Wajah Dalam Lukisan

Wajah Dalam Lukisan
Episode 6 Disambut Sosok Hitam


__ADS_3

Di dalam mobil Tara dipeluk erat Arno, karena Tara masih shock diserang nenek-nenek.


Perjalanan ke desa Madyosari dari Jakarta pertama naik Pesawat menuju Yogyakarta, lalu dilanjutkan naik mobil. Selama perjalanan banyak halangan seperti tiba-tiba roda mobil bocor, mobil mogok.


Selama perjalanan Tara tidak berani tertidur karena selalu bermimpi yang sama dan menakutkan, Tara selalu memeluk Arno erat.


.


.


Di lain tempat pada saat yang bersamaan


"Sinuwun.....putri Gayatri semakin dekat, selubung dari Kayangwuni sudah melemah sehingga sinuwun bisa menemui putri" kata seorang pria memakai blangkon dan memakai surjan kepada sesosok hitam berjubah yang berdiri disamping tempat tidur kuno berselubung tirai putih.


"Akhiirrrnya tiba waktunya aku menjemput istri kesayanganku" kata pria berjubah hitam dengan smirk mengerikan.


.


.


.


Keluar dari kota Yogyakarta dan cuaca tiba-tiba menjadi mendung dan berangin, pada saat rombongan berhenti untuk mengisi bensin dan buang air kecil, Tara merasa ada udara dingin melingkupi dirinya...dan tiba-tiba Tara melihat dikejauhan ada sesosok hitam memandang dirinya dengan smirk mengerikan


"Aaaargh ...Arnooo!!!"teriak Tara sambil berjongkok menutup muka nya di kakinya dengan tubuh bergetar.


"Sayaaang ...what happened?" tanya Arno diikuti Aksa berlari mendekati Tara.


"Look in there Arno, there is something watching us with scary face" teriak Tara sambil menunjukkan arah tempat sosok hitam itu berdiri.



"Gak ada siapa-siapa dik, lihat!!!" kata Aksa sambil membelai lembut rambut Tara.


"Sayaaang look the is nothing there, maybe you just so tired hmmm..." kata Arno sambil mengecup bibir dan kening Tara dengan lembut.


Di kejauhan sosok hitam mengeram dengan marah melihat Tara dicium pria lain



"Tidak ada yang boleh menyentuh permaisuriku" geram sesosok hitam itu.


Mereka kembali meneruskan perjalanan, dan Tara merasakan dan melihat sesosok hitam tersebut yang semakin lama semakin mendekat, Tara tidak berani mengatakan kepada Arno dan Aksa karena hanya Taralah yang bisa melihat.


Saat mendekati desa Madyosari, kabut tebal tiba-tiba turun melingkupi seluruh desa sehingga mobil berjalan perlahan, untung saja yang menjadi sopir adalah Mang Diman yang sejak kecil tinggal disana bersama Raka, sehingga hapal jalan untuk masuk desa, saat Arno dan Aksa tertidur

__ADS_1


"Dari sini tolong lindungi Tara, kekuatan ku semakin melemah, jangan sampai iblis hitam itu mengambil Tara...selalu saling percaya dan rajinlah berdoa, hanya Allah yang tetap bisa melindungi kalian, selamat tinggal keluarga Mahendra tugasku sudah selesai!!" kata sesosok bayangan wanita yang kemudian menghilang dan terbangunlah Arno dan Aksa dan memeluk Tara erat.



Sesampai di desa rombongan Aksa disambut paman Tirta dan keluarga Mahendra, lalu mereka bersiap membawa jenazah Raka ke peristirahatan terakhir di samping istrinya.


Selama pemakaman banyak penduduk desa tersebut memasang wajah datar, tetapi melihat Tara mereka sangat hormat sampai semua menunduk apabila dilewati Tara, meski merasa heran tetapi semua fokus acara pemakaman.


Setelah pemakaman, paman Tirta mengajak rombongan untuk beristirahat di rumahnya yang ternyata mempunyai halaman luas dan rumahnya sangat besar meski kuno.


"Mari masuk Tara, Aksa dan Arno!"kata paman Tirta ramah.


"Maaf ya rumah paman kuno maklum didesa, tidak seperti rumah-rumah di kota"



"Tidak apa paman, rumah paman luas sekali dan adem ya paman" kata Aksa.


"Haha iya Aksa inget tidak waktu kecil kamu suka sepak bola dengan Kasno sama Karjo di ruang sentong ini, kamu masih inget toh Sa!" kata paman dengan logat jawa nya kental.


"Ya inget paman, Aksa masih inget bolanya sampe mengenai kaca cermin milik bibi sampai bibi marah-marah" kata Aksa sambil tertawa.


"Hooh Sa, sampe Raka memarahi kamu dan mencarikan cermin yang sama persis, untung dapat hahahaha!" ujar paman sambil tertawa terbahak-bahak.


"Halah bapak mesti ngrasani (bicara dibelakang) ibu mesti, ayo Sa, Tara dan Arno diminum dulu dan dimakan telone mumpung anget-anget ini" kata bibi Surti istri paman Tirta.


"Kamu wes besar ya Ra, tambah ayu banget! sik tabah ya wuk, ikhlaskan bapakmu hemm" kata bibi Surti lembut.


"Kalian istirahatlah disini sampai 7hari bapakmu Sa, lagipula bibi liat Rara (panggilan Tara waktu kecil) belum pernah kesini, etok-etoke (pura-puranya) honeymoon ro nak Arno ya Ra!" bujuk biar Surti.


"Sebenarnya kita hanya menginap 2-3hari saja biar mang Diman dan mang Harsa istirahat setelah itu kita balik lagi ke Jakarta bi"


"Lagipula istri Aksa baru hamil besar bi" kata Aksa ramah.


"Weeeh koe wes meh dadi bapak Le ( kamu sudah mau jadi bapak to nak)?"


"Yowes sak seneng mu wae, paman ro bibi seneng kalian masih mau nengokin kita, meski bapakmu sudah nggak ada, tapi tetep inget yaa kalian masih punya paman dan bibi disini" kata paman Tirta ramah.


"Paman Kasno dan Karjo dimana sekarang?" tanya Aksa.


"Sesuk kamu bakalan ketemu le, Kasno sekarang kerja di Salatiga, Karjo di Magelang"kata paman Tirta.


Setelah mengobrol mereka minta ijin untuk mandi dan berganti pakaian.


"Ini kamarmu ya Ra...sudah bibi tata buat pengantin baru, bibi kasihan kalian menikah pada saat kesedihan, tapi bibi percaya pernikahan kalian bakalan bahagia karena Mas Raka bakal selalu melindungi kalian" kata bi Surti sambil memeluk Tara yang sejak tadi masih menangis dalam diam.

__ADS_1


"Amin ya bii, mohon doanya"kata Tara terharu.


"Bapakmu yang mulai merehap isi rumah paman ini Ra, dadi bagus tooh, bapakmu ki wong apik Ra, pasti wes masuk surga Ra, percayalah sama bibimu ini"


"Wes istirahat dulu, kamar mandi ada dibelakang kamar itu ya, nanti jam 7kalian keruang makan buat makan malam"kata bibi lalu meninggalkan mereka berdua



kamar tidur Tara dan Arno.



kamar mandi mereka.


Tara dan Arno mulai mandi bersama, karena terus terang Tara takut di tempat asing, bisa dipastikan Arno mah iyes iyes saja disuruh nemenin Tara mandi, bahkan langsung semangat 45, apalagi sudah sah.


Mandi yang harusnya sebentar menjadi lama gegara kemesuman Arno dengan dalih pengantin baru (*dasar Arno).


"Sayang aku lupa bawa baju, tolong ambilin, keburu dingin ini" rajuk manja Tara.


"Gak usah pake baju saja sayang, lagipula nanti juga dilepas" kata Arno dengan senyum mesum.


"Haizzz sayang buruan dingin ini" omel Tar.


"Hihihihi ....iya dech sayang, tapi nanti malam minta 1-3ronde yess??!!" bujuk rayu Arno.


"Iya...iya dasar suami mezoem..."


"Hahaha mesum cuman sama istrinya doang yang" kata Arno lalu mengambilkan baju.


"Setelah memakai baju di kamar mandi, tiba-tiba muncul sesosok baju hitam persis didepan Tara, membuat Tara mematung seketika.



"Selamat datang istriku sayang" ucap sosok hitam itu dengan suara serak.


"Aaaaargggh........!!! " teriak Tara histeris lalu tiba-tiba gelap dan Tara jatuh pingsan.


"Taraaaaa" pekik Arno dan Aksa langsung menyerbu kamar mandi dan menemukan Tara pingsan.


...***...


...Akhirnya up lagi gaes 😁😁...


...makasih ya sudah berkenan membacaπŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜...

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2