada wanita pertama di kerajaan ini" ujar Wondo tegas.


Sejak malam itu Rengganis mulai memahami dan mempelajari isi dari gulungan daun lontar yang terjadi adalah ilmu yang belum pernah dia tau.


Jika dia capai dia duduk-duduk di depan rumah Wondo yang ternyata bisa melihat kondisi kerajaan Margosari.


Suatu hari Rengganis melihat Wondo sedang berkelahi dengan salah satu prajurit, pada awalnya Wondo tampak berada diatas angin.....tetapi kemudian keadaan tersebut langsung dapat dirubah oleh musuh Wondo yang memiliki tubuh lebih kecil dari Wondo, sehingga Wondo dapat dikalahkan.


"Bagaimana bisa Bergada Wondo bisa kalah? padahal jurusnya sudah sangat hebat?" gumam Rengganis kebingungan.

__ADS_1


Kepala Rengganis dipenuhi banyak pertanyaan tetapi sampai malam Wondo tidak pulang kerumahnya.


Baru setelah dua hari Wondo kembali pulang, sambil membawa hasil perburuan berupa daging rusa.


"Aku lihat kondisimu sudah membaik cah ayu....maaf dua hari aku tidak pulang, tunggulah aku masakan daging rusa" ujarnya singkat lalu menuju ke dapur.


Rengganis segera mengikuti Wondo ke dapur


"Biarkan Nis yang masak Bergada....anda beristirahatlah didalam" usul Rengganis.


Wondo meletakkan daging rusa dan mencuci bersih tidak menghiraukan ucapan Rengganis.


"Kalau begitu bantu aku memotong sayuran dan masaklah sayur sebagai pendamping daging rusa bakar ini".


Rengganis hanya menghela nafasnya, ternyata salah satu sifat Wondo ada keras kepala.


Masakan akhirnya selesai dan mereka kemudian makan bersama.


"Bergada....bolehkah Nis tanya?"


"Mas....."


"Hah???" tanya Rengganis bingung dengan jawaban Wondo yang menyimpang dari yang tanyakan.


"Panggil Kangmas....maka aku panggil kamu Nis" ujar Wondo sambil masih makan daging rusa panggangnya.


"Oooo iya Kang mas" jawab Rengganis lagi.


"Apa yang ingin kamu tanyakan?"


"Siapakah pria yang mengalahkan kangmas dua hari yang lalu?"


"Kamu lihat dari atas hem?" tanya Wondo sambil menatap tajam Rengganis.


"Kami satu perguruan dari Padepokan dari Gunung Pangrango, aku anak Tuhaalas ( sebutan penjaga hutan jaman dahulu)Karjo Djatmiko, Romo aku menitipkan ke Kyai Jangkabumi sejak usia 5 tahun, satu tahun kemudian Kyai pulang membawa anak sebaya denganku yang beliau temukan di sebuah hutan dan beliau beri nama Sangkala yang berarti anak penuh karisma"


"Taukah Nis nama itu memang benar-benar terbukti, semua orang menyukainya."


"Dia selalu mendapatkan apa yang aku inginkan....dik Srini, kasih dari guru dan sekarang jabatan Manggalayuda dari pasukan Gusti pangeran Arya" ujar Wondo dengan nada sarkas.


Tiba-tiba terdengar tetabuhan musik gamelan dari arah luar, mengalunkan langgam Kebo Giro (nama tembang yang biasa untuk mengiring pengantin).


Rengganis yang penasaran siapakah yang akan menikah segera berjalan keluar diikuti Wondo.


"Itu arak-arakan Gusti Pangeran Arya menuju desa Madyosari untuk menikahi Gusti Putri Gayatri" ucap Wondo menjelaskan.


"Gg-gusti Putri???!!!!" tanya Rengganis dengan nada antara iri, marah dan putus asa.


"Gak usah iri....memang sudah garis takdir temanmu itu, sekarang bagaimana latihanmu itu?" ujar Wondo mengalihkan perhatian Rengganis supaya tidak semakin terpuruk.


Rengganis tiba-tiba bersujud dibawah kaki Wondo


"Kangmas ajari Nis menguasai ilmu ini dan menjadi salah satu bergada wanita di kerajaan ini" pinta Rengganis dengan suara bergetar.


Wondo yang melihat Rengganis yang memohon dengan dirinya, membuatnya tersenyum tipis.


"Berdirilah cah ayu....tentu aku akan mengajarimu.......tetapi----" Wondo menjeda ucapannya sambil menunggu reaksi Rengganis.


"Tetapi apa kang mas?" tanya Rengganis dengan tidak sabar.

__ADS_1


"Ada syarat yang harus kamu penuhi untuk bisa menguasai ilmu ini, apa kamu ?" tanya Wondo pura-pura meragukan kemampuan Rengganis.


Rengganis yang merasa tidak terima diragukan kemampuannya dengan nada emosi Rengganis bertanya


"Memangnya syaratnya apa Kang mas? Insyaallah Rengganis pasti bisa!!"


"Kamu yakin meskipun syaratnya sangat berat bahkan kamu harus mempertaruhkan nyawamu dan kepercayaanmu"


Rengganis mengerutkan keningnya....maksudnya gimana?


Wondo tersenyum melihatnya, lalu melanjutkan bicaranya.


"Langkah pertama kita harus menikah, karena ilmu itu harus menyatukan kita, dan kita memperlukan sebuah tumbal sehingga ilmu tersebut sempurna"


Rengganis akhirnya paham apa yang tertulis dibuku, awalnya dia tidak paham oleh karena itu dia mengalami kesulitan untuk menyerap ilmu tersebut ternyata dia membutuhkan Wondo dan sebuah tumbal.


"Ttt----tumbal????.....Apakah kita harus berburu hewan tertentu kang mas untuk itu?"


"Hahahaha......tumbalnya bukan hewan cah ayu.......tapi manusia, tenanglah nanti Kang mas yang akan mencarinya"


Terbesit rasa takut dalam hati Rengganis, karena ilmu ini sangat bertentangan dengan agama yang dia anut selama ini.


"Pikirkan terlebih dahulu cah ayu......tapi ingatlah dengan ilmu ini, kita berdua bisa menghilangkan musuh kita berdua dan mendapatkan apa yang kita inginkan selama ini" bujuk Wondo dengan smirk evilnya.


Mendengar itu semua, Rengganis memantapkan diri untuk menyetujui semua syarat Wondo, karena dia masih menginginkan pangeran Arya menjadi miliknya, dia tidak memperdulikan lagi tubuh dan kenyataan bahwa ilmu sesat itu berarti dia harus meninggalkan Tuhan yang selama ini dia junjung tinggi, dan beralih menyembah iblis.


"Aku mau kang mas...ayo kita mulai " ucapnya tegas.


"Hahahaha tidak salah ternyata pilihanku padamu Rengganis, memang hanya kamu yang layak menjadi istriku"


Akhirnya keduanya dengan tekun dan menyatukan kemampuan mereka berdua mulai mempelajari ilmu terlarang tersebut yaitu ilmu yang bernama "Jagat Segara Dhemit".


Tetapi apa yang direncanakan manusia belum tentu berjalan lancar, tanpa seiijin Tuhan.


Disaat ilmu mereka belum sempurna Rengganis mendapatkan berita bahwa Gayatri hamil dan telah melahirkan, dimana pada saat itu Wondo juga diminta Manggalayuda Dierja untuk mengawal Gusti Sinuwun Haryo ke desa Madyosari


Rengganis secara diam-diam mengikuti Wondo beserta pasukan Haryo menuju desa tersebut setelah Gusti Haryo membinasakan seluruh selirnya.


Dan seperti kisah yang kita tahu diatas, disaat Gayatri dan pangeran Arya melarikan diri, Rengganislah yang memberi tahu dimana posisi Gayatri pada saat itu kepada Haryo dan pasukannya.


Sehingga rencana pelarian itu bisa digagalkan oleh Haryo.


Tetapi rencana Rengganis hancur berantakan saat tahu bahwa Gayatri dan Pangeran Arya terbunuh oleh tombak Haryo.....Rengganis Shock dan lemas melihat pada akhirnya dia tetap tidak bisa memiliki apa yang dia inginkan.


Wondo yang tahu akal licik istrinya yang gagal total membuatnya marah.


"Dasaaaar bodoooh!!!!! hanya demi pria yang sudah beristri kamu malah tidak melanjutkan belajar dulu dirumah"


Rengganis hanya menunduk dan pasrah ketika Wondo menghajar dirinya.


Harapan Rengganis yang sudah pupus kembali muncul, saat Ki Seta dengan hitam ilmu tingkat tinggi untuk membuat semua penghuni desa Madyosari hidup kekal sambil menunggu Reinkarnasi Putri Gayatri.


"Tunggulah Gayatri.....saatnya nanti reinkarnasi pangeran Arya menjadi milikku selamanya dan kamu akan aku binasakan" ujar Rengganis penuh kebencian.


...***...


...TBC...


...Holla Gaesss.....sudah lama banget author tidak menyapa kalian...

__ADS_1


...Makasih yah yang masih setia membaca novelku ini padahal slow banget upload nya...


...Mianhae ya Chingu🙏🙏☺...


__ADS_2