Wajah Dalam Lukisan

Wajah Dalam Lukisan
Edisi 26 Barrier


__ADS_3

"Jangan takut putri....itulah penampakan sesungguhnya para penghuni istana milik Raja Setan Haryo di malam hari--- itulah sebabnya anda pasti dilarang keluar kamar bukan?" ujar Nyi Khendra secara batin kepada Tara.


Tara yang mendengar penjelasan dari Nyi Khendra sangat ketakutan bagaimana tidak, mahluk mengerikan didepannya tidak seperti manusia normal, wajahnya rusak dan membusuk yang mengeluarkan aroma yang sangat bau, ada juga yang kaki dan tangannya mau putus.


Tara berusaha menahan rasa mual dan takutnya sambil memeluk tubuh Nyi Khandra.


"Ayo Nyi kita pergi dari sini...." belum selesai Tara berbicara tiba-tiba Tara mendengar teriakan seorang wanita seperti orang kesakitan.


"Sss---siapa itu Nyi?"


"Setiap malam mereka harus makan daging manusia segar, manusia yang bukan penduduk daerah sini, sehingga mereka bisa tetap hidup sampai sekarang ini putri"


"Putri tidak pernah makan masakan mereka kan?" tanya Nyi Khandra.


"Tidak pernah Nyi, aku selalu makan sayur dan buah-buahan saja Nyi"


"Hehehe makanya iblis Seto membencimu karena putri tidak bisa dirubah menjadi budak Seto"


"Kita mau kemana ini Nyi? oya panggil aku Tara saja ya Nyi, aku bukan putri Gayatri"


"Baiklah Tara....kita mau membebaskan khorin dari putri Gayatri yang disekap bersama tubuh putri Gayatri, hanya dialah yang bisa mengaktifkan cakra angin dari dalam dirimu" terang Nyi Khandra.


"Lalu dimanakah mereka menyekap putri Gayatri?" tanya Tara kebingungan karena dihadapannya sekarang hanya tanah lapang di luar istana.


"Bersiaplah Tara, peluk tubuhku erat dan jangan sampai terlepas kita akan terobos pintu itu" terang Nyi Khandra.


Meskipun Tara kebingungan mencari pintu yang dibilang Nyi Khandra, tapi dia tetap melakukan apa yang disuruh Nyi Khandra, dengan memeluk tubuh Nyi Khandra yang tiba-tiba berlari sangat kencang kedepan.


Tara hanya bisa memejamkan matanya dan memeluk tubuh Nyi Khandra karena kalo dia lengah sedikit bisa dipastikan dia terlepas dan jatuh.


Belum habis rasa takut yang dirasakan Tara tiba-tiba tubuhnya yang memeluk tubuh Nyi Khandra melenting ke atas dan seperti tersedot pusaran angin yang sangat kencang.


"Tetaplah tenang Tara dan jangan lepaskan pelukanmu" terdengar suara Nyi Khandra dengan suara tegas.


Sekitar 10 menit tubuh Tara dan Nyi Khandra yang berputar-putar mengikuti pusaran angin akhirnya Tara merasakan tubuh mereka mendarat dengan selamat disebuah ruangan hening.


"Bukalah matamu Tara kita sudah sampai" perintah Nyi Khandra lagi.

__ADS_1


Tara secara perlahan membuka matanya dan tampak disekitar hanya hitam pekat sama sekali tidak ada cahaya.


"Nyi kenapa gelap sekali" bisik Tara lirih dengan bergidik ngeri.


"Iya....mari kita jalan kedepan"


Setelah beberapa lama mereka berjalan tibalah mereka disebuah ruangan yang berbau bunga melati sangat menyengat.


Dasar si Tara yang penakut, langsung kembali memeluk tubuh Nyi Khandra.


"Nyi.....apakah ada mbak Kunti disekitar kita? atau sebangsa peri gitu" bisik Tara dengan suara bergetar.


"Mbak Kunti????!!!.....Kuntilanak maksudmu Tara?" tanya Nyi Khandra.


"I-iiya Nyi"


"Hahaha.......untuk seukuran Seto dan Haryo mereka tidak menggunakan untuk menjaga istananya, mereka menggunakan siluman-siluman yang memiliki ilmu diatas bangsa jin Tara....tenanglah disini ruangan yang hanya bisa dimasuki Haryo dan Seto saja" terang Nyi Khandra.


"Tetapi sangat gelap bagaimana melihatnya?"


"Meskipun kita hanya memiliki angin, tetapi kita bisa membuat cahaya dengan ini" ujar Nyi Khandra yang kemudian mencakarkan kakinya dengan cepat di sebuah batu dibawahnya dan mulai keluar percikan api kecil.


Tara yang melihat itu segera menyobek bajunya dan dia gulung.


Saat api mulai menyala tampaklah ruangan tersebut adalah sebuah ruangan kamar seorang putri jaman dahulu yang indah, dinding ruangan dan sebuah isi ruangan tersebut dari ukuran kayu yang sangat indah.


Nyi Khandra mencari sebuah tongkat disekitar kamar dan setelah menemukan, menyuruh Tara membawa api dari kain bajunya untuk menyalakan lampu-lampu di sekitar kamar.


Setelah semua lampu api menyala tampak jelas didepan Tara sebuah kasur kuno dengan kelambu putih dan berseprai putih berbaring sesosok tubuh memakai kebaya dan memakai kain batik seperti sedang tidur.


Tara tanpa sadar berjalan mendekat ke arah kasur tersebut untuk melihat siapakah sosok tersebut.


Betapa terkejutnya Tara saat melihat wajah tersebut, karena memiliki wajah yang 100 % mirip dengan dirinya.


Tetapi saat tangannya ingin memegang tubuh tersebut, dirinya terpental dan terjatuh.


"Aduuduuuh..." erang Tara kesakitan sambil mengusap pantatnya.

__ADS_1


Nyi Khandra yang melihat tingkah polah Tara hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Kenapa bisa aku punya majikan sudah penakut, ceroboh pisan" gumam Nyi Khandra.


"Menjauhlah dari situ Tara, tubuh sang Putri sudah ditutup peti kaca khusus supaya tubuhnya tetap awet"


"Peti? dia tidur di kasur Nyi bukan peti" ujar Tara sambil menatap kebingungan ke arah Ranjang kayu antik dan Nyi Khandra bergantian.


"Kemarilah Tara, bantu aku membebaskan Khorin putri Gayatri, baru kamu bisa melihat yang sebenarnya, karena Haryo dan Seto sudah merapali semua ruangan ini, sehingga untuk orang awam hanya bisa melihat keadaan ruangan ini hanya seperti kamar biasa"


Tara segera menuruti perintah Nyi Khandra untuk mendekat.


"Kau lihat itu putri?" ujar Nyi sambil memberi petunjuk Tara untuk melihat sesuatu di pojokan kamar.


"Iya itu cermin......sekarang mendekatlah ke cermin tersebut" perintahnya lagi.


Tarapun mengikuti untuk menuju ke cermin tersebut dan menatap ke arah cermin.


"Apa yang didalam cermin, apakah sama dengan ruangan ini?"


Tara melihat dengan seksama apa yang di cermin dan yang berada dikamar ini.


"Sama Nyi...." jawab Tara


"Lihatlah lebih teliti"


Tara kebingungan dimana-mana cermin itu merefleksikan sama persis apa yang berada didepannya hanya berkebalikan....ya tho ? semua orang tau itu.


Tetapi disaat Tara melihat dengan sangat teliti, akhirnya Tara tahu apa yang dimaksud Nyi Khandra.


"Aku tau Nyii......ituuuu!!!!" pekik Tara kegirangan.


...***...


...TBC...


^^^Apa ya yang Tara lihat????😮😮😮^^^

__ADS_1


__ADS_2