Wanita Gila Tuan Ale

Wanita Gila Tuan Ale
Pesta ultah mantan


__ADS_3

Enza merasa sedih juga gembira karena tidak akan mendapatkan kebahagiaan yang ia inginkan selama menikahi Ale.


Dia akan menjadi seorang wanita rumahan yang memiliki pekerjaan sesuai dengan kodratnya.


Padahal, selama ini ia ingin menjadi seorang wanita karir dengan bisnis yang cemerlang.


Namun, semua mimpinya harus hancur karena satu malam yang menyebalkan.


"Sayang, kau beristirahatlah sebelum malam tiba! kau akan menemui mantan kekasihmu dan beritahu jika kau sudah menikah!"


"Tuan, aku tidak akan melakukannya karena dia pasti akan marah kepadamu! kami sudah berteman cukup lama dan berpisah karena penghianatan, tidak mudah baginya untuk menerima bahwa aku sudah menikah! kami terbiasa dengan putus nyambung, jangan katakan itu padanya aku mohon!"


"Aku akan melakukan apapun sesuai dengan keinginanku jadi jangan pernah kau membatasi apapun yang ingin aku lakukan!"


"Tuan, aku mohon kepadamu, jika aku adalah seorang budak, aku bersedia untuk menjadi budakmu untuk seumur hidupmu tapi jangan katakan itu kepada mantan kekasihku!"


"Oh, kau sudah mendapatkan penghianatan tetapi justru masih membelanya, dimana harga dirimu?"


"Aku tidak peduli dengan semua itu, pada intinya, kau hanya perlu tutup mulut dengan katakan saja kau adalah teman lamaku."


Sang mafia menahan amarah karena selama ini tidak ada yang bisa menghentikan apapun yang ingin dia lakukan.


Enza, adalah seorang gadis yang bisa membuat emosi Ale redam, meski untuk beberapa saat saja.

__ADS_1


.


.


.


Klub malam, tempat Juna berulang tahun ...


Persiapan ulang tahun Juna, saat megah karena mendapatkan dukungan dari banyak teman, apalagi kekasih barunya memiliki banyak uang untuk membiayai pestanya.


Juna, sangat bahagia memiliki Arita.


"Juna, apakah kau melupakan temanmu?" tanya Ferin.


"Teman? siapa?" jawab Juna, dia terlihat sangat sibuk karena mempersiapkan ulang tahunnya sendiri yang sebenarnya adalah sebuah kejutan tetapi tidak lagi menjadi kejutan karena Arita tak bisa menyembunyikan rahasia.


"Enza, siapa lagi?"


"Oh dia."


"Apa maksudmu dengan dia?"


"Dia sudah tahu jika aku berhubungan dengan Arita, mau apa lagi?"

__ADS_1


"Ya, setidaknya kalian bisa bersahabat karena dahulunya pertemanan itu ada."


"Farin, aku tidak mengerti apapun yang kau katakan jadi jangan menggangguku. Aku sedang melihat minuman yang terbaik di dunia ini, Arita telah memberikan yang terbaik untukku dan kau jangan merusak pestaku malam ini!"


"Hm, bagaimana bisa kau melakukan banyak hal. Namun, melupakan orang yang pernah kepadamu?"


"Berjasa menjadi budakku? hah, dia tidak bisa menyenangkanku sama sekali!"


"Kau sangat keterlaluan Juna, memanfaatkannya sejak kecil. Sampai dimana kau meninggalkannya dan pergi bersama Arita!"


Farin merasakan kesedihan ketika menjadi seorang Enza, Enza tidak memiliki siapapun dan teman terbaiknya hanyalah Juna.


Dia berjuang keras untuk hidup lalu membantu kebutuhan sehari-hari untuk Juna, tetapi semua itu tidak ada gunanya.


Juna telah berubah menjadi orang lain yang siap untuk menghardiknya ketika tidak sesuai dengan keinginannya.


Farin, akan tetap mendukung Enza, selama ini hanya Enza yang selalu bersamanya ketika sedih ataupun bahagia.


"Enza, aku berharap bisa menemukanmu setelah ini!" batinnya.


Farin memilih untuk pergi dari sana, dia membantu di bagian lain saja karena ketika melihat wajah Juna, ingin sekali memakinya.


Sedangkan Juna, sama sekali tidak tahu apapun kesalahannya.

__ADS_1


Sungguh teman yang sangat menjengkelkan.


*****


__ADS_2