Wajah Dalam Lukisan

Wajah Dalam Lukisan
Edisi 28 Istana Diatas Awan


__ADS_3

Dalam perjalanan Nyi Khandra menceritakan semua kepada khorin putri Gayatri dan dalam perjalanan dia melihat desa yang sangat dicintainya karena keindahan pemandangan sekarang tertutup kabut dan melihat banyak sosok kasat mata yang menjaga desa tersebut sehingga udara dan aura desa ini menjadi suram.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang Nyi?"


"Bukalah cakra angin di dalam diri Tara....dan ajarilah mengendalikan energi angin dalam dirinya"


Sambil melihat Tara yang masih belum sadarkan diri Khorin itu meneteskan air matanya.


"Apakah di reinkarnasi putri ini ------- dia mau memakai unsur anginnya?....karena pada saat putri Gayatri beliau tidak pernah mau memakai bahkan mencari hewan pelindung pun beliau tidak mau----"


"Sehingga pada saat terakhir aku tidak bisa melindungi dan menjaganya" ujarnya.


"Putri Gayatri merasa dirinya aman, karena memang desa ini selalu aman, karena ayah dan suaminya selalu menghindari permusuhan dan pertumpahan darah, sehingga tidak memerlukan menguasai unsur anginnya warisan keluarganya" ujar Nyi Khandra


"Berbeda dengan situasi sekarang, Tara diculik dan dipisahkan dari suaminya----Dia pasti mau karena satu-satunya jalan untuk bebas keluar dari desa ini bersama suami dan kakaknya dia harus mengalahkan Haryo dan Seto" ungkap Nyi Khandra


"Sudah saatnya kita hancurkan Seto dan Haryo putri....kalau tidak desa ini seluruhnya menjadi siluman dan iblis saat tubuh Putri dibangkitkan kembali" ujar Nyi Khandra.


"Iya Selasa Kliwon bulan depan adalah bulan Purnama pada saat itu tenaga Api Haryo dan Seto pada puncaknya.....dan mereka akan menggunakan tubuh Tara dan tubuh Putri Gayatri untuk mereka satukan dan diisi dengan iblis Hitam sesembahan Seto" ujar Khorin dengan geram."


"Dasar mereka manusia bodoh....terperdaya tipu muslihat iblis Hitam tersebut dan menjadikan desa ini kelak menjadi istana iblis" umpat Nyi Khandra.


"Ilmu terlarang itu sangat mengerikan Nyi....apakah bisa kita melawannya?"


"Percayalah pada Gusti Allah Putri, Beliau pasti membantu kita menghilangkan angkara murka ini" ujar Nyi Khandra meyakinkan Khorin.


"Sekarang kita mau kemana Nyi?"


"Ketempat dimana pusat angin terbesar berada....."


"Gunung Sastro!!!!" pekik Khorin ( Jangan cari nama gunung ini dipeta atau mbah Google yah, karena tidak ada hanya nama ini hanya nama asal karena author takut jika memakai nama gunung betulan akan menyalahi🙏🙏 Mianhae)


"Iyaa.....disana Haryo dan Seto tidak akan bisa mendeteksi keberadaan kita disana....dan disana para penghuni gunung memiliki unsur angin sehingga bisa menolong Tara untuk segera menguasainya"


Tak lama kemudian mereka sampai di kaki gunung Sastro, Nyi Khandra berdiam diri sejenak dengan mulut komat-kamit......tiba-tiba angin kencang bertiup sangat kencang diiringi sebuah suara seorang pria menggelegar


"Kenapa kamu bawa manusia dan khorin Nyi Khandraa!!!apa maumu!!!!"


"Maafkan aku Ki....tapi tolonglah aku dan majikanku untuk berlatih disini, dan latihlah majikanku ini dengan ilmu angin yang Ki punya" ujar Nyi Khandra.


"Kamu tahu aku paling tidak suka berurusan dengan manusia....lagipula bukankah manusia itu diincar manusia iblis Seto dan raja junjungannya itu?"


"Iya dia reinkarnasi dari putri Gayatri Ki, aku mohon Ki....hanya Ki Angin Baskorolah yang bisa menyelamatkan desa indah itu dari kebangkitan Iblis hitam!!!"


"Sialaaan kamu Nyiiii!!!! jika tidak mengingat hutang budiku karena pernah kamu dan suamimu tolong aku paling malas terlivat dengan kaum iblis!!!!" seru Ki Angin penuh kemarahan membuat Tara yang pingsan terbangun dan kebingungan tetapi melihat Khorin yang memberi kode dengan menempelkan jari di mulutnya untuk tetap diam.

__ADS_1


"Meskipun aku melatihnya belum tentu manusia itu dan dirimu mengalahkan mereka Nyi!!"


"Serahkan segalanya kepada Allah Ki, aku yakin dengan restu Allah kita pasti bisa, sekarang yang penting usaha kita" ujar Nyi Khandra meyakinkan Ki Angin.


"Dasar Macan Wedok (betina)keras kepala makanya jadi istrinya Bayu!!! ya sudah naiklah, akan kusiapkan tempatnya" ujar Ki Angin lalu tiba-tiba didepan mereka terbukalah kaki gunung Sastro membentuk sebuah gua diikuti gempa bergemuruh disekitar mereka.


Masuklah Nyi Khandra, Tara dan Khorin yang masih dipunggung Nyi Khandra menuju gua yang ternyata didalamnya berbentuk lorong gelap yang sangat panjang.


Setelah mereka masuk pintu gua tersebut langsung tertutup kembali dengan dentuman suara yang sangat keras, yang membuat Tara terjengit terkejut.


"Rencanamu berapa lama aku harus melatihnya Nyi?"


"Sebelum hari Selasa Kliwon bulan depan"


"Aaaaaaaargh.....apa kamu sudah gila Nyi aku saja yang melatih para punggawaku dari bangsa jin dan siluman untuk menguasai jurus anginku butuh waktu puluhan tahun.....la ini manusia kurus ringkih begitu!!!" bentak Ki Angin marah dengan suara memekakkan telinga.


"Jangan takut Tara...Ki angin memang sumbu pendek, hobinya marah dan mengomel...tapi aslinya dia sangat baik"


"Aku ora butuh mbok Lem macan wadon gendeng!!" * aku tidak perlu kamu puji begitu macan betina gila*


Nyi Khandra hanya meringis menunjukkan deretan giginya.


"Udah to Ki....mbok jangan suka marah-marah gitu, dari dulu sampai sekarang kok ya suka marah-marah, gak baik tahu Ki"


Setelah beberapa waktu melewati lorong gua yang remang-remang dan panjang itu akhirnya tampak sebuah cahaya terang diujung lorong.


Saat mereka diujung lorong tampak didepannya lereng gunung Sastro dan tampak disisi kanan mereka jurang dalam dan sebuah dua pohon beringin yang tumbuh aneh di tepi jurang.


Timbul banyak pertanyaan didalam benak Tara, bagaimana mungkin mereka sudah sampai diketinggian ini, padahal saat berjalan di lorong, jalan yang mereka lalui mendatar lurus tidak ada naik-naiknya dan keelokannya seperti jalan jalan yang harus kita tempuh jika mau naik gunung.


Tara melihat pemandangan dari atas gunung yang sangat indah, dikejutkan dengan berjalannya Nyi Khandra melewati dua beringin tersebut.


"Ee----eeh Nyiiiii stoppppp!!!! kita bisa jatuh ke juraaaang" seru Tara panik.


"Tenanglah cah ayu.....lihatlah didepan itu istana angin Ki Angin Baskoro sudah tampak" ujar Khorin sambil mengusap mata Tara.


Tara terkejut setelah matanya diusap khorin Gusti Putri pemandangan depan tadi hanya jurang yang penuh pepohonan sekarang tampak dibawah jalan setapak yang akan mereka lalu tampak candi-candi kecil dan yang paling atas adalah yang berukuran lebih besar dan memiliki bentuk yang berbeda.



Kalian pernah melihat tarzan masuk kotanya Benyamin S??? dimana si Tarzan terbengong-bengong dengan ekspresi muka udik saat masuk kota????...naah seperti itulah ekspresi yang dialami Tara, meskipun dia sudah menjelajah ke beberapa negara Eropa, tetapi apa yang dia lihat saat ini benar-benar seperti didunia khayalan bahkan lebih indah, meskipun begitu Tara merasakan aura misterius yang membuatnya bergidik ngeri.


Tak lama berselang akhirnya mereka sampai di candi paling besar, halaman depan candi seperti lapangan dengan lantai dari batu kali yang sangat luas, dan tampak seorang laki-laki berbadan kecil memakai beskap (baju adat yogya dan solo) berwarna abu-abu lengkap dengan jarik dan sebilah keris yang berada di punggungnya.


Laki-laki kecil itu berbadan kurus, meskipun begitu aura wibawanya tampak sangat kuat, tatapannya yang tajam menatap kedatangan Nyi Khandra dan rombongannya.

__ADS_1


"Lama tidak berjumpa Ki Angin" sapa Nyi Khandra sambil menundukkan kepalanya dengan hormat.


"Halah....basa-basi koe---- ayo masuklah istriku sudah memasakakkan sarapan pagi buat kalian" ajak Ki Angin lalu dengan duduk diatas awan terbang masuk ke dalam candi.


Kembali Tara dibuat terkagum-kagum melihat didalam candi, karena jika kalian pikir dalamnya candi hanya ruang gelap dan berdinding batu kali hitam seperti dalamnya candi seperti yang biasa kita tahu itu salah besar gaess.


Yang adalah dindingya berwarna orange dimana dihias ukiran-ukiran berwarna emas, pintu-pintu yang berada didalamnya juga berwarna orange dan berukir emas sangat indah.


Tara disuruh turun dari punggung Nyi Khandra dan disuruhnya berjalan disampingnya.


Mereka melewati ruangan yang sangat luas seperti balairung keraton tempat biasanya para raja mengadakan pertemuan dengan para bawahan atau tamu, kemudian belok ke kiri masuk ke dalam pintu berukir emas menuju paviliun Amboja yaitu paviliun untuk menjamu makan.


Saat masuk tampak meja kayu panjang yang penuh dengan makanan beraneka ragam masakan jawa tradisional seperti ayam bakar, plus lalapan dan sambal, ikan Nila goreng, tempe, tahu goreng, sayur gori dan sayur asam semua disajikan dalam piring dan mangkuk dari tanah liat.


"Silahkan duduk semua"


Nyi Khandra merubah wujudnya menjadi manusia, memakai kebaya brokat warna hitam, dengan rambut disanggul jawa dengan konde bokor mengkurep, berkulit hitam manis, Nyi Khandra tampak seperti ratu jaman dahulu, aura wibawanya sangat kuat memancar di wajahnya yang ayu meskipun uaianya sudah ribuan tahun.


Tara hanya melihat dan tidak berani menyentuhnya.


"Heey manusia kurus.....makanlah, tenangkan hatimu, makanan didepanmu yang masak juga manusia, memakai bahan asli khusus bisa dimakan kaum manusia, bukan makanan dari bangsa kami, kamu harus makan banyak biar kuat saat kita berlatih" ujar Kita Angin.


"Eee---eh baik Ki, terimakasih maaf merepotkan" jawab Tara sambil menundukkan kepalanya.


" Kita mulai berlatih nanti malam....habis makan istirahatlah di paviliun Sekar arum" ujar Ki angin lagi kemudian suasana menjadi kembali tenang tanpa ada suara hanya dentingan gelas yang terkena cincin dari Ki Seto yang menghiasi di semua jari jemarinya.


Istri Ki Seto ada 11 semua memiliki wajah hampir serupa, bahkan Tara tidak bisa membedakan satu dengan yang lain jika mereka tidak memakai kebaya yang berbeda, sedangkan Ki Seto memiliki anak 85 dan hampir semua laki-laki hanya 3 anak perempuan dari istri ke 5 dan 10. Masing-masing istri memiliki anak antara 5-8.


Tara sambil makan mendengarkan cerita Ki Angin yang membanggakan keluarganya, hanya bisa menganggukkan kepalanya dalam hati Tara berujar 'Daebaaak!!!'


"Heeey Khorin habis si manusia itu makan segeralah buka Cakra Anginnya, jadi saat aku latih dia sudah bisa mengeluarkan tenaga anginnya" seru Ki Angin


"Baik Ki..." jawab si khorin


"Dan Kamu Nyi kamu juga berlatih sehingga kalian bisa menggabungkan jurus kalian"


"Iyaaa....iyaaaa" omel Nyi Khandra dengan muka masam, karena menganggap tanpa diberi tahu dia paham apa yang harus dia lakukan.


Setelah selesai makan Tara diantar salah satu istri Ki Angin yang bernama Nyi Sekar menuju paviliun tempatnya bisa istirahat.


Disaat Tara sedang berbaring nyaman di istana Ki angin, berbeda 180° dengan istananya Haryo, disaat Haryo terbangun dan segera menuju kamar Tara, Haryo dikejutkan ceceran darah berwarna hijau dan banyaknya siluman mati yang terkapar di lantai sepanjang lorong mendekati kamar Tara, dan semakin marah di saat Haryo melihat kamar Tara berantakan dan penuh dengan mayat siluman-siluman.


"grrrrr....Setoooooo!!!!!!!!!!!" pekik Haryo dengan suara nyaring penuh kemarahan.


...*TBC*...

__ADS_1


__ADS_2